Bulog Jamin Stok Beras NTB Aman 27 Bulan Ke Depan

Ferial Ayu • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 08:20 WIB
Pimwil Bulog NTB Mara Kamin Siregar. (IST/LOMBOK POST)
Pimwil Bulog NTB Mara Kamin Siregar. (IST/LOMBOK POST)

LombokPost – Meski menghadapi potensi kemarau panjang, Perum Bulog NTB memastikan stok pangan khususnya beras, dalam kondisi aman.

Pimpinan Wilayah Perum Bulog NTB Mara Kamin Siregar, menyebut stok beras saat ini mencapai sekitar 279 ribu ton.

 Jumlah tersebut diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat NTB hingga 27 bulan ke depan.

 “Jadi masyarakat tidak perlu panik,” ujar Regar, sapaan akrabnya.

Baca Juga: ITDC Perkuat Ekosistem Pariwisata Lewat MotoGP Mandalika 2026  

Meski permintaan diprediksi meningkat seiring momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), Bulog mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian secara berlebihan.

Pengawasan terhadap pergerakan harga dan pasokan juga terus diperkuat bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

Intervensi dilakukan melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) dan penggelontoran beras secara rutin ke sejumlah pasar tradisional, ritel modern, serta jaringan Rumah Pangan Kita (RPK).

“Dari pantauan di sejumlah pasar bersama TPID, harga beras secara umum masih dalam kondisi normal. Tapi ada beberapa titik pasar yang mulai mengalami kenaikan harga, terutama untuk beras premium,” jelasnya.

Baca Juga: Toyota Yaris Cross Dapat Penyegaran, Mesin Hybrid Jadi Andalan

Di tengah upaya menjaga stabilitas harga, Bulog NTB juga mempercepat penyaluran bantuan pangan.

NTB juga mendapat tambahan kuota sebanyak 6 ribu ton untuk alokasi Juli, Agustus, dan September. 

Hingga kini, realisasi penyalurannya telah mendekati 80 persen.

Sebelumnya, Bulog NTB juga telah menuntaskan penyaluran bantuan pangan alokasi Februari-Maret 2026.

Program tersebut rampung 100 persen pada 30 Juni 2026 kepada 856.131 Penerima Bantuan Pangan (PBP) di seluruh NTB.

Setiap penerima mendapatkan 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng untuk masing-masing alokasi Februari dan Maret yang disalurkan sekaligus.

Baca Juga: Warga Loteng Bisa Ajukan Perbaikan Desil

Ketahanan stok NTB bahkan memungkinkan Bulog melakukan distribusi antardaerah.

Sekitar 5.000 ton beras telah dikirim ke Bali dan jumlah serupa disalurkan ke Nusa Tenggara Timur (NTT).

 Penyaluran berikutnya akan disesuaikan dengan kebutuhan daerah tujuan.

“Stok yang ada ini nanti juga bisa kita kirim ke daerah-daerah defisit, seperti Bali dan NTT. Kita juga pernah menyalurkan ke DKI,” katanya.

Baca Juga: Wamen PKP Sebut Rekonstruksi Sade Jangan Asal Jadi

Kondisi ini menjadi modal penting menghadapi prediksi BMKG terkait potensi El Nino yang diperkirakan mulai aktif pertengahan 2026 dan berlanjut hingga awal 2027.

Fenomena tersebut berpotensi mengurangi curah hujan dan membuat musim kemarau lebih kering.

Regar menegaskan Bulog siap menjalankan penugasan kapan pun keputusan diterbitkan.

Dengan stok yang besar, distribusi yang berjalan, serta pengadaan yang terus dilakukan, NTB diyakini tetap memiliki bantalan kuat menghadapi tekanan pangan akibat perubahan cuaca.

 

Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Liputan Berita Lombok Post
kemarau Beras Bulog NTB el nino Stok Beras