LombokPost--Kampanye Pemilu 2024 terus bergulir. Tim dari Satpol PP Loteng pun menindak alat peraga kampanye yang melanggar aturan. Salah satunya median jalan sepanjang jalan protokol dan bypass.
---------
AWAN mendung menyelimuti langit Kota Praya. Satu per satu petugas Satuan Polisi (Satpol) Pamong Praja (PP) Lombok Tengah (Loteng) membentuk tiga barisan ke belakang di halaman kantor setempat.
Mereka menerima arahan dari Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketertiban Masyarakat (KUKM) Satpol PP Loteng Jumahir. Sebelum turun lapangan mencopot alat peraga kampanye (APK) yang akan ditertibkan.
Fokus utama penertiban adalah membersihkan APK yang masih terpasang di pepohonan pada median jalan protokol, bypass hingga bundaran Bandara Lombok.
Lima belas menit menerima arahan, mereka pun naik ke atas mobil patroli terbagi dalam tiga kelompok. Beriringan, ketiga mobil berangkat dari kantor langsung menuju jalan protokol Kota Praya kawasan Batujai. Dua mobil melambat, satu lagi gaspol menuju Bandara Lombok.
Petugas yang duduk di mobil patroli pun segera turun ke jalan. Menjalankan aksinya mencopot satu per satu APK yang merusak wajah di jalur hijau itu. Pencopotan berlangsung alot, lantaran spanduk yang memajang senyuman para calon legislatif menggunakan paku-paku berukuran besar.
"Copot sudah pak semua, bikin jelek jalan saja," teriakan warga yang tak jauh dari lokasi pagi itu.
Ratusan lembaran spanduk pun menumpuk di dalam mobil patroli. Sebelum dimusnahkan, Satpol PP Loteng akan menghubungi kembali si pemilik spanduk. Apakah akan mengambil kembali atau tidak. Jika tidak ada respon, maka pihaknya akan memusnahkan dengan cara dibakar. "Kalau gak diambil ya nanti kita bakar," ujar Jumahir.
Jumahir menuturkan aksi pencopotan baliho, spanduk dan banner caleg berdasarkan aturan PKPU Loteng. Salah satu lokasi yang dilarang terpasang APK adalah median jalan protokol.
"Terutama yang di median jalan ditertibkan, kalau pohon di pinggiran jalan masih kita biarkan meski dalam perda sebenarnya dilarang juga," terangnya.
Pertimbangan ini lantaran satu sisi sebagai upaya para caleg mengambil hati rakyat selama masa kampanye di Pemilu 2024.
"Kami sudah koordinasi dan sebelumnya meminta maaf untuk (mencopot, red) dan dimaklumi. Pencopotan ini semata-mata menjaga estetika lingkungan, elok dipandang mata," pungkas Jumahir. (lestari dewi)
Editor : Kimda Farida