Pangsa Pasar General Motors dan Ford Anjlok, Kalah Bersaing dengan Pabrikan Asia

Redaksi Lombok Post • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 23:52 WIB
Ilustrasi pameran otomotif GIIAS 2027. (Dony/ JawaPos.com)
Ilustrasi pameran otomotif GIIAS 2027. (Dony/ JawaPos.com)

LombokPost — Peta persaingan industri otomotif di Amerika Serikat (AS) mengalami pergeseran signifikan. Dua raksasa produsen otomotif domestik AS, General Motors (GM) dan Ford Motor, dilaporkan kehilangan sebagian pangsa pasar mereka di dalam negeri akibat tingginya kecenderungan konsumen beralih ke kendaraan yang lebih efisien dalam penggunaan bahan bakar.

Berdasarkan laporan analisis terbaru dari platform riset dan penjualan otomotif Cox Automotive, pangsa pasar GM dan Ford diproyeksikan merosot ke salah satu level terendah dalam sejarah industri otomotif Negeri Paman Sam.

Volume penjualan Ford diproyeksikan mengalami penurunan sebesar 8,8 persen sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini. Penurunan tersebut mengikis pangsa pasar Ford sebesar satu basis poin menjadi 12,5 persen.

Sementara itu, volume penjualan kendaraan GM di pasar AS diproyeksikan terkoreksi 6,2 persen pada periode yang sama. Cox Automotive memperkirakan GM menutup kuartal ketiga dengan penguasaan pangsa pasar sebesar 16,7 persen, turun dari posisi 17,4 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Kesiapan Lini Produk dan Dominasi Kendaraan Hibrida

Analis Eksekutif Cox Automotive Erin Keating mengungkapkan bahwa perubahan preferensi konsumen AS berkaitan erat dengan kesiapan lini produk yang ditawarkan masing-masing produsen.

Pabrikan asal Asia dinilai lebih siap merespons dinamika pasar melalui ketersediaan portofolio kendaraan hibrida (hybrid) serta penerapan teknologi efisiensi bahan bakar yang matang. Produsen otomotif asal Jepang seperti Honda, misalnya, diproyeksikan mencatatkan pertumbuhan penjualan hingga 5,6 persen pada periode ini.

”Kami melihat beberapa merek Asia ini mulai bergerak maju dan benar-benar mengambil alih industri. Yang paling penting, mereka memiliki kendaraan hybrid,” jelas Keating.

Di sisi lain, kinerja produksi domestik Ford turut terdampak oleh faktor tak terduga (force majeure). Produsen yang berpusat di Michigan tersebut menghadapi kendala volume produksi pada segmen truk pikap akibat insiden kebakaran di fasilitas pabrik salah satu pemasok utama komponen aluminium.

Proyeksi Total Penjualan Kendaraan Baru AS Meningkat

Meski produsen domestik mengalami penurunan pangsa pasar, industri otomotif AS secara keseluruhan masih menunjukkan pertumbuhan yang positif. Cox Automotive merevisi naik proyeksi total penjualan kendaraan baru di AS sepanjang tahun ini menjadi 16,1 juta unit, dari perkiraan awal sebesar 15,8 juta unit.

”Terlepas dari tahun yang penuh volatilitas ini, pasar kendaraan baru sebenarnya bertahan dengan cukup stabil,” imbuh Keating.

Meta Deskripsi (140 Karakter): Pangsa pasar GM dan Ford di AS anjlok akibat tingginya minat konsumen pada mobil hibrida efisien asal Asia. Proyeksi penjualan tetap stabil.

Editor : Redaksi Lombok Post
Sumber : Jawa Pos
Ford Motor oomotif general motors