18 Ton Kopi Lombok Utara Senilai Rp 1,2 Miliar Diekspor ke Malaysia

Ferial Ayu • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 12:10 WIB
EKSPOR: Sebanyak 18 ton kopi dari Desa Genggelang, Kabupaten Lombok Utara (KLU) yang diekspor ke Malaysia, belum lama ini. (IST/LOMBOK POST)
EKSPOR: Sebanyak 18 ton kopi dari Desa Genggelang, Kabupaten Lombok Utara (KLU) yang diekspor ke Malaysia, belum lama ini. (IST/LOMBOK POST)

LombokPost – Kopi dari Desa Genggelang, Kabupaten Lombok Utara (KLU), kembali menembus pasar internasional.

Sebanyak 18 ton kopi hasil produksi petani lokal diekspor ke Malaysia dengan nilai transaksi mencapai Rp 1,2 miliar.

Ekspor tersebut dikelola PT Putra Agri Nusantara milik Eka Aprianto.

Perusahaan ini telah menjalin kerja sama dengan perusahaan kopi di Malaysia secara rutin selama tujuh tahun.

Baca Juga: Program Kartu Sumbawa Barat Maju Perumahan, Sasar 400 Rumah Warga Miskin Ekstrem

Pelepasan ekspor turut mendapat dukungan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) NTB.

Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat komoditas lokal agar mampu menembus dan bertahan di pasar internasional.

“Kami terus mendorong produk-produk NTB agar semakin kuat dan kompetitif di pasar ekspor,” kata Sekretaris Disperindag NTB H Luthfi.

Luthfi mengatakan, keberhasilan kopi Genggelang menembus Malaysia menunjukkan komoditas perkebunan NTB memiliki peluang besar untuk dikembangkan.

Baca Juga: BPK NTB Turun Audit Pengelolaan Dana Pendidikan di Sumbawa Barat  

Namun, peningkatan kualitas produk harus berjalan beriringan dengan pembenahan berbagai aspek pendukung.

Saat ini, kemasan kopi ekspor PT Putra Agri Nusantara masih relatif sederhana.

Produk dikemas menggunakan karung plastik dengan label kertas laminating dan belum menggunakan sistem cetak langsung pada kemasan.

“Kopi ini memiliki potensi yang sangat baik, tetapi kualitas produknya juga perlu diikuti dengan peningkatan kemasan,” jelasnya.

Melihat kondisi tersebut, Disperindag NTB menawarkan dukungan melalui fasilitas UPTD Balai Kemasan.

Fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan tampilan sekaligus citra produk kopi NTB ketika dipasarkan di luar negeri.

Baca Juga: Polda NTB Selidiki Tambang Emas Lantung, Imbas Tiga Penambang Tewas Tertimbun Longsor

Disperindag NTB berharap keberhasilan PT Putra Agri Nusantara dapat menjadi inspirasi bagi pelaku usaha lainnya.

Model pemberdayaan petani sekaligus pengembangan pasar ekspor dinilai dapat direplikasi pada komoditas NTB lainnya.

PT Putra Agri Nusantara menyambut baik tawaran tersebut.

“Kami akan datang untuk melihat fasilitas kemasan yang bisa kami manfaatkan,” ujar Eksportir Kopi Lombok, Eka Aprianto.

Baca Juga: DPRD Lobar Desak Pemda Ambil Langkah Konkret Selesaikan Sengketa Lahan Kantor Desa Kebon Ayu

Di balik ekspor tersebut, terdapat peran penting para petani kopi lokal.

Eka selama ini memberdayakan banyak petani untuk menjaga kualitas sekaligus memastikan kontinuitas pasokan.

“Kami banyak bekerja sama dengan petani lokal. Hal yang paling penting adalah bagaimana kualitas dan kontinuitas kopi tetap terjaga,” terang Eka.

Menurut Eka, menjaga hubungan dengan petani menjadi bagian penting dalam membangun bisnis ekspor jangka panjang.

Pasokan yang konsisten dengan kualitas terjaga menjadi modal utama untuk mempertahankan kepercayaan pasar Malaysia.

Kolaborasi pemerintah, eksportir dan petani diharapkan tidak berhenti pada satu kali pengiriman.

Baca Juga: Menyingkap Makna Ritual Nyemulak di Desa Wisata Sade Lombok Tengah

 Ekosistem usaha yang kuat dinilai menjadi kunci agar kopi NTB mampu mempertahankan pasar sekaligus membuka peluang ekspor ke negara lainnya.

Editor : Kimda Farida
Sumber : Liputan Berita Lombok Post
Kopi Lombok Utara BISNIS kopi ekspor Lombok Utara