Sosoknya sederhana. Namun bagi masyarakat Kelurahan Ampenan Tengah, polisi yang satu ini cukup istimewa. Dialah Ajun Inspektur Polisi Dua (Aipda) Johan Wahyudi.
TAMPILANNYA sama seperti anggota kepolisian pada umumnya. Namun yang khas dari Aipda Johan Wahyudi adalah keramahannya.
Bahasanya singkat dan mudah dimengerti. Dari caranya bicara, begitu terasa kalau sosoknya adalah pengayom.
Tak salah jika Pemerintah Kota Mataram menobatkannya sebagai salah satu Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) terbaik. Ia dianugerahi penghargaan oleh Wali Kota Mataram piagam dan uang penghargaan Rp 5 juta pada HUT Kota Mataram tanggal 31 Agustus 2023 lalu.
“Terus terang kami merasakan bagaimana beliau itu benar-benar hadir membantu masyarakat di Ampenan Tengah. Kinerjanya luar biasa,” ungkap Camat Ampenan Muzakkir Walad.
Aipda Johan Wahyudi tidak pernah menyangka dirinya akan dinobatkan sebagai Bhabinkamtibmas terbaik tahun 2023 Kota Mataram. Mengharapkannya pun tidak pernah terlintas di benaknya. Baginya, pengabdian sudah menjadi tugas utamanya.
“Bagi saya bekerja untuk masyarakat itu harus dari hati. Karena kalau tidak seperti itu, kita tidak bisa menikmati pekerjaan ini,” kata Johan.
Dikatakan, jam kerja sebagai Bhabinkamtibmas tidak ada batasan waktu. Selama 24 jam, Bhabinkamtibmas harus siap menghadapi berbagai persoalan di tengah masyarakat. Entah persoalan konflik sosial, kenakalan remaja, tindak kriminal, dan yang lainnya.
Persoalan di tengah masyarakat kelurahan dirasakannya begitu kompleks. Sehingga sudah menjadi tugas Bhabinkamtibmas bersama lurah dan babinsa bekerja sama menyelesaikan semua masalah tersebut.
Salah satu persoalan cukup kompleks yang pernah ditanganinya adalah kasus pelecehan seksual. Ia menceritakan, kala itu, salah satu warga diduga mengalami penyakit aneh. Hal ini kemudian membuatnya berobat ke dukun yang ada di wilayah Lombok Barat. Tepatnya di wilayah Batulayar.
Namun dengan modus tertentu, dukun tempatnya berobat ternyata menyetubuhi anak yang masih di bawah umur ini. Sampai korban hamil.
Sempat terjadi ketegangan di tengah masyarakat. Beberapa solusi disiapkan warga bersama pihak kelurahan. Mulai dari mediasi hingga pelaporan ke pihak kepolisian.
Di sinilah peran Bhabinkamtibmas hadir meredam konflik ini. Setelah menjalin komunikasi dengan kedua pihak dan keluarga, akhirnya korban dan pelaku sepakat dinikahkan.
“Keluarga korban sempat kami sarankan melaporkan kasus ini, tetapi yang bersangkutan mengaku malu dan memilih jalan mediasi untuk dinikahkan,” papar ayah tiga anak ini.
Kegigihan dan kesungguhannya membantu menyelesaikan masalah warga akhirnya mendapat apresiasi dari semua pihak. Termasuk Pemerintah Kota Mataram. Ketulusan Aipda Johan Wahyudi dalam melayani dan mengayomi masyarakat diganjar penghargaan. (hamdani wathoni/r1)
Editor : Marthadi