Transaksi QRIS Cross Border Didominasi Wisatawan Malaysia

Ferial Ayu • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 17:54 WIB
ILUSTRASI: Penggunaan QRIS sebagai alternatif pembayaran transaksi di NTB terus meningkat. (IVAN/LOMBOK POST)
ILUSTRASI: Penggunaan QRIS sebagai alternatif pembayaran transaksi di NTB terus meningkat. (IVAN/LOMBOK POST)

LombokPost – Perkembangan transaksi digital lintas negara semakin membuka peluang baru bagi sektor pariwisata NTB.

Kemudahan pembayaran melalui QRIS cross border kini tidak hanya mempermudah wisatawan asing berbelanja, tetapi juga meningkatkan perputaran ekonomi daerah.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) NTB Hario K Pamungkas mengatakan, QRIS antarnegara (cross border) kini dapat digunakan di enam negara.

Yakni Malaysia, Thailand, Singapura, Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok.

Baca Juga: Hasil Profiling Jadi Dasar Promosi dan Mutasi Pemkab Bima

Perluasan kerja sama tersebut mulai memberikan dampak terhadap peningkatan volume transaksi QRIS cross border di NTB.

Sebelumnya, layanan ini hanya mencakup Malaysia, Thailand, dan Singapura.

Bergabungnya Tiongkok dan Korea Selatan membuka potensi pasar yang semakin besar.

“QRIS cross border di NTB volumenya semakin meningkat,” ujar Hario.

Baca Juga: Kanwil Kemenkum NTB Ikuti DSK, Bahas Penguatan Standar Layanan Bantuan Hukum

Potensi terbesar masih datang dari Malaysia.

Berdasarkan data hingga Juli, sekitar 34,63 persen wisatawan mancanegara yang datang ke NTB berasal dari Negeri Jiran. 

Angka tersebut menjadikan Malaysia sebagai salah satu pasar penting bagi pengembangan transaksi pembayaran digital lintas negara.

Nilai transaksi QRIS cross border wisatawan Malaysia di NTB sepanjang Januari hingga Juli telah mencapai Rp 12,6 miliar.

Angka ini bahkan melampaui capaian sepanjang 2025 sebesar Rp 7,9 miliar.

Namun, perkembangan transaksi wisatawan asal Tiongkok juga menjadi perhatian.

Baca Juga: RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram Masuk Penilaian IMTI 2026

Meski jumlah kunjungan ke NTB sekitar 4,02 persen dari total wisatawan mancanegara, nilai transaksi QRIS cross border-nya sudah mencapai sekitar Rp 6,5 miliar.

“Ini sangat menggembirakan. Jumlah wisatawan Tiongkok sekitar empat persen, tetapi transaksinya sudah mencapai Rp 6,5 miliar. Ini mendekati capaian transaksi wisatawan Malaysia sepanjang tahun lalu,” kata Hario.

Menurutnya, data tersebut menunjukkan kemudahan sistem pembayaran mampu mendorong aktivitas belanja wisatawan.

Selama berada di NTB, transaksi wisatawan melalui QRIS cross border banyak digunakan untuk kebutuhan transportasi, komunikasi, serta makanan dan minuman.

Baca Juga: QRIS Makin Ngebut, BI NTB Buka Kegiatan Pekan QRIS Nasional dan Pameran Rupiah RINJANI

Bank Indonesia terus menggalakkan promosi dan edukasi penggunaan QRIS lintas negara.

Sosialisasi dilakukan melalui berbagai media promosi, edukasi di bandara, lokasi strategis, hingga kegiatan Pekan QRIS Nasional.

Selain menyasar wisatawan asing, BI juga memberikan edukasi kepada masyarakat NTB mengenai penggunaan QRIS antarnegara tersebut.

Di sisi lain, kebijakan pembayaran digital juga terus diperkuat.

BI mempertahankan merchant discount rate (MDR) nol persen bagi usaha mikro untuk transaksi hingga Rp 500 ribu.

Kebijakan MDR nol persen juga diperluas untuk seluruh kategori merchant dengan nilai transaksi hingga Rp 100 ribu.

Baca Juga: Drift Bull, Murcielago V12 Siap Mengasapi IMX 2026

Hario berharap kemudahan tersebut dapat semakin mendorong masyarakat dan pelaku usaha memanfaatkan pembayaran digital.

Wisatawan pun juga diharapkan semakin nyaman berbelanja dan memberi dampak langsung bagi perekonomian NTB.

Editor : Pujo Nugroho
Sumber : Liputan Berita Lombok Post
wisatawan QRIS Cross Border Ekonomi Malaysia QRIS