Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Timur Tengah Butuh Banyak Perawat

Administrator • Kamis, 19 September 2019 | 10:14 WIB
Photo
Photo
MATARAM-Kesempatan kerja di luar negeri bagi tenaga kesehatan kini terbuka lebar. Ini disosialisasikan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB bersama PT Timuraya Jaya Lestari (TJL), kemarin (18/9).

Demand-nya (permintaan) banyak (untuk tenaga kesehatan). Untuk Timur Tengah saja yang dibutuhkan dari kita sekitar 2.000 orang,” kata Direktur PT TJL Ahmad Faisal usai membuka sosialisasi rekrut tenaga kerja perawat ke luar negeri di salah satu hotel di Mataram, kemarin.

PT TJL sendiri dipercaya merekrut tenaga kerja untuk penempatan Arab Saudi dan Kuwait. Salah satunya untuk kebutuhan tenaga kesehatan di Rumah Sakit Sulaiman Al Habib di Arab Saudi.

Faisal menjelaskan, sosialisasi ini merupakan yang pertama dilaksanakan di Lombok. Sebelumnya, mereka sudah memberikan sosialisasi sekaligus training di Jawa Timur dan beberapa daerah di Indonesia.

Lebih dari 100 orang hadir mengikuti sosialisasi ini. Mereka merupakan lulusan sekolah kesehatan di NTB. Seperti Stikes Mataram, Poltekkes Mataram, Stikes Yarsi, dan Universitas NW. Mereka sangat antusias dan sangat berminat untuk bekerja di luar negeri.

Kegiatan ini juga dihadiri Kepala Disnakertrans NTB Agus Patria, Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Kerja Disnakertrans NTB, serta perwakilan dari BP3TKI NTB dan sejumlah instansi terkait.

Setelah mengikuti sosialisasi, mereka yang berminat bisa mendaftar untuk mengikuti training yang diberikan secara gratis. Training dilaksanakan PT TJL bersama Disnakertrans NTB dengan menghadirkan narasumber-narasumber yang berkompeten di bidang ketenagakerjaan. Di antaranya dari Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI), Stikes Mataram, Disnakertrans, dan PT TJL sendiri.

Materi yang diberikan antara lain kebijakan pemerintah pusat terkait bekerja di luar negeri, kiat bekerja migran sebagai perawat kesehatan, serta job order dan rekrutmen pekerja migran perawat kesehatan.

“Saat training, kami akan berikan keterangan seterang-terangnya, secara aspek hukum maupun kontrak, dan  kewajiban sejelas-jelasnya,” kata Faisal.

Dari training sekitar 10 hari itu, diharapkan calon tenaga kerja lebih siap. Baik mengenai kemampuan dirinya dan apa yang akan dikerjakan di lokasi penempatan. “Saat training kami juga lakukan interview. Kalau sudah diterima tinggal mengikuti rule aja,” katanya.

Sebelumnya Kepala Disnakertrans NTB Agus Patria mengatakan, salah satu masalah di daerah adalah terbatasnya lapangan kerja bagi tenaga kesehatan. Jumlah rumah sakit yang ada, tidak sebanding dengan jumlah lulusan sekolah-sekolah kesehatan. Sehingga hanya sebagian kecil yang bisa bekerja sesuai ilmunya.

“Sekarang ada beberapa negara yang menawarkan (lapangan kerja). Seperti yang dibawa oleh PT TJL untuk penempatan di Arab Saudi dan Kuwait,” kata Agus.

Terkait kesempatan dan peluang bekerja di luar negeri, Agus meminta para peserta sosialisasi yang berminat untuk berangkat melalui perusahaan yang resmi, seperti PT TJL. Dengan begitu, pemerintah bisa memberikan perlindungan kepada tenaga kerja.  “Mereka (perusahaan) kita awasi. Setiap pemberangkatan kita juga ikut melihat bagaimana perjanjian kerjanya,” kata Agus. (jm/r1/adv) Editor : Administrator
#Lowongan kerja #Disnakertrans