LombokPost – Sektor pariwisata semakin menempati posisi strategis dalam perekonomian NTB.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) NTB Hario K Pamungkas mengatakan, pihaknya menggunakan tiga sektor penunjang sebagai pendekatan untuk melihat pergerakannya.
Ketiga sektor tersebut yakni perdagangan, transportasi, serta akomodasi dan makan minum (akmamin).
"Kita coba dekati dengan tiga lapangan usaha yang ada kaitannya dengan sektor pariwisata," kata Hario.
Baca Juga: Toyota C-HR GR Sport 2027 Bakal Tampil Lebih Sporty
Dari pendekatan tersebut diperoleh hasil, ketiganya memberikan kontribusi sekitar 21,5 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) NTB.
Angka tersebut menunjukkan besarnya aktivitas ekonomi yang bergerak di sekitar pariwisata.
Dampaknya juga terlihat dari sisi ketenagakerjaan.
Hario menyebut aktivitas pada tiga lapangan usaha tersebut berkontribusi sekitar 28 persen terhadap total pekerjaan di NTB.
Baca Juga: Mengenal CEER Exobot, Mobil Listrik Arab Saudi Bertenaga 850 DK
“Artinya, geliat pariwisata memiliki keterkaitan langsung dengan semakin banyaknya masyarakat yang menggantungkan aktivitas ekonomi pada sektor pendukungnya,” jelasnya.
Potensi tersebut semakin terbuka seiring pengembangan kawasan Mandalika sebagai destinasi sport tourism.
Berbagai agenda internasional, termasuk MotoGP yang dijadwalkan berlangsung Oktober nanti, diharapkan kembali mendorong pergerakan ekonomi dan kunjungan wisatawan.
Hingga Juli, pertumbuhan wisatawan NTB meningkat sekitar 5,34 persen.
Mataram, Lombok Barat, dan Lombok Tengah menjadi sejumlah daerah yang banyak dikunjungi wisatawan.
Menurut Hario, tantangan ke depan bukan hanya meningkatkan jumlah wisatawan. Manfaat ekonomi dari kedatangan wisatawan juga perlu diperluas.
Baca Juga: Makin Canggih, Mazda CX-6e Dibekali Lidar, Tersedia Dua Pilihan Sistem Penggerak
“Supaya semakin banyak masyarakat lokal yang ikut menikmati perputaran uang di sektor pariwisata,” tandasnya.
Editor : Prihadi ZoldicSumber : Liputan