Mesin cuci menjadi salah satu pekerjaan rumah. Komoditas tersebut masih mencatat defisit neraca perdagangan sekitar USD 100 juta pada periode yang sama. Kondisinya berbeda dengan produk elektronika lainnya. Air conditioner (AC) mencatat surplus perdagangan USD 103,70 juta, sedangkan refrigerator surplus USD 96,39 juta.
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melihat kondisi tersebut sebagai ruang untuk memperkuat industri elektronik di dalam negeri. Penambahan kapasitas produksi dinilai perlu berjalan beriringan dengan penguatan rantai pasok, penggunaan komponen lokal, serta peningkatan kemampuan pemasok domestik.
”Pertumbuhan ini menunjukkan pentingnya sektor elektronik dalam struktur manufaktur nasional,” ujar Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza dalam acara pencapaian produksi 3 juta unit dan peresmian pabrik Midea Indonesia di Cikarang, Bekasi, Rabu (9/9).
Karena itu, Kemenperin mendorong peningkatan kapasitas produksi dibarengi dengan penguatan pemasok domestik. Tujuannya agar industri elektronika nasional tidak berhenti pada aktivitas perakitan, tetapi mampu menciptakan nilai tambah yang lebih besar di dalam negeri.
Di sisi kebijakan, Kemenperin mengandalkan penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) wajib dan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). ”Kedua instrumen tersebut diarahkan untuk menjaga kualitas produk sekaligus memperkuat struktur industri dan meningkatkan nilai tambah domestik,” tuturnya.
Oleh karena itu, pengembangan fasilitas produksi Midea di Indonesia diharapkan tidak hanya menjadi jawaban atas kebutuhan pasar dalam negeri. Indonesia juga didorong menjadi salah satu basis produksi yang terhubung dengan jaringan bisnis perusahaan di tingkat regional maupun global.
Midea Perbesar Kapasitas Produksi
Salah satu perusahaan yang memperbesar kapasitas manufaktur di Indonesia adalah Midea Electronics Indonesia. Perusahaan mengembangkan fasilitas produksi di Cikarang dan Karawang untuk menggarap berbagai produk , seperti AC, refrigerator, mesin cuci, dan freezer.
Dalam kesempatan tersebut, Midea mencatatkan produksi tiga juta unit. Produksi tersebut mencakup 2,25 juta unit AC, satu juta unit refrigerator, dan 367.500 unit mesin cuci.
Selain memenuhi pasar domestik, produk yang dibuat di Indonesia juga diarahkan untuk pasar ekspor. Hingga 2026, Midea Electronics Indonesia telah mengekspor dua juta unit produk ke kawasan ASEAN dan Amerika Utara.
”Pencapaian 3 juta unit merupakan milestone penting dalam perjalanan manufaktur Midea di Indonesia. Kami akan terus berinvestasi, memperkuat produksi lokal, dan berkontribusi terhadap pertumbuhan industri manufaktur Indonesia,” ujar President Director Midea Electronics Indonesia Jack Ding.
Sejak 2023, Midea terus memperluas investasi manufakturnya di Indonesia. Fasilitas Residential AC di Cikarang berdiri di atas lahan seluas 51.405 meter persegi, dengan luas bangunan yang akan dikembangkan dari sekitar 13.000 meter persegi menjadi 43.000 meter persegi. Pada 2024, Midea juga mengembangkan produksi twin tub washing machine pada pabrik seluas 17 ribu meter persegi yang ke depan akan diperluas ke kategori mesin cuci top loading. (bry/dio)
Sumber : Jawa Pos