LombokPost – Dari balik tembok Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di NTB, berbagai produk bernilai ekonomi terus lahir melalui proses pembinaan kemandirian warga binaan.
Kini, karya-karya tersebut mendapat peluang lebih besar untuk menjangkau pasar.
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) NTB terus memperluas kolaborasi dalam membuka akses pemasaran bagi produk hasil pembinaan masyarakat.
Salah satunya melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Lapas Kelas IIA Lombok Barat dan UPTD Balai Kemasan, Promosi, Pemasaran dan Ekonomi Kreatif Daerah (BKP3D) Disperindag NTB.
Baca Juga: Kanwil Kemenkum NTB Ikuti DSK, Bahas Penguatan Standar Layanan Bantuan Hukum
Kerja sama ini membuka jalan bagi produk hasil karya warga binaan untuk dipasarkan melalui Bale KITA.
Program pembinaan kini diarahkan hingga ke tahap pemasaran dan pendistribusian agar produk dapat dikenal masyarakat dan memiliki nilai ekonomi.
Kepala Disperindag NTB Lalu Wiranata, didampingi Kepala UPTD BKP3D M Achiyat Winata bersama tim, hadir dalam penandatanganan kerja sama tersebut.
Produk yang dihasilkan warga binaan cukup beragam.
Baca Juga: Terjaring Razia, Pengendara Motor di Bima Kedapatan Bawa 313 Butir Pil Ekstasi
Mulai dari batik gembok, kerajinan cukli, produk konveksi, hingga hasil pertanian.
Sejumlah produk bahkan dikembangkan dengan mengambil inspirasi dari Sirkuit Mandalika sebagai bagian dari identitas.
Wiranata mengapresiasi proses pembinaan yang berjalan.
“Kami melihat pembinaan kemandirian di Lapas Lombok Barat sudah berjalan dengan baik dan memiliki potensi untuk terus dikembangkan. Produk yang dihasilkan juga memiliki peluang untuk dipasarkan lebih luas, sehingga perlu didukung dari sisi penjualan dan pendistribusiannya,” tutur Wiranata.
Melalui UPTD BKP3D, Disperindag NTB menyiapkan Bale KITA sebagai ruang promosi dan pemasaran produk masyarakat.
Saat ini, wadah tersebut telah menaungi sekitar 200 pelaku UMKM.
Baca Juga: Drift Bull, Murcielago V12 Siap Mengasapi IMX 2026
Kehadiran produk karya warga binaan diharapkan menambah keragaman produk yang ditawarkan.
Kepala Lapas Kelas IIA Lombok Barat Dadang Rais Saputro menegaskan, pemasaran menjadi bagian penting dalam keberlanjutan pembinaan.
Menurutnya, proses pembinaan tidak seharusnya berhenti ketika warga binaan mampu menghasilkan sebuah produk.
“Kami ingin memastikan produk karya warga binaan memiliki akses pasar dan dapat dikenal masyarakat. Kerja sama ini menjadi langkah penting untuk mendukung keberlanjutan hasil pembinaan,” katanya.
Baca Juga: Suzuki Jimny Nomade Bangkit dengan Sentuhan Retro Amerika
Editor : Pujo NugrohoSumber : Liputan Berita Lombok Post