Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo menjelaskan, BSI TabunganKu dan BSI Tabungan SimPel iB menggunakan akad wadiah atau titipan. Karena itu, nasabah tidak dikenakan biaya administrasi bulanan.
”BSI TabunganKu diperuntukkan bagi masyarakat berusia 17 tahun ke atas. Sementara itu, BSI Tabungan SimPel iB menyasar anak-anak dan remaja di bawah usia 17 tahun,” ujarnya kemarin (10/9).
Keduanya juga telah terhubung dengan aplikasi mobile banking BYOND by BSI. Setoran awalnya relatif ringan, yakni mulai Rp 20 ribu untuk BSI TabunganKu dan hanya Rp 1.000 untuk BSI Tabungan SimPel iB. ”Dengan keunggulan tersebut, masyarakat dapat memiliki rekening tanpa perlu khawatir saldo berkurang akibat adanya biaya administrasi bulanan,” kata Anggoro, kemarin (10/9).
Anggoro menilai fitur bebas biaya administrasi juga relevan untuk rekening penerima bantuan pemerintah. Dengan tidak adanya potongan bulanan, dana yang masuk ke rekening dapat dimanfaatkan secara utuh.
Dia mencontohkan, jika pemerintah menyalurkan bantuan sebesar Rp 50 ribu kepada penerima manfaat, nominal tersebut tidak akan berkurang karena potongan biaya administrasi bulanan. ”Dengan kemudahan ini, kami berharap dana bantuan yang disalurkan pemerintah dapat diterima dan dimanfaatkan masyarakat secara optimal,” ujar Anggoro.
BSI menegaskan kehadiran BSI TabunganKu dan BSI Tabungan SimPel iB merupakan bagian dari komitmen perseroan mendukung program inklusi keuangan pemerintah. Di sisi lain, produk tersebut diharapkan memperluas penetrasi keuangan syariah, terutama dengan menawarkan rekening yang mudah diakses, setoran awal rendah, serta tanpa biaya administrasi bulanan.
Sumber : Jawa Pos