Napas Hijau Batik Temas

Ivan.Mardiansyah • Dipublikasikan Jumat, 23 Oktober 2026 | 19:58 WIB
Ketelitian Canting: Seorang perajin fokus menggoreskan lilin malam pada lembaran kain di Sanggar Batik Temas, Kota Batu. Ketekunan tangan perajin ini menjadi fondasi utama kelestarian batik tulis tradisional di tengah persaingan industri kain cetak (19/17/2026).
Ketelitian Canting: Seorang perajin fokus menggoreskan lilin malam pada lembaran kain di Sanggar Batik Temas, Kota Batu. Ketekunan tangan perajin ini menjadi fondasi utama kelestarian batik tulis tradisional di tengah persaingan industri kain cetak (19/17/2026).

 

LombokPost- Di tengah gempuran kain cetak sintetis dan dinamika ekonomi yang ketat, para perajin Batik Temas di Kota Batu, Jawa Timur, memilih jalan konsisten. Industri kreatif Batik Temas terus berkomitmen merawat tradisi pembuatan batik organik lewat pembentukan ekosistem produksi yang ramah lingkungan.

Dengan mengangkat identitas flora lokal sebagai motif utama, roda produksi Batik Temas kian berputar kencang. Perkembangan pesat usaha Batik Temas ini tidak lepas dari suntikan investasi modal melalui Program Pendanaan Usaha Mikro dan Kecil (PUMK) Pertamina senilai Rp 250 juta.

Dukungan PUMK Pertamina yang disalurkan dalam dua termin tersebut menjadi bahan bakar utama bagi pengembang Batik Temas untuk terus bertahan sekaligus berekspansi. Bantuan dari PUMK Pertamina ini terbukti ampuh mengakselerasi daya saing produk di tengah gempuran produk tekstil impor.

Efisiensi Energi Hijau: Proses perebusan dan pelorotan malam di Batik Temas memanfaatkan pasokan gas LPG Bright Gas dari Pertamina. Migrasi bahan bakar ini mendorong proses produksi yang lebih bersih, hemat waktu, dan ramah lingkungan (19/17/2026).
Efisiensi Energi Hijau: Proses perebusan dan pelorotan malam di Batik Temas memanfaatkan pasokan gas LPG Bright Gas dari Pertamina. Migrasi bahan bakar ini mendorong proses produksi yang lebih bersih, hemat waktu, dan ramah lingkungan (19/17/2026).

 

Selain mengamankan biaya operasional harian dan memastikan kesejahteraan upah para perajin, suntikan dana dari PUMK Pertamina ini memicu modernisasi proses produksi. Roda usaha Batik Temas kini berjalan jauh lebih efisien, terstruktur, dan tetap berorientasi pada kelestarian lingkungan.

Salah satu pijakan penting dari transformasi hijau di bengkel Batik Temas terlihat dari migrasi bahan bakar operasional. Dukungan PUMK Pertamina mendorong perajin beralih menggunakan Bright Gas untuk proses pelorotan dan pemanasan lilin malam.

Penggunaan LPG non-subsidi Bright Gas dalam ekosistem Batik Temas terbukti mampu memangkas emisi produksi secara signifikan. Langkah konversi energi ini juga sukses menjaga konsistensi kestabilan suhu sehingga kualitas warna alami pada helai kain Batik Temas tetap terjaga sempurna.

Sinergi antara pemodalan terarah lewat PUMK Pertamina, konversi energi bersih, dan ketekunan para perajin lokal berhasil membangun ekosistem ekonomi yang tangguh. Keberhasilan Batik Temas menjadi bukti nyata bagaimana pendanaan UMKM mampu mendongkrak kelas produk lokal.

Kini karya Batik Temas khas Kota Batu tidak hanya mampu bertahan di pasar domestik, tetapi juga sukses merambah pasar internasional. Sentuhan modal PUMK Pertamina dan efisiensi produksi terbukti membawa Batik Temas menembus pasar global dengan nilai jual yang sangat tinggi.

Menembus Pasar: Seorang pengunjung mencocokkan ukuran badannya dengan busana Batik Temas di sebuah artshop (19/17/2026). Dukungan permodalan PUMK Pertamina sukses mendorong batik tulis lokal Kota Batu naik kelas hingga ke pasar internasional.
Menembus Pasar: Seorang pengunjung mencocokkan ukuran badannya dengan busana Batik Temas di sebuah artshop (19/17/2026). Dukungan permodalan PUMK Pertamina sukses mendorong batik tulis lokal Kota Batu naik kelas hingga ke pasar internasional.

 

Editor : Prihadi Zoldic
Lombok Post