LombokPost – Halimah, pemilik UD Sasaki, memulai bisnis aneka kacang hanya dengan modal Rp 175 ribu, dari dapur sederhana dan sajian untuk tamu di rumah.
Usaha yang dirintis sekitar tiga tahun lalu itu perlahan berkembang hingga produknya dikenal berbagai kalangan konsumen.
Bagi Halimah, kacang bukan sekadar bahan pangan yang mudah ditemukan.
Di tengah keterbatasan ekonomi keluarga, komoditas sederhana tersebut justru menjadi peluang untuk membangun usaha.
Baca Juga: Manha 99, Kudapan Lombok yang Sudah Melanglang Buana
Keberanian mencoba menjadi modal pertama sebelum bisnisnya berkembang seperti sekarang.
Awalnya, kacang hasil produksinya hanya disajikan kepada tamu yang datang ke rumah.
Di luar dugaan, cemilan tersebut mendapat respons positif.
Sejumlah tamu bahkan meminta Halimah membuatnya kembali untuk dijual.
Baca Juga: Legend is Back, Freelander 8 EREV Launching Awal September 2026
Dari permintaan kecil itu, ia mulai melihat peluang pasar yang lebih besar.
“Awalnya saya hanya membuat dengan modal Rp 175 ribu. Kacang dibuat untuk disajikan kepada tamu yang datang ke rumah. Setelah banyak yang berminat dan meminta dibuatkan untuk dijual, akhirnya saya teruskan,” tuturnya.
Seiring waktu, Halimah tidak ingin produk UD Sasaki berhenti pada kacang dengan rasa original.
Ia mulai bereksperimen dengan berbagai varian rasa untuk menciptakan pembeda.
Salah satu inovasi yang kemudian menjadi identitas produknya adalah kacang pedas pelecing kangkung.
Pilihan rasa tersebut bukan tanpa alasan.
Baca Juga: Toyota Yaris Cross Dapat Penyegaran, Mesin Hybrid Jadi Andalan
Pelecing kangkung merupakan salah satu kuliner yang lekat dengan masyarakat Lombok.
Karakter pedas dan perpaduan rempah khasnya kemudian diterjemahkan Halimah ke dalam cemilan kacang.
Inovasi itu menjadi strategi UD Sasaki untuk membawa cita rasa lokal ke bentuk yang lebih praktis dan kekinian.
Konsumen tidak hanya mendapatkan cemilan, tetapi juga pengalaman rasa yang identik dengan kuliner Lombok.
Baca Juga: Mitsubishi Pajero Generasi Kelima Debut Global Awal September 2026
“Kreativitas menjadi bagian penting dalam menghadapi persaingan pasar. Produk yang sederhana dapat memiliki daya tarik ketika dikemas dengan konsep, rasa, dan identitas yang kuat,” jelasnya.
Bagi Halimah, inovasi rasa menjadi penting di tengah persaingan produk makanan ringan yang semakin beragam.
Bahan baku yang sederhana dapat memiliki nilai lebih ketika dipadukan dengan kreativitas, kualitas, serta identitas yang kuat.
Editor : Akbar SirinawaSumber : Liputan Berita Lombok Post