Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

TGH Sholah Sukarnawadi : Politik Sebagai Salah Satu Wadah Dalam Berdakwah

Fatih Kudus Jaelani • Jumat, 15 September 2023 | 16:51 WIB

Photo
Photo
Para Tuan Guru Dalam Pertarungan Pileg 2024 di NTB (3)

 

Jamaah yang mencintai tuan gurunya sudah barang tentu akan merasa takut ditinggalkan. Khawatir jika tuan gurunya terpilih nanti, kesibukan menjadi anggota dewan membuatnya jarang mengisi pengajian. Kekhawatiran semacam itu dilontarkan jamaah pada TGH Sholah Sukarnawadi. Dengan penuh keyakinan, Ia menjawab akan membagi waktu sebaik mungkin. Sehingga politik dan dakwah bisa berdampingan. Seiring-sejalan.

 

Fatih Kudus Jaelani

 

Kiprah TGB M Zainul Majdi yang terjun dan berkhidmat di kancah politik sebagai wadah pengabdian untuk umat menjadi motivasi utama TGH Sholah Sukarnawadi memantapkan hati menjadi Calon Legislatif (Caleg) DPRD NTB Dapil NTB 3 dari Partai Perindo.

 

“Selain itu menurut saya politik juga memiliki peran yang sangat strategis untuk diisi oleh setiap anak bangsa untuk tujuan yang baik dengan cara-cara yang baik,” kata TGH Sholah pada Lombok Post, kemarin (14/9).

 

Motivasi itu baginya sudah cukup kuat untuk berikhtiar memeroleh suara rakyat. Setelah memiliki motivasi yang kuat, dengan dorongan dari masyarakat, Sholah memastikan jika dirinya memiliki modal sosial.

 

 Baginya, tidak semua Caleg yang mempunyai uang bisa meraih kursi, dan tidak sedikit juga Caleg dengan modal keuangan yang cukup bisa lolos menjadi anggota dewan.

 

Kata Sholah, suksesnya seorang politisi sebagai anggota DPR tergantung dari sejauh mana mereka dapat menanam nilai-nilai baik di masyarakat sebagai investasi sosial. Berbuat baik untuk masyarakat sebagai wujud investasi sosial tidak dapat dilakukan secara instan.

 

“Saya dengan latar belakang sebagai seorang pendakwah secara tidak langsung sudah melakukannya melalui kegiatan dakwah keliling untuk menyentuh dan berinteraksi langsung dengan masyarakat, wabilkhusus jamaah,” terangnya.

 

Karena investasi sosial itulah, Sholah meyakini apa yang melekat pada dirinya, baik sebagai seorang tuan guru atau pun jika nanti menjadi anggota dewan akan sepenuhnya dinilai oleh masyarakat. Namun tentu ia tetap ingin dinilai sebagai sosok tuan guru yang dekat dengan jamaah.

 

Kata dia, sebagai seorang pendakwah, jikalau ditakdirkan menjadi anggota dewan, maka berdakwah tidak akan ia tinggalkan. Justru sebagai anggota partai, ia akan menjadikan dakwah sebagai instrumen atau alat untuk memberikan edukasi politik pada masyarakat. “Hanya saja sekali lagi bagaimana kita bisa mengatur waktu sebaik mungkin. Ini penting,”  paparnya.

 

Mengenai sosok atau figur yang bisa saja berubah pada dirinya, Sholah menegaskan jika prinsip dan nilai jauh lebih penting dari sekedar label, nama, dan ketokohan seseorang.   

Artinya, menurutnya yang terpenting adalah bagaimana seseorang mampu mengimplementasikan prinsip dan nilai-nilai baik dalam agama ke dalam sendi-sendi politik dan semua tatanan profesi yang ada.

 

“Jika nilai dan prinsip ini kita terapkan dalam semua ranah pengabdian kita, maka secara otomatis masyarakat akan menilai dan melabel kita sesuai dengan prinsip dan nilai-nilai yang kita bawa,” jelasnya.

 

Terakhir, Sholah mengaku meminta dukungan dari para tuan guru lainnya, dan sejauh ini dirinya mendapatkan respon baik berupa do’a dan dukungan.

 

“Visi saya memberikan kebermanfatan kepada masyarakat secara adil, merata, dan menyeluruh. Dengan misi menjadi wakil rakyat yang amanah, jujur, transfaran, dan akuntabel, dan memperjuangkan peningkatan anggaran, penggunaan dan pengawasan anggaran untuk kegiatan keagamaan, pendidikan, sosial, dan ekonomi masyarakat,” pungkasnya. (*bersambung)

 

 

 

Editor : Redaksi Lombok Post
#tuan guru #Pemilu 2024 #politik #TGH Sholah Sukarnawadi