LombokPost – Nasrin Muhtar, pria asal Dompu sukses membangun bisnis minuman berbahan utama kelor.
Melalui CV Tri Utami Jaya, produknya telah diekspor ke sejumlah negara semisal Belanda, Jepang, Turki, Swedia, Singapura, Spanyol, dan masih banyak lagi.
Sebelum sukses seperti saat ini, dia melalui perjalanan bisnis yang tidak instan.
Mulai dari keterbatasan modal hingga cibiran yang harus dilewati sebelum bisnisnya berkembang.
Baca Juga: Bikin Skuad Jurgen Klopp Frustrasi, Kiper Yunani Tampil Kesetanan Redam Gempuran Timnas Jer
Lahir di Desa Malaju, Kecamatan Kilo, Kabupaten Dompu, Nasrin memilih merantau sejak usia muda.
Makassar menjadi kota pertama tempatnya mengadu nasib.
Di sana, ia bekerja sebagai sales dengan penghasilan yang tidak besar.
Namun, pekerjaan tersebut dijalani dengan tekun.
Baca Juga: Berburu Ketenangan di Pantai Mangge Longko, Perpaduan Batuan Unik, Pasir Putih dan Suasana Alami
Kinerjanya membuat perusahaan memberikan kepercayaan lebih besar.
Nasrin kemudian dipindahkan ke Surabaya dan dipercaya menduduki posisi Wakil Direktur.
Pengalaman itu akhirnya menjadi bekal ketika ia memutuskan keluar dari perusahaan dan memilih membangun usaha sendiri di Lombok.
Bersama istrinya, Nasrin melihat kelor sebagai komoditas yang memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk bernilai tambah.
“Modal hanya uang Rp 1,5 juta yang tersisa. Di awal merintis usaha sendiri saya dihina karena hanya tamat SMP. Tapi saya jadikan semua itu sebagai semangat dan motivasi,” tuturnya.
Dari usaha yang dirintis secara sederhana, Nasrin mulai mengembangkan produk olahan kelor.
Baca Juga: Pesona Pantai Jelenga, Hidden Gem Incaran Peselancar
Kini, Triutami Jaya Industri Teh Kelor Nusantara memiliki lima produk minuman herbal berbahan daun kelor.
Salah satunya adalah Moringa Kidom, teh daun kelor.
Kapasitas produksinya pun telah mencapai 30-40 ton per bulan.
Pangsa pasarnya, diekspor ke Belanda, Jepang, Turki, Swedia, Singapura, Spanyol, dan banyak lagi.
Baca Juga: Jaksa Periksa Mantan Ketua REI NTB Terkait Kasus Korupsi Pembiayaan Modal Kerja PT Carsten
Nasrin menyebut omzet penjualan dalam periode tertentu bahkan pernah mencapai miliaran Rupiah dalam sebulan.
Bagi Nasrin, perjalanan tersebut menjadi bukti pendidikan dan modal bukan satu-satunya penentu keberhasilan usaha.
Keberanian membaca peluang, kemauan belajar, serta konsistensi mengembangkan produk menjadi bagian penting dalam membangun UMKM.
Editor : Prihadi ZoldicSumber : Liputan