Harga Beras di Pasar dan Ritel NTB Masih Sesuai HET, Stok Mencukupi Hingga 27 Bulan ke Depan

Ferial Ayu • Dipublikasikan Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:22 WIB
SIDAK: Direktur Pengendalian Kerawanan Pangan Bapanas Rachmad Firdaus (tiga kiri) dan Pimwil Bulog NTB Mara Kamin Siregar (empat kiri) saat melakukan sidak beras SPHP di Hypermart Lombok Epicentrum Mall, Kamis (15/10).
SIDAK: Direktur Pengendalian Kerawanan Pangan Bapanas Rachmad Firdaus (tiga kiri) dan Pimwil Bulog NTB Mara Kamin Siregar (empat kiri) saat melakukan sidak beras SPHP di Hypermart Lombok Epicentrum Mall, Kamis (15/10).

LombokPost – Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Perum Bulog dan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTB melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar dan ritel modern di Mataram, Kamis (15/10).

Dalam sidak tersebut, petugas memeriksa harga jual, ketersediaan stok, hingga kualitas beras yang beredar.

Hasil pemantauan menunjukkan harga beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), medium, dan premium masih sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).

Direktur Pengendalian Kerawanan Pangan Bapanas Rachmad Firdaus mengatakan, pemantauan di NTB telah berlangsung selama lebih dari satu bulan. Pemantuan tersebut menunjukkan kondisi pasokan dan harga beras relatif terkendali.

Baca Juga: Produksi Beras NTB Tembus 1,68 Juta Ton, Stok Bulog Aman

“Jadi kita bisa menjaga ketersediaan dan stabilisasi harga sesuai dengan yang diharapkan,” katanya.

Meski demikian, petugas menemukan sejumlah beras yang belum mencantumkan label mutu pangan di pasar.

Temuan tersebut menjadi catatan penting karena konsumen perlu memperoleh informasi jelas mengenai mutu beras yang dibeli.

“Memang ada dinamika sedikit di beras premiumnya. Hanya saja, beras yang beredar di pasar masih dijumpai yang belum ada label mutu pangannya. Itu yang akan menjadi catatan kita,” jelas Firdaus.

Baca Juga: Polda NTB Perketat Pengamanan Logistik MotoGP di BIZAM

Dari sisi kualitas, beras yang diperiksa masih tergolong baik. Petugas tidak menemukan beras rusak atau terserang kutu selama pemeriksaan di lokasi tersebut.

Sementara itu, Kepala Perum Bulog Kanwil NTB Mara Kamin Siregar memastikan persediaan beras yang dikelola Bulog diperkirakan mencukupi kebutuhan hingga 27 bulan ke depan.

Harga beras SPHP yang ditemukan dalam sidak berkisar Rp 10.500 hingga Rp 12.500 per kilogram.

“Bahkan ada pedagang yang menjualnya di bawah HET,” ujarnya.

Untuk menjaga stabilitas pasokan, Bulog NTB menyalurkan beras SPHP sekitar 80–100 ton per hari. Penyerapan gabah dan beras juga terus dilakukan guna memperkuat cadangan pangan.

Regar mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian berlebihan karena persediaan masih mencukupi.

Baca Juga: Proyek Hilirisasi Ayam Terintegrasi Bidik Jagung Dompu

Pengawasan bersama Satgas Pangan dan kepolisian akan terus dilakukan.

“Kita memastikan distribusi lancar, harga terkendali, serta beras yang beredar memenuhi ketentuan mutu dan pelabelan pangan,” pungkasnya.

 

Editor : Kimda Farida
Sumber : Liputan
harga sidak bulog Beras Bapanas