SKK Migas Tekankan Peran Strategis Media bagi Keberlanjutan Industri Hulu Migas

Redaksi Lombok Post • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 22:59 WIB
ILUSTRASI Kilang. (Jawapos)
ILUSTRASI Kilang. (Jawapos)

LombokPost— Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Jabanusa) menekankan pentingnya kemitraan dengan media massa. Kolaborasi tersebut dinilai krusial untuk menyajikan informasi yang akurat kepada publik mengenai kontribusi nyata sektor hulu migas.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam forum Lokakarya Media 2026 yang dihadiri 80 pemimpin redaksi serta ketua asosiasi wartawan dan media se-wilayah Jabanusa di Hotel Tentrem, Yogyakarta, pada 16–17 September 2026.

”Media sangat strategis dalam menjelaskan manfaat maupun tantangan industri hulu migas kepada masyarakat. Karena itu, komunikasi harus semakin terbuka dan berkelanjutan,” kata Kepala Perwakilan SKK Migas Jabanusa Anggono Mahendrawan.

Mengusung tema ”Menguatkan Kemitraan Hulu Migas dan Media dalam Mendorong Pemberdayaan Masyarakat Menuju Kemandirian Berkelanjutan”, forum ini mempertegas peran vital industri hulu migas. Sektor energi diposisikan sebagai kebutuhan dasar yang menopang ketahanan nasional sekaligus menjadi pilar penerimaan negara untuk menggerakkan perekonomian.

Tantangan Risiko Tinggi dan Urgensi Dukungan Publik

Mengingat kompleksitas sektor energi, peningkatan pemahaman publik mengenai operasional hulu migas dinilai kian mendesak.

”Informasi yang disediakan media akan menjadi afirmasi bagi industri hulu migas secara utuh,” ujar Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Heru Setyadi.

Heru menambahkan, industri hulu migas relatif jarang menjadi bahan diskusi publik dibanding sektor hilir yang bersentuhan langsung dengan masyarakat sehari-hari. Padahal, karakteristik industri hulu bersifat tak terbarukan, membutuhkan modal besar, berteknologi tinggi, serta bergantung pada tenaga kerja andal, sehingga memiliki risiko operasional yang sangat tinggi.

”Jika masyarakat tidak mendukung, kegiatan operasi bisa terhenti,” tegas Heru.

Pameran UMKM Binaan Industri Hulu Migas

Selain menjadi ruang diskusi strategis, rangkaian lokakarya media ini juga menampilkan pameran dari 14 UMKM binaan KKKS di wilayah Jabanusa.

Salah satu peserta yang tampil adalah Kelompok Perempuan Indonesia Merajut (PRIMA) binaan ExxonMobil Cepu Limited (EMCL). Program pemberdayaan yang diinisiasi di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, sejak delapan tahun lalu tersebut kini berhasil menghasilkan beragam produk kerajinan rajut berkualitas dan bernilai seni tinggi.

 

Editor : Redaksi Lombok Post
Sumber : Jawa Pos
Minyak Bumi gas SKK migas