LombokPost – Gelaran MotoGP Mandalika 2026 ditargetkan mampu menciptakan perputaran ekonomi hingga Rp 5 triliun.
Pelaksana Tugas Direktur ITDC Ahmad Fajar mengatakan, MotoGP harus dikembangkan lebih jauh dari sekadar agenda olahraga tahunan.
Mandalika diarahkan menjadi kawasan pariwisata olahraga yang tetap hidup dan menghasilkan aktivitas ekonomi sepanjang tahun.
“Kita ingin wujudkan bagaimana semboyan Mandalika Mendunia otomatis menjadikan daerah kita ikut mendunia,” kata Ahmad.
Baca Juga: Volkswagen Kenalkan Mission Efficiency, Mobil Listrik Paling Hemat dan Efisien
Menurut Ahmad, keberadaan MotoGP perlu terhubung dengan ekosistem pariwisata di sekitar kawasan.
UMKM, hotel, pelaku usaha pariwisata, hingga tenaga kerja lokal diharapkan memperoleh peluang dari meningkatnya arus wisatawan selama penyelenggaraan balapan.
“Kawasan ini tidak hanya sekadar destinasi ajang balapan saja, tapi bagaimana mewujudkan ekosistem pariwisata yang hidup selama 365 hari penuh,” ujarnya.
Direktur Utama InJourney Maya Watono mengatakan, pihaknya menyiapkan peta jalan untuk mendorong kunjungan wisatawan ke Lombok hingga satu juta orang.
Baca Juga: BYD Beralih Produksi Lokal, Bidik Ekosistem Mobil Listrik Indonesia
InJourney juga mendorong perpanjangan kontrak penyelenggaraan MotoGP hingga 2031.
Maya berharap Mandalika berkembang menjadi episentrum pariwisata olahraga otomotif.
“Dengan demikian, aktivitas wisata dan ekonomi tidak berhenti ketika mesin-mesin balap meninggalkan sirkuit, tetapi terus bergerak sepanjang tahun,” tandasnya.
Keterlibatan masyarakat dalam perputaran ekonomi MotoGP sangat penting.
Pembangunan infrastruktur pendukung balapan kini bukan lagi satu-satunya fokus.
Pemerintah ingin memastikan masyarakat lokal mendapat ruang yang lebih besar dalam ekosistem ekonomi Mandalika.
Baca Juga: XPeng G9L Debut Oktober 2026, SUV Listrik Bongsor Bertenaga 577 Dk
“Pelibatannya sudah semakin mendekati maksimal. Masyarakat tidak lagi merasa sebagai tamu di Mandalika, melainkan sebagai pemilik sah dari Mandalika,” kata Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, terpisah.
Pemprov NTB juga mengambil bagian dalam penyelenggaraan MotoGP melalui pembiayaan tim medis yang ditangani rumah sakit daerah.
Kontribusi tersebut menjadi bagian dari dukungan pemerintah daerah terhadap pelaksanaan ajang internasional.
Editor : Kimda FaridaSumber : Liputan Berita Lombok Post