Hobi Merajut Berujung Melantai di Panggung Peragaan Busana

Ferial Ayu • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 18:13 WIB
PERAGAAN BUSANA: Produk Uniq Rajut dan Fashion yang tampil dalam ajang fashion show Karya Kreatif NTB 2026 di atrium Lombok Epicentrum Mall, Mei lalu. (IST/LOMBOK POST)
PERAGAAN BUSANA: Produk Uniq Rajut dan Fashion yang tampil dalam ajang fashion show Karya Kreatif NTB 2026 di atrium Lombok Epicentrum Mall, Mei lalu. (IST/LOMBOK POST)

LombokPost – Sebuah hobi tidak selalu berhenti sebagai kegiatan mengisi waktu luang.

Ketika dikelola dengan serius, hobi bisa berkembang menjadi usaha yang membuka peluang ekonomi menjanjikan.

Perjalanan itu dialami Sri Wahyuni, pemilik Uniq Rajut dan Fashion di Lombok Barat.

Berawal dari kegemarannya merajut, ibu rumah tangga tersebut sukses mengembangkan usaha kerajinan dan fesyen dengan mengangkat bahan baku alami dari Pulau Lombok.

Bahkan hingga melantai di panggung fashion show nasional.

Baca Juga: Makin Mewah, Lexus LS Terbaru Dibekali Teknologi REDS

Hal yang menarik, produk rajutan Yuni tidak hanya mengandalkan kreativitas desain. 

Ia mulai membangun identitas produknya melalui penggunaan benang kapas yang dipintal secara tradisional.

 “Merintis usaha itu sejak 2014 silam,” ujarnya.

Pada awalnya, Yuni hanya membuat tas rajut untuk digunakan sendiri dan keluarganya.

Baca Juga: New Suzuki Baleno Dapat Sentuhan Lebih Canggih

Namun, hasil karyanya menarik perhatian.

Pesanan mulai berdatangan karena produk buatan tangan tersebut memiliki model yang berbeda.

Melihat peluang, Yuni kemudian menjadikan hobinya sebagai usaha.

Hampir seluruh proses produksi pada masa awal dikerjakan sendiri, mulai menyiapkan bahan, membuat desain, merajut hingga memasang furing.

Seiring berkembangnya usaha, ia mulai memanfaatkan media sosial seperti Facebook, Instagram, dan WhatsApp.

Baca Juga: Harga Rp 120 Jutaan, Toyota Glanza Terbaru Dibekali Mesin Super Irit

Strategi pemasaran digital membuat pasar Uniq Rajut dan Fashion tidak lagi terbatas di Lombok.

Pesanan mulai datang dari Jawa, Bali, Kalimantan, Sumatra hingga Nusa Tenggara Timur.

Pertumbuhan pesanan juga membuka kesempatan kerja.

Kini, Yuni dibantu sejumlah karyawan untuk menyelesaikan produk yang dipesan pelanggan.

Usahanya pun berkembang dari tas rajut ke berbagai produk fesyen.

Baca Juga: PLN UIP Nusra Genjot Ekowisata Padak Guar, Jalur Trekking Mangrove 90 Persen Rampung

Yuni mulai membuat jilbab, pakaian ready to wear, menerima pesanan khusus hingga jasa menjahit.

Produk-produknya juga mulai tampil dalam sejumlah kegiatan fashion show.

Titik perubahan terjadi ketika Yuni mengikuti lomba Dekranasda NTB pada penghujung 2021.

Saat itu, ia memadukan produk tas dengan unsur Tenun Gumise dari Desa Giri Tembesi, Gerung.

Dari perjalanan tersebut, Yuni mulai mengenal potensi bahan alami NTB.

Baca Juga: Mitsubishi Siapkan Dua Pajero Baru Berukuran Mini

Ia kemudian menjalin kemitraan dengan Inak Kecoh, pemintal benang tradisional sekaligus petani kapas di Lombok Tengah.

Kemitraan itu membuka arah baru bisnisnya.

Yuni mulai mengurangi penggunaan benang polyester dan memanfaatkan benang kapas lokal untuk produk tertentu, seperti syal, topi, pakaian, dan sandal rumah.

“Saya juga ingin memperkenalkan kepada masyarakat luas bahwa produk rajutan tertentu bisa dibuat dengan benang kapas alami,” ujarnya.

Bagi Yuni, penggunaan kapas Lombok bukan sekadar inovasi bahan baku.

Baca Juga: Cuma Ada 30 Unit di Dunia, Mercedes-AMG CLE 646 Resmi Meluncur

Langkah tersebut menjadi upaya membangun nilai tambah dari sumber daya lokal. Dari petani kapas, pemintal benang, hingga perajin, setiap proses memiliki peluang ekonomi.

Editor : Kimda Farida
Sumber : Liputan Berita Lombok Post
MERAJUT Uniq Rajut dan Fashion hobi BISNIS Ekonomi