BULOG Kejar Penyaluran SPHP Jagung, Pemerintah Tambah 150 Ribu Ton hingga Desember

Akbar Sirinawa • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 14:43 WIB
Direktur Utama Perum BULOG Letnan Jenderal TNI (Purn.) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., S.H., M.Han. saat meninjau pelaksanaan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Jagung dalam menjaga ketersediaan dan keterjangkauan jagung pakan bagi peternak. (Istimewa)
Direktur Utama Perum BULOG Letnan Jenderal TNI (Purn.) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., S.H., M.Han. saat meninjau pelaksanaan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Jagung dalam menjaga ketersediaan dan keterjangkauan jagung pakan bagi peternak. (Istimewa)

 

LombokPost-Perum BULOG telah menyalurkan 159.318.150 kilogram atau sekitar 159,3 ribu ton jagung melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) hingga 2026. Jumlah itu setara 66,05 persen dari target penyaluran sebesar 241.199.500 kilogram atau sekitar 241,2 ribu ton.

Realisasi harian tercatat 259.650 kilogram. Dengan capaian itu, masih tersisa 81.881.350 kilogram atau sekitar 81,9 ribu ton yang perlu disalurkan untuk mencapai target program.

Pelaksanaan SPHP Jagung 2026 mengacu pada Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 16 Tahun 2026 tentang Penugasan Penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah Tahun 2026. Program ini juga berpedoman pada Surat Badan Pangan Nasional Nomor 494/TS.02.02/B/04/2026 mengenai pelaksanaan penyaluran SPHP Jagung di tingkat konsumen.

Pemerintah juga memperkuat dukungan bagi sektor peternakan melalui kebijakan penyaluran SPHP jagung pakan sebanyak 150.000 ton hingga Desember 2026.

Kebijakan itu menjadi salah satu kesimpulan Rapat Koordinasi Terbatas Bidang Pangan mengenai Pengelolaan dan Penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah Tahun 2026 pada 7 September 2026. Rapat dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pangan.

Baca Juga: Bulog Intervensi 155 Anak Stunting di Kecamatan Sakra

Dalam risalah rapat, tambahan penyaluran diarahkan untuk memenuhi kebutuhan peternak skala menengah dan UMKM. Langkah ini juga ditujukan untuk mengantisipasi potensi penurunan produksi jagung akibat kondisi kemarau.

Direktur Utama Perum BULOG Letnan Jenderal TNI (Purn.) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., S.H., M.Han. mengatakan BULOG siap menjalankan kebijakan pemerintah dengan memastikan kesiapan stok dan memperkuat koordinasi agar jagung pakan menjangkau peternak sasaran.

“Realisasi SPHP Jagung yang telah mencapai lebih dari 66 persen menunjukkan program ini terus berjalan dan dimanfaatkan oleh peternak. Dengan adanya kebijakan penyaluran tambahan 150 ribu ton hingga Desember 2026, BULOG siap menjalankan penugasan pemerintah dan memastikan jagung pakan tersedia serta dapat diakses oleh peternak sesuai ketentuan,” ujar Ahmad Rizal.

Menurut Ahmad Rizal, penguatan SPHP Jagung penting karena biaya pakan menjadi salah satu komponen utama dalam usaha peternakan. Ketersediaan jagung pakan dengan harga terjangkau diharapkan membantu menjaga keberlangsungan usaha peternak sekaligus mendukung stabilitas pangan.

BULOG akan berkoordinasi dengan Badan Pangan Nasional, pemerintah daerah, koperasi, dan pemangku kepentingan terkait untuk memastikan pelaksanaan SPHP Jagung berjalan efektif dan tepat sasaran.

Penyaluran hingga akhir tahun akan terus diperkuat untuk menjaga ketersediaan jagung pakan serta mendukung keberlanjutan usaha peternak.

Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : jawapos.com
SPHP Jagung Jagung Pakan bulog peternak stabilitas pangan