LombokPost – Kota Bima didorong melahirkan pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Salah satunya melalui rencana pembangunan Plaza Hybrid Kota Bima Mantika.
Ide itu memasuki tahap pematangan proyek setelah lolos kurasi Sasambo Investment Challenge (SIC) 2026.
Terbaru, tim Bank Indonesia (BI) NTB turun langsung meninjau lokasi rencana pembangunan proyek tersebut.
Baca Juga: Nissan Wave Diprediksi Meluncur Resmi Akhir Tahun 2026
Proyek investasi ini rencananya berada di kawasan eks Kantor Bupati Bima.
Peninjauan tersebut menjadi bagian dari tahapan Project Incubator.
Tahap ini dilakukan untuk mematangkan berbagai aspek proyek agar memenuhi standar Investment Project Ready to Offer (IPRO) dan semakin siap dipromosikan kepada calon investor.
Plaza Hybrid Mantika dirancang sebagai kawasan terpadu atau mixed-use yang menggabungkan berbagai aktivitas ekonomi dan sosial dalam satu kawasan.
Baca Juga: Langsung Gacor di Arsenal, Christos Tzolis Akui Terkejut dengan Disiplin Tinggi Mikel Arteta
Di dalamnya direncanakan terdapat pusat perdagangan, kawasan kuliner, hotel, pusat hiburan, event hall, ruang publik, perkantoran, hingga fasilitas smart parking.
Proyek yang direncanakan berdiri di atas lahan sekitar 25.000 meter persegi tersebut diproyeksikan membutuhkan nilai investasi sekitar Rp 413,4 miliar.
Analis Junior Kantor Perwakilan BI NTB Faudarita Umaida Ulfah mengatakan, Kota Bima memiliki potensi ekonomi yang cukup besar.
Tingkat konsumsi masyarakat serta posisi Kota Bima yang strategis menjadi salah satu modal penting untuk menarik minat investor.
“Proyek-proyek yang telah melalui proses inkubasi nantinya akan dipertemukan dengan calon investor dalam agenda Sasambo Investment Challenge pada Oktober 2026,” katanya.
BI NTB melalui proses inkubasi terus mendorong proyek investasi daerah agar tidak berhenti pada sebatas gagasan atau proposal.
Baca Juga: Segera Debut, Xpeng Mona L05 Hadir Dalam Dua Konfigurasi, Versi BEV dan EREV
Berbagai aspek perlu dipersiapkan secara matang sehingga proyek memiliki nilai jual dan memenuhi kebutuhan investor.
Sekda Kota Bima Muhammad Fakhrunnraji menyambut baik pendampingan tersebut.
Menurutnya, pemerintah daerah terus membuka ruang investasi sebagai bagian dari strategi memperkuat perekonomian sekaligus menciptakan sumber pertumbuhan baru.
“Ini merupakan salah satu upaya Pemerintah Kota Bima untuk menghadirkan investasi yang dapat menggerakkan perekonomian, membuka peluang usaha dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” terangnya.
Baca Juga: Sinyal Kuat Mikel Arteta Bakal Teken Kontrak Baru di Arsenal, Siap Pecahkan Rekor Legendaris
Pemerintah Kota Bima berharap pendampingan BI NTB mampu menyempurnakan proposal Plaza Hybrid Mantika.
Jika berhasil menarik investor, kawasan tersebut diharapkan tidak hanya menghadirkan wajah baru Kota Bima.
Namun juga membuka lapangan usaha, menciptakan aktivitas ekonomi, dan memperkuat daya saing daerah.
Editor : Kimda FaridaSumber : Liputan Berita Lombok Post