-----------------------
JALAN Yos Sudarso Ampenan dari simpang lima ke arah barat selalu ramai. Terutama pada sore hari. Masyarakat, khususnya yang muslim berburu takjil mulai dari kurma dan hidangan berbuka lainnya.
Tiap Ramadan, jalan ini selalu padat. Pedagang kurma musiman berjejer di sepanjang jalan. Tak hanya pedagang kurma atau takjil, namun di sepanjang jalan ini ada juga toko gudang ilmu, yakni buku.
Toko yang terletak di sisi utara jalan ini menjajakan ribuan buku. Sekilas, bubu-buku yang dijajakan di toko yang yang mulai beroperasi pada 1998 silam ini, kebanyakan buku bernuansa Islami. Seperti buku doa, buku hadist, Alquran dan terjemahannya. “Jumlah buku yang laku masih seperti biasa, tapi di Ramadan kebanyakan yang dicari Alquran,” tutur Majid, pemilik Toko Buku Dunia Ilmu.
Koleksi buku yang ada di toko ini cukup lengkap. Majid melihat animo masyarakat membelli buku pada Ramadan sama seperti bulan-bulan sebelumnya. Hanya saja di bulan suci ini banyak orang yang cari Alquran. “Kadang berdus-dus yang pesan Alquran pada puasa ini,” ujar dia.
Biasanya kata dia, Alquran yang dipesan dalam jumlah banyak akan disumbangkan. Karena di bulan penuh hikmah ini orang berlomba-lomba berbuat kebaikan guna memperbanyak pahala. “Alquran yang paling banyak laku pada Ramadan,” kata dia.
Kini, buku-buku murah bermuatan Islami juga sangat digemari, seperti Juz Amma, buku tentang fikih wanita dan fikih Islam. “Harga buku di sini bervariasi,” ucapnya.
Dia mengakui minat baca masyarakat saat Ramadan meningkat lantaran ingin memanfaatkan waktunya untuk menambah ilmu agama melalui buku. “Minat baca meningkat, apalagi untuk buku-buku bernuansa Islami,” ujarnya.
Meski bacaan online semakin meningkat, Majid optimis jumlah pembaca buku tidak akan menurun. Bahkan dia melihat pangsa pasar buku tetap ada. Karena menurutnya buku akan tetap dibutuhkan masyarakat. “Peminat buku akan tetap ada. Karena buku sudah ada pangsa pasarnya sendiri,” cetus dia. (ali rojai/r3) Editor : Administrator