Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Geliat Ekonomi Masyarakat di Desa Lantan, Isi Waktu Luang dengan Membuat Tas Anyaman Plastik (1)

Lestari Dewi • Jumat, 19 Januari 2024 | 18:30 WIB
ibu-ibu membuat kerajinan tas belanja berbahan strapping di salah satu rumah di Dusun Endut Tojang, Desa Lantan, Kecamatan Batukliang Utara, Lombok Tengah, Jumat (18/1).
ibu-ibu membuat kerajinan tas belanja berbahan strapping di salah satu rumah di Dusun Endut Tojang, Desa Lantan, Kecamatan Batukliang Utara, Lombok Tengah, Jumat (18/1).

Pada umumnya ibu-ibu berkumpul dan menghabiskan waktu dengan bergosip. Lain hal dilakukan para ibu-ibu di Dusun Endut Tojang, Desa Lantan, Kecamatan Batukliang Utara, Lombok Tengah.

Mereka patut diacungi jempol karena membentuk kelompok membuat kerajinan tas anyaman plastik. Selain asah keterampilan, hasil penjualan jadi tambahan modal usaha kelompok.

----

USAI memasak untuk keluarga dan merapikan isi rumah, para ibu-ibu dari Kelompok Usaha Wanita Endut (KUWE) Tojang mulai berdatangan ke kediaman Erlina, sang ketua kelompok. Bersama-sama mereka akan membuat kerajinan tas anyaman plastik. Maklum saja pesanan puluhan tas berbagai ukuran itu harus selesai pekan ini.

Satu per satu mereka duduk melingkar beralaskan tikar berukuran 180x200 meter. Bagian tengah sudah tersedia satu gulung besar tali berbahan strapping berwarna merah, serta beberapa kilogram tali strapping berwarna biru, merah muda, hitam dan ungu.

Tali strapping kiloan mulai digunting dengan ukuran panjang tertentu. Begitu pun yang lain. Keempat warna ini akan menjadi motif dari warna dasar merah nantinya. Seorang lainnya juga tampak memotong tali strapping warna merah dengan ukuran dua kali lipat lebih panjang.

Tahap awal membuat tas belanja ini adalah pada bagian dasar atau alas tas. Tekniknya seperti membuat anyaman tikar atau membuat ketupat. Namun, agar alas tas menjadi kuat, dibutuhkan dua orang untuk menjaga kerapatan tali-tali strapping.

Jari jemari para ibu-ibu terlihat piawai menganyam tali strapping yang dipasang berselang-seling. Tak ada kesulitan dan tak butuh waktu lama, tumpukan tali strapping yang beraneka warna disulap menjadi tas belanja cantik dengan berbagai warna dan ukuran.

Ya, itulah kesibukan para ibu-ibu kelompok KUWE Tojang saat ini. Menggeluti usaha pembuatan tas anyaman plastik. Usaha ini dilakukan sejak bulan September 2023 lalu, keterampilan menganyam tas diperoleh setelah mendapat pembelajaran dari program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Bagu.

“Awal-awal belajar cukup sulit juga, tapi kita coba dan rata-rata setelah tiga hari sudah mahir jadinya,” ungkap Ketua KUWE Tojang Erlina, Jumat (18/1).

Setelah mahir membuat, kenapa tidak mereka akhirnya membuat kelompok usaha bersama. Selain mengisi waktu luang dengan hal-hal yang bermanfaat, hasil penjualan bisa menambah penghasilan. Meski semuanya sepakat untuk sementara hasil penjualan sebagai tambahan modal usaha kerajinan anyaman tas strapping.

“Kita jual untuk usaha kelompok dulu,” ujar ibu dua anak itu.

Pemasaran tas anyaman diakui Erlina masih dijual secara lokal, sekitar Desa Lantan, Desa Aik Bukak, Desa Bodak, Desa Serojan, Desa Karang Sidemen hingga Desa Aik Darek. Meski begitu permintaan tas cukup tinggi hingga mereka menjadi kewalahan. Pesanan mulai dari satuan, belasan hingga puluhan tas dengan berbagai ukuran.

“Pengerjaan tas untuk ukuran mini S dan S jika tekun dilakukan, bisa mendapat lima buah tas dalam sehari,” tukasnya. (lestari dewi/bersambung)

 

Editor : Kimda Farida
#Lombok Tengah #batukliang utara #Desa Lantan