Bulog Perkuat Pasokan Beras NTB

Ferial Ayu • Dipublikasikan Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:08 WIB
SIDAK: Direktur Utama Perum Bulog Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani (dua kanan) melakukan sidak beras kemasan di Lotte Mataram, Sabtu (10/10). (IST/LOMBOK POST)
SIDAK: Direktur Utama Perum Bulog Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani (dua kanan) melakukan sidak beras kemasan di Lotte Mataram, Sabtu (10/10). (IST/LOMBOK POST)

LombokPost – Perum Bulog memperkuat pasokan beras di NTB untuk menjaga ketersediaan pangan dan mengendalikan harga di tingkat konsumen.

Langkah ini dilakukan di tengah kekhawatiran kelangkaan beras di sejumlah daerah. Sekaligus memastikan masyarakat Lombok tetap bisa mendapatkan beras dengan harga sesuai ketentuan.

Hal ini ditegaskan Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani saat memantau ketersediaan beras premium di sejumlah supermarket di Mataram, Sabtu (10/10).

Dalam inspeksi mendadak (sidak) tersebut, beras premium produk Bulog tersedia di rak penjualan dengan harga maksimal Rp 74.500 per kemasan lima kilogram. Harga itu setara Rp 14.900 per kilogram.

Baca Juga: Enam KDMP di Lombok Utara Layak Beroperasi dengan Catatan

Rizal meminta masyarakat tidak khawatir terhadap ketersediaan beras dan menghindari pembelian berlebihan.

“Beras premium Bulog masih tersedia, jadi jangan panic buying,” ujarnya.

Menurut Rizal, NTB masuk Zona 1 dalam skema distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Berdasarkan ketentuan Badan Pangan Nasional (Bapanas), harga eceran tertinggi (HET) beras medium di zona tersebut sebesar Rp 12.500 per kilogram, sedangkan beras premium maksimal Rp 14.900 per kilogram.

Baca Juga: Pokir DPRD NTB Dihapus Total di APBD Perubahan 2026, Kegiatan Telanjur Berjalan Diaudit

Penguatan pasokan di daerah ditopang cadangan beras nasional yang dikuasai Bulog. Hingga 9 Oktober 2026, stok beras perusahaan mencapai 4,5 juta ton.

Jumlah tersebut diperkirakan mampu menopang ketahanan pangan nasional hingga Juli 2027.

“Masyarakat tidak perlu khawatir, kami jamin stok beras yang dikuasai Bulog saat ini sangat mumpuni dan cukup untuk menyokong ketahanan pangan nasional hingga bulan Juli 2027,” katanya.

Selain mengandalkan stok yang tersedia, Bulog menyiapkan penyaluran 300 ribu ton beras komersial hingga akhir 2026.

Langkah ini ditujukan untuk memperkuat pasokan beras premium di pasar, terutama ketika harga gabah di tingkat petani berada di kisaran Rp 8.000-9.000 per kilogram.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata harga nasional beras premium mencapai Rp 16.525 per kilogram dan beras medium Rp 14.676 per kilogram.

Baca Juga: Sisi Lain MotoGP Mandalika 2026, Simanjuntak, Penonton Asal Bandung Bertahan di Tenda Demi Menonton

Bagi masyarakat NTB, ketersediaan stok perlu diimbangi kelancaran distribusi dan pengawasan harga di tingkat pengecer.

Dengan demikian, penguatan pasokan Bulog diharapkan menjaga akses masyarakat terhadap beras sekaligus mencegah kepanikan akibat kekhawatiran kelangkaan pangan.

 

Editor : Kimda Farida
Sumber : Liputan
cadangan beras nasional beras premium gabah bulog Beras