Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Titik Temu Cafe, Syurganya Penikmat Kopi: Menikmatinya Harus Merdeka! (2)

Miq Ade • Rabu, 15 November 2023 | 13:00 WIB

Anggota DPR RI Johan Rosihan dan Huzaini Areka
Anggota DPR RI Johan Rosihan dan Huzaini Areka

 

Ngopi tidak hanya sekadar hobi. Di dalam terkandung nilai-nilai filosofis hingga semangat kesetaraan dan penyatuan.

 --------

KOLEKSI varian kopi yang  lengkap: lokal dan nasional. Huzaini Areka sengaja mengumpulkan semuanya untuk mewujudkan kemerdekaan dalam ngopi.

“Jadi ngopi itu harus merdeka, baru cita rasanya maksimal,” ungkapnya.

Areka mengatakan dalam sebuah acara perngopian jangan sampai ada yang tersandera oleh suguhan tuan rumah atau pemilik cafe. “Contoh sederhana ada orang yang suka ngopi pakai gula ada yang tidak suka pakai gula,” ujarnya.

Dua cara itu sah dalam acara ngopi. Tetapi penikmat kopi acap kali tersandera oleh suguhan kopi yang sudah diberi gula atau tidak ada gula sama sekali.

“Penikmat kopi gagal menikmati kopinya,” ujarnya filosofis sembari terkekeh.

Begitu pula dari aspek penyajian. Setiap penikmat kopi punya konsep berbeda.  “Ada yang senang kopi yang sangat kental, encer, espresso, tubruk, nah semua itu kita layani di sini, sekali lagi demi kemerdekaan dalam perngopian,” dalilnya.

Titik Temu Cafe sebisanya menyuguhkan kemauan pembeli. Pengejawantahan dari adigum: pembeli adalah raja.

“Merdeka rasa, jiwa, perasaan, tempat, pilihan, kita harus merdeka,” tekannya berulang-ulang.

Barulah seorang penikmat kopi dapat menikmati cita rasa dalam dari setiap seruput kopi. “Walaupun cara menikmati kopi berbeda-beda, tapi kopi itu sendiri menyatukan setiap orang,” ujarnya.

Titik Temu Cafe menjadi saksi di mana setiap golongan membaur menjadi satu. Tujuan mereka sama: menikmati secangkir kopi.

“Ada mahasiswa, pegawai, tuan guru, politisi, LSM, tokoh lintas partai. Seperti tuan guru Mahalli Fikri, anggota DPR RI Syamsul Lutfi, Johan Rosihan, semua pernah mampir ke sini sembari menikmati secangkir kopi,” tuturnya.

Ada juga dari kalangan pejabat seperti sekda, penjabat, staf ahli, kepala dinas. “Kabag hingga staf pernah ngopi di sini,” rincinya.

Sebelum memulai usaha itu, Areka dulunya adalah seorang pengusaha di bidang percetakan.  Tetapi usahanya menghadapi situasi sulit ketika Pandemi Covid-19 melanda.

“Nyaris semua pengusaha saat Covid-19 tidak bisa bergerak usahanya,” kisahnya.

Areka yang juga seorang penikmat kopi sempat kebingungan mau merintis usaha apa. Sampai suatu ketika ia berpikir mengapa bukan hobi ngopi yang dijadikan usaha. 

“Di awal, saya mengawali usaha jualan kopi ini dengan membuat angkringan kita the ngopi,” kisahnya.

Areka mengudang teman-temannya yang senang berdiskusi untuk sekalian ngopi di tempatnya. Secara perlahan tempatnya pun semakin ramai di kunjungi.

“Saya juga tidak lupa untuk mengurus legalitas usaha, nama perusahaan, hak paten, izin halal, izin edar,” ujarnya.

Sekali lagi atas alasan filosofis, Areka mengganti nama angkringannya menjadi Titik Temu Cafe. “Sebab saya merasa tempat ini selalu menjadi titik temu kita dengan para kolega,” paparnya.

Oh ya, Areka punya menu kopi andalan. Walaupun sekali lagi, seperti yang dikatakannya di awal setiap orang punya cara sendiri menikmati kopi favoritnya.

“Saya punya kopi Alif, ini kopi energi. Bisa dinikmati panas atau dingin. Dicampur susu atau gula aren semua nikmat. Silakan mampir di titik temu cafe di jalan Pariwisata nomor 3, atau dari jalan Pejanggik di belakang kantor Bank NTB lama terus ke belakang lewat jalan Pelita,” jelasnya. (*)

 

Editor : Hidayatul Wathoni
#angkringan #hobi #kopi #penikmat kopi #merdeka #Filosofis #Mataram #Pandemi Covid-19 #ngopi #titik temu #cafe