LombokPost – Penjualan tiket MotoGP Mandalika 2026 kini menembus kisaran hampir 50 persen.
Hal ini menjadi sinyal awal arus penonton kembali membanjiri lokasi saat balapan dunia itu digelar Oktober mendatang.
Bagi NTB, momentum tersebut bukan perkara sederhana.
Memasuki tahun keempat menjadi tuan rumah, ada banyak hal yang harus dimatangkan.
Baca Juga: Penuh Kehangatan dan Gelak Tawa, Film Bapakmu Kiper Sukses Premier Perdana di Lombok
Tujuannya, agar gelaran tersebut kembali mendulang sukses seperti sebelumnya.
Pemerintah daerah dituntut tidak hanya memastikan kawasan sirkuit siap, tetapi juga menyiapkan seluruh rantai pelayanan wisata.
Penginapan, transportasi hingga pergerakan penonton menjadi pekerjaan besar yang harus dituntaskan sebelum hari H balapan.
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) NTB Lalu Ahmad Nur Aulia mengatakan, perkembangan penjualan tiket sejauh ini cukup menggembirakan.
Baca Juga: Arsenal Incar Endrick dari Real Madrid Pengganti Martinelli
Berdasarkan komunikasi terakhir dengan InJourney dan Mandalika Grand Prix Association (MGPA), tiket terjual sudah mendekati separo dari kapasitas yang tersedia.
“Tiket sudah terjual di kisaran 40 persen sekian, mendekati 50 persen,” ujarnya.
Semakin banyak penonton yang datang, semakin besar pula kebutuhan terhadap kamar, transportasi, makanan, dan layanan pendukung lainnya.
Pemerintah pun meminta pelaku usaha tidak menjalankan pola aji mumpung dengan menaikkan harga secara berlebihan.
Tarif yang tidak wajar dikhawatirkan justru menjadi boomerang bagi citra NTB sebagai destinasi wisata.
“Jangan memanfaatkan momen MotoGP ini untuk melepas harga aji mumpung,” wanti-wantinya.
Baca Juga: Program Langit Biru DPC Demokrat Lobar Bersihkan Pantai Batu Bolong, Angkut 300 Kg Sampah
Menurutnya, MotoGP harus dipandang sebagai investasi pariwisata jangka panjang.
Pengunjung yang mendapatkan pengalaman nyaman selama berada di Lombok berpeluang kembali untuk berlibur pada musim wisata berikutnya.
Selain hotel, kelancaran mobilitas penonton menjadi pekerjaan rumah lain.
Skema transportasi masih mengacu pada pola penyelenggaraan sebelumnya. Namun optimalisasi shuttle bus mendapat penekanan khusus dari Gubernur NTB.
Baca Juga: AFPI Gencarkan Literasi Keuangan Lewat Pindar Mengajar di Mataram
“Ini penting untuk membantu pergerakan para pengunjung yang datang dari berbagai titik kawasan,” jelasnya.
Tiket yang terus terjual dan persiapan layanan yang dimatangkan, NTB kini berpacu dengan waktu.
Targetnya, jangan sampai wisatawan datang untuk MotoGP, tetapi pulang membawa cerita tentang pelayanan yang mengecewakan.
Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Liputan Berita Lombok Post