Perkuat Digitalisasi BPR dan BPRS, CIMB Niaga Perluas Akses Layanan Keuangan Daerah

Redaksi Lombok Post • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 22:40 WIB
MEDIA GATHERING: Pemaparan sejumlah capaian CIMB Niaga, di Pontianak, kemarin.(CIMB NIAGA FOR LOMBOK POST)
MEDIA GATHERING: Pemaparan sejumlah capaian CIMB Niaga, di Pontianak, kemarin.(CIMB NIAGA FOR LOMBOK POST)

LombokPost — Digitalisasi menjadi tantangan tersendiri bagi Bank Perekonomian Rakyat (BPR) dan Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS). Di tengah tuntutan layanan perbankan yang semakin cepat dan serbamudah, keterbatasan kanal digital membuat industri perbankan daerah tersebut perlu memperkuat kemitraan strategis dengan bank umum.

Peluang tersebut ditangkap oleh PT Bank CIMB Niaga Tbk dengan memperkuat sinergi bersama BPR dan BPRS. Kolaborasi ini tidak hanya menyasar pengembangan ekosistem bisnis, tetapi juga membuka akses layanan digital, khususnya pada segmen perbankan syariah.

Chief Syariah Wholesale Banking, Strategy & Finance CIMB Niaga Herwin Bustaman menyampaikan bahwa kerja sama dengan BPR dan BPRS merupakan bagian dari upaya memperluas akses keuangan bagi pelaku usaha di daerah.

”Kami berkomitmen menghadirkan solusi perbankan yang relevan dan terintegrasi untuk mendukung efisiensi serta daya saing BPR dan BPRS,” ujarnya di Surabaya, Selasa (15/9/2026).

Pemanfaatan Teknologi API

Syariah Non Retail Funding Head CIMB Niaga Lucky Harfiandi menjelaskan, BPR dan BPRS membutuhkan dukungan infrastruktur kanal digital untuk mempercepat efisiensi layanan. Salah satu solusinya adalah melalui pemanfaatan teknologi application programming interface (API).

Saat ini, untuk memperoleh dan mengoperasikan API, lembaga jasa keuangan wajib mengantongi izin Penyelenggara Jasa Pembayaran (PJP). Oleh karena itu, kemitraan dengan bank umum menjadi langkah krusial agar BPR dan BPRS dapat menyediakan layanan transaksi berbasis digital kepada para nasabah di daerah.

Menurut Lucky, BPR dan BPRS memiliki keunggulan kompetitif berupa kedekatan hubungan dengan masyarakat lokal. Kendati demikian, keunggulan tersebut harus diimbangi dengan kemudahan transaksi digital agar dapat terus relevan di tengah pesatnya perkembangan industri keuangan.

”Karena itu, sinergi dengan bank umum dinilai dapat membantu BPR dan BPRS naik level. Tidak hanya lebih kompetitif, tetapi juga lebih inovatif dan siap menghadapi perkembangan industri keuangan yang semakin dinamis,” paparnya.

Kinerja Bisnis Syariah CIMB Niaga

Di sisi lain, CIMB Niaga terus mencatatkan pertumbuhan pada portofolio bisnis syariahnya. Pada 2025, CIMB Niaga Syariah menempati posisi ketiga dalam pangsa aset perbankan syariah nasional dengan nilai mencapai Rp 70,2 triliun atau berkontribusi sebesar 6,6 persen dari total pangsa pasar. Posisi tersebut berada di bawah Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Bank Muamalat.

”Bahkan, dalam porsi haji pun, kami mencatatkan yang terbesar ketiga. Tahun sebelumnya, kami di peringkat lima,” ungkap Lucky.

Adapun pada kuartal II 2026, CIMB Niaga menyalurkan total kredit dan pembiayaan syariah sebesar Rp 24 triliun, atau tumbuh 6,6 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Penyaluran pembiayaan tersebut ditopang oleh segmen UMKM maupun non-UMKM. Kontributor utama berasal dari portofolio kredit non-UMKM segmen pihak ketiga (non-related parties) yang meningkat dari Rp 198,34 triliun menjadi Rp 203,84 triliun pada akhir Juni 2026.

Editor : Redaksi Lombok Post
Sumber : Jawa Pos
CIMB NIAGA BPRS bpr Digitalisasi