Pertamina Tambah 57,9 Juta Liter BBM, Operasional SPBU di Bali Diperkuat

Kimda Farida • Dipublikasikan Kamis, 15 Oktober 2026 | 04:54 WIB
Kapal tanker Pertamina melakukan aktivitas bongkar muat BBM di terminal sebagai bagian dari upaya memperkuat pasokan dan mempercepat pemulihan layanan BBM di Bali.
Kapal tanker Pertamina melakukan aktivitas bongkar muat BBM di terminal sebagai bagian dari upaya memperkuat pasokan dan mempercepat pemulihan layanan BBM di Bali.

LombokPost--Upaya pemulihan layanan BBM di Bali terus dikebut. PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus menambah pasokan hingga 57,9 juta liter BBM, memperpanjang jam operasional SPBU, hingga memperkuat armada Mobil Tangki untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat terpenuhi.

Tambahan pasokan tersebut akan didatangkan secara bertahap pada 14–17 Oktober 2026 melalui Terminal Manggis dan Terminal Sanggaran.

Dari total tambahan pasokan 57,9 juta liter itu, sebanyak 44,9 juta liter merupakan Pertalite dan 13 juta liter Pertamax. Pasokan tersebut diharapkan memperkuat distribusi BBM ke sejumlah SPBU di wilayah Bali.

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan berbagai langkah dilakukan secara terpadu dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat dan kondisi operasional di lapangan.

“Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus terus mengoptimalkan seluruh lini operasional untuk mempercepat pemulihan layanan BBM di Bali. Kami memperkuat pasokan, meningkatkan kesiapan SPBU, serta mengerahkan dukungan personel dan armada agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan semakin optimal,” ujar Ahad.

Jam Operasional SPBU Ditambah

Selain memperkuat pasokan BBM, Pertamina juga menambah akses masyarakat terhadap layanan pengisian BBM melalui peningkatan jam operasional SPBU.

Di Kota Denpasar, sebelumnya terdapat 24 SPBU yang beroperasi selama 24 jam. Jumlah tersebut akan diperkuat dengan 60 SPBU tambahan yang disiapkan beroperasi 24 jam.

Penambahan jam operasional ini diharapkan dapat memberikan lebih banyak pilihan waktu bagi masyarakat untuk mengisi BBM sekaligus membantu mengelola antrean di SPBU.

Pertamina juga memperkuat kesiapan personel dengan menambah operator SPBU cadangan. Koordinasi dilakukan bersama Kodam IX/Udayana untuk mendukung kebutuhan operasional di lapangan.

Tak hanya itu, pengemudi Mobil Tangki cadangan juga disiapkan untuk mengantisipasi kebutuhan waktu istirahat pengemudi. Langkah tersebut dilakukan agar distribusi BBM tetap berjalan lancar tanpa mengabaikan aspek keselamatan kerja.

Armada Mobil Tangki dari Banyuwangi Dialihkan ke Bali

Pada sisi distribusi, Pertamina Patra Niaga mengupayakan penambahan armada Mobil Tangki, termasuk dengan mengalihkan sebagian armada dari Banyuwangi ke Bali.

Penambahan armada ini ditujukan untuk memperkuat penyaluran BBM dari terminal menuju SPBU di berbagai wilayah Bali.

Pertamina juga mengoptimalkan layanan motoris BBM bagi pengguna kendaraan roda dua sesuai ketentuan operasional dan keselamatan. Layanan tersebut menjadi salah satu alternatif untuk membantu memenuhi kebutuhan BBM sekaligus mengurai antrean di lapangan.

Ahad menegaskan, pemulihan layanan BBM tidak hanya bergantung pada ketersediaan stok.

“Pemulihan layanan tidak hanya bergantung pada penambahan pasokan, tetapi juga pada kesiapan seluruh unsur operasional, mulai dari terminal, armada pengangkut, hingga pelayanan di SPBU,” katanya.

Menurut dia, Pertamina terus memperkuat koordinasi dengan para pemangku kepentingan serta melakukan evaluasi terhadap kondisi lapangan agar langkah pemulihan dapat berjalan efektif dan sesuai kebutuhan masyarakat.

Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus memastikan pemantauan terhadap pasokan dan penyaluran BBM di Bali terus dilakukan. Koordinasi dengan seluruh pihak terkait juga diperkuat untuk mempercepat pemulihan layanan.

Masyarakat diimbau tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan. Informasi terkait layanan energi Pertamina dapat diperoleh melalui kanal resmi Pertamina atau Pertamina Contact Center 135.

Editor : Kimda Farida
Sumber : siaran pers
BBM Bali SPBU Bali pertamax pertamina Pertalite