Salah satu pengalaman menarik Mamiq Kus ketika menerapi seorang wanita Papua. Ia tak menyangka keberhasilannya mengobati wanita itu, membuat Bupati Mimika Papua Eltinus Omaleng mengundangnya secara khusus.
-----
SAAT itu, waktu telah menunjukkan lebih dari pukul 9 malam. Ketika gawai berdering dengan menampakkan nomor asing.
“Seseorang di ujung telepon memberitahu ada orang yang membutuhkan jasa kretek saya,” katanya, Senin (1/1).
Awalnya, Mamiq Kus menolak. Ia beralasan sudah saatnya istirahat.
Seharian ia telah melayani banyak orang yang membutuhkan terapi. “Tapi orang itu bilang, seseorang yang butuh bantuan itu dari Papua,” tuturnya.
Mamiq Kus tak bisa menolak. Ia juga berprinsip sebisa mungkin membantu siapa saja yang butuh pertolongan kalau datang dari jauh.
“Kalau dekat mungkin bisa datang besok, tapi kalau datang dari jauh belum tentu dia bisa menunggu,” ujarnya.
Mamiq Kus kemudian mendatangi hotel tempat orang Papua itu menginap. Ia menemui seorang wanita Papua berpenampilan elegan.
“Saya tanya ke wanita itu, mau layanan full body (kretek), dia jawab ‘yang penting saya sembuh’,” tuturnya.
Wanita itu ternyata mengalami masalah persendian di bagian lutut. Jalannya terpincang-pincang yang membuat Mamiq Kus semakin iba.
“Setelah saya kretek, alhamdulillah dia sembuh dan tidak pincang lagi. Dia sangat senang,” ujarnya.
Waktu-waktu berlalu. Hari berganti, begitu juga minggu.
“Suatu ketika ada telepon masuk lagi,” ujarnya.
Setelah mengangkat telepon, Mamiq Kus baru tahu ternyata panggilan itu dari orang yang mendampingi wanita Papua tempo hari. “Saya awalnya tidak tahu kalau wanita Papua yang saya bantu itu adalah istri Bupati Mimika dan seseorang yang menemaninya itu ajudannya,” ungkap Mamiq Kus sembari tersenyum.
Ia baru tahu setelah sang asisten, memintanya terbang ke Mimika, Papua. Undangan itu, ternyata tidak lepas dari peran istri sang Bupati yang telah diterapinya.
“Dia menceritakan ke suaminya kalau bisa sembuh setelah saya tangani dan sekarang suaminya tengah butuh pertolongan karena tidak bisa menggerakkan lengannya,” ujarnya.
Awalnya, Mamiq Kus sempat menolak halus tawaran itu. Alasannya pasien sedang ramai-ramainya butuh terapi.
Tetapi ibu bupati ikut mengontak sampai tiga kali dan menceritakan kondisi suaminya yang butuh bantuan. Ibu Bupati berjanji menanggung akomodasinya sampai tiga hari.
Mamiq Kus akhirnya luluh. “Berangkatlah saya dan asisten yang juga anak saya Lalu Adam Zikirullah,” terangnya.
Sepanjang perjalanan, bahkan di pesawat, Mamiq Kus membantu sejumlah orang. “Salah satu yang saya bantu di atas pesawat seorang bule yang menggunakan penyangga leher, alhamdulillah bisa tertolong,” ungkapnya senang.
Setiba di Papua, ia langsung ditunggu sang Bupati di sebelah hotel. “Di Swiss Bell Inn, di situ saya terapi,” ujarnya.
Setelah melakukan sejumlah teknik kretek, sang Bupati pulih dan bisa menggerakkan lagi tangannya. “Pak Bupati sangat senang, kami yang tadinya diberi akomodasi tiga hari ditambah jadi seminggu,” katanya.
Kini, dua tahun sudah Mamiq Kus buka jasa layanan keretek atau chiropractic. Sekitar 5000 pasien yang mengalami persendian telah dibantunya. “Semuanya terdata dalam pembukuan, bisa dilihat,” jelasnya.
Yang dibantu pun datang dasi banyak kalangan. Dari masyarakat biasa sampai tokoh daerah. “Almarhum Abu Macel salah satu yang pernah menulis profil saya di Lombok Post dulu juga pernah saya kretek,” tuturnya.
Berikutnya, mantan Gubernur NTB HL Serinata, Kapolresta Mataram Kombes Pol Mustafa, sejumlah tokoh tuan guru, bule Jerman, touris Arab, dan banyak lagi lainnya pernah diterapi. Mereka semua telah menikmati gurihnya kretek Mamiq Kus. (*)
Editor : Hidayatul Wathoni