LombokPost – Jelang MotoGP Mandalika, pelaku industri perhotelan diingatkan tidak aji mumpung.
Di tengah tingginya potensi kunjungan wisatawan, menaikkan tarif secara berlebihan tetap tak bisa dibenarkan.
Ketua DPD Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) NTB Ketut Wolini meminta pelaku usaha perhotelan menetapkan harga kamar secara wajar selama gelaran MotoGP berlangsung.
Penyesuaian tarif yang dilakukan saat permintaan meningkat harus mempertimbangkan kewajaran dan kenyamanan wisatawan.
Baca Juga: Hebatnya Sektor Pariwisata, Serap 28 Persen Tenaga Kerja
“Kalau ada event-event besar, apalagi MotoGP yang merupakan event internasional, boleh ada penyesuaian, tetapi jangan terlalu tinggi,” tegas Wolini.
Diingatkan, MotoGP Mandalika bukan hanya kesempatan meningkatkan angka keterisian kamar dan potensi pendapatan.
Event tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan Lombok secara lebih luas lagi.
Karena itu, pengalaman wisatawan selama berada di NTB harus menjadi perhatian bersama.
Baca Juga: Toyota C-HR GR Sport 2027 Bakal Tampil Lebih Sporty
Wolini mengatakan, kualitas pelayanan hotel harus terus dipertahankan bahkan ditingkatkan.
Pelayanan yang baik akan memberikan kesan positif kepada wisatawan dan berpotensi mendorong kunjungan kembali ke Lombok.
Dari sisi kapasitas, NTB memiliki modal cukup besar untuk menampung lonjakan wisatawan selama MotoGP.
Data penyediaan jasa akomodasi mencatat 1.123 hotel di Pulau Lombok dengan total 13.039 kamar.
Kota Mataram memiliki 145 hotel dengan 3.390 kamar.
Lombok Barat 152 hotel dengan 3.718 kamar, Lombok Tengah 283 hotel dengan 1.544 kamar.
Baca Juga: UKM Dina Hidupkan Kembali Tenun Ntobo
Kemudian Lombok Utara memiliki 298 hotel dengan 3.293 kamar dan Lombok Timur 245 hotel dengan 1.094 kamar.
“Last minute, saya rasa hotel-hotel itu akan penuh,” sambungnya.
PHRI NTB berharap momentum MotoGP dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh sektor perhotelan.
Tingginya okupansi diharapkan berjalan seiring dengan pelayanan berkualitas dan tarif yang tetap wajar.
Baca Juga: Minuman Kelor NTB Tembus Pasar Global
Dengan demikian, MotoGP tidak hanya memberikan dampak ekonomi jangka pendek.
Namun juga memperkuat citra Lombok sebagai destinasi yang nyaman, kompetitif, dan layak dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah maupun mancanegara.
Editor : Kimda Farida
Sumber : Liputan