LombokPost – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTB bersama pemerintah daerah, satuan pendidikan, dan industri perbankan terus memperluas gerakan menabung melalui program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) dan Hari Indonesia Menabung (HIM) 2026.
Hasilnya cukup signifikan, sepanjang rangkaian program yang berlangsung Juli hingga Agustus 2026, sebanyak 12.068 rekening simpanan pelajar baru berhasil dibuka.
Dengan tambahan tersebut, total rekening pelajar di NTB kini mencapai 1.425.411 rekening dengan nilai simpanan mencapai Rp 304,3 miliar.
Capaian tersebut menjadi gambaran semakin luasnya akses pelajar terhadap layanan keuangan formal.
Baca Juga: Daihatsu Rocky Usung Teknologi e-Smart Hybrid
Lebih dari itu, program KEJAR dan HIM diarahkan untuk membangun kebiasaan mengelola uang secara disiplin sejak usia sekolah.
Puncak peringatan HIM 2026 digelar di Gelanggang Pemuda Mataram, Jumat (28/8).
Mengusung tema “Pelajar Cerdas Keuangan untuk Masa Depan Gemilang”, kegiatan tersebut melibatkan sekitar 1.500 pelajar dan guru pendamping dari 10 satuan pendidikan jenjang SMP/MTs dan SMA/MA/SMK di sekitar Kota Mataram.
Kepala OJK NTB Rudi Sulistyo mengatakan, capaian pembukaan rekening tersebut tidak lepas dari kuatnya kolaborasi lintas sektor.
Baca Juga: Mitsubishi Pajero Generasi Kelima Debut Global Awal September 2026
OJK menggandeng pemerintah daerah, Kementerian Agama, Dinas Pendidikan, satuan pendidikan, serta lembaga jasa keuangan (LJK).
“Capaian ini menunjukkan bahwa kolaborasi yang kuat antara OJK, pemerintah daerah, satuan pendidikan, dan industri jasa keuangan dapat memperluas akses keuangan sekaligus membangun kebiasaan menabung di kalangan pelajar,” kata Rudi.
Menurut Rudi, budaya menabung tidak harus dimulai dengan nominal besar.
Pelajar cukup membiasakan diri menyisihkan sebagian uang yang diterima setiap hari.
Kebiasaan sederhana itu diharapkan menjadi fondasi kemampuan mengelola keuangan ketika memasuki usia dewasa.
“Kalau sejak sekolah kalian sudah terbiasa menyisihkan uang, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta merencanakan penggunaan uang, insyaallah ketika dewasa nanti kalian akan lebih siap mengambil keputusan keuangan dengan baik,” ujarnya.
Baca Juga: Toyota Yaris Cross Dapat Penyegaran, Mesin Hybrid Jadi Andalan
Tantangan pengelolaan keuangan pelajar semakin kompleks seiring pesatnya perkembangan ekonomi digital.
Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri menilai literasi keuangan harus berjalan beriringan dengan pendampingan.
Tujuannya agar generasi muda tidak hanya memahami cara menggunakan layanan keuangan, tetapi juga mampu mengenali risikonya.
“Di era digital, edukasi dan pendampingan kepada anak dan remaja menjadi semakin penting agar mereka mampu mengelola keuangan dengan bertanggung jawab dan bijak, serta terhindar dari berbagai risiko kejahatan keuangan digital,” ujar Indah.
Baca Juga: Wajah Baru GWM Tank 300 Diesel di GIIAS Surabaya 2026
Rangkaian HIM 2026 pun dikemas tidak sebatas seremoni.
Pelajar diajak mengikuti Kompetisi Cerdas Keuangan, lomba yel-yel, hingga pengenalan berbagai produk keuangan. Sekolah dan madrasah yang aktif turut mendapat apresiasi.
MTsN 2 Mataram menjadi sekolah dengan pembukaan rekening pelajar terbanyak jenjang SMP/MTs.
Sementara SMAN 1 Sumbawa menjadi yang terbaik untuk jenjang SMA/MA/SMK. MTsN 1 Mataram meraih penghargaan penampilan yel-yel terbaik.
Melalui gerakan tersebut, OJK NTB berharap budaya menabung tidak berhenti pada momentum HIM.
Kebiasaan menyisihkan uang, memahami kebutuhan dan keinginan, serta cakap memanfaatkan layanan keuangan diharapkan tumbuh menjadi bekal penting generasi muda NTB menuju generasi emas 2045.
Baca Juga: Debut di GIIAS Surabaya 2026, XPENG Bawa Era Baru Mobil Listrik
Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Liputan Berita Lombok Post