Fatih Kudus Jaelani, Lombok Timur
Ribuan warga Desa Pringgasela berteriak saat Korkab PKH Lotim Saparudin menyebut nama Eva Yolanda. Pagi jelang siang itu, di lapangan umum Pringgasela, Saparudin meminta masyarakat memberi dukungan padanya.
Tak banyak yang tahu jika Eva yang berasal dari Desa Lando, Kecamatan Terara itu merupakan putri dari keluarga penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH). “Malam Senin nanti, (kemarin malam) Eva akan tampil untuk maju ke babak 22 besar,” kata Saparudin disambut tepuk tangan warga.
Kata Saparudin, itulah mengapa SDM PKH Lotim sangat getol mendukung Eva. Tidak hanya ia dari Lotim, tapi juga karena ia merupakan bagian dari keluarga besar PKH Lotim. Hal ini menunjukkan salah satu bukti keunggulan PKH.
Saat itu, Suhaili yang ditunjuk sebagai bendahara kemenangan Eva Yolanda maju ke atas panggung membawa sebuah kardus. Kardus itu langsung diisi oleh Kadinsos Lotim H Ahmad. Tak butuh waktu lama, kardus itu dengan cepat dipenuhi oleh rupiah.
Selain mendukung dengan dana, pihaknya juga melakukan nobar. Setiap kali tampil, nobar selalu dilaksanakan di pendopo wakil bupati Lotim. Kemudian ada juga di Rarang.
Ia berharap Eva bisa menjadi juara LIDA 2020. Nantinya, jika Eva melaju ke lima besar saja, ia akan bersurat ke Kemensos. Dengan harapan para petinggi di sana bisa ikut memberikan dukungan. “Kalau masuk lima besar saja, kita berharap orang tua Eva melakukan graduasi mandiri,” jelasnya. (r5/*) Editor : Administrator