Seperti tahun-tahun sebelumnya, Pemda Loteng secara rutin menggelar kegiatan safari ramadhan pada 12 kecamatan se-Loteng. Kegiatan ini untuk meningkatkan silaturahmi pemerintah dengan masyarakat. Serta menyampaikan program kerja yang telah dan yang dilaksanakan di tahun 2024.
---------
USAI menjalankan ibadah solat sunnah tarawih dan witir, masyarakat mulai berdatangan menuju lokasi kegiatan safari ramadhan 1445 hijriah di kantor camat Batukliang Utara (BKU). Lokasi ini menjadi jadwal perdana Bupati Loteng Lalu Pathul Bahri bertemu dengan seluruh masyarakat dari wilayah utara.
Kursi plastik hijau yang berderet rapi dibawah tenda berukuran besar berwarna kain putih corak emas itu pun telah dipenuhi warga. Tidak hanya warga sekitar, hadir pula para tokoh agama, tokoh masyarakat, kepala desa, kepala dusun, serta sejumlah jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) dan Forkopimda Loteng.
Sembari menunggu kedatangan bupati, panitia acara memutar musik religi menemani waktu warga yang saling berbincang satu sama lainnya. Hingga akhirnya, tepat pukul 22.00 wita, orang nomor satu di Gumi Tatas Tuhu Trasna itu pun tiba. Mengenakan baju koko lengan panjang bersarung putih, lengkap dengan peci dan sorban hitam corak putih.
Dalam sambutannya, Bupati Pathul membeberkan seabrek kemajuan dan prestasi daerah yang telah dan sedang dijalankan tahun ini. Seperti, pertumbuhan ekonomi Loteng mencapai 5,77 persen tertinggi di NTB. Ini menunjukkan pemda Loteng telah berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakatnya.
Sedangkan tingkat kemiskinan mengalami penurunan berada di bawah provinsi yaitu mencapai 12,93 persen. Dan tingkat pengangguran juga turun dari 3,74 persen menjadi 2,33 persen.
”Ini menunjukkan program-program yang telah dilaksanakan Pemda Loteng telah memberikan dampak yang positif terhadap masyarakat,” ungkap Bupati Patul.
Untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, pihaknya telah menetapkan program unggulan yang dicanangkan untuk menyejahterakan masyarakat. Beberapa program unggulan tersebut antara lain peningkatan insentif untuk marbot dan guru ngaji. Terdapat 1.642 marbot dan 500 guru ngaji yang mendapat insentif tersebut.
Selain itu juga terdapat program jaminan kesehatan bagi tuan guru dan pemuka agama. Pemda Loteng pun memberikan kartu maiq meres kepada 327 tuan guru/tokoh agama sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka dalam membentuk karakter masyarakat yang berakhlak mulia.
Pemda Loteng juga melakukan pengembangan UMKM serta memberikan asuransi bagi petani dan nelayan. Pembangunan fasilitas olahraga juga dilakukan di kecamatan, serta tidak lupa melakukan ikhtiar perbaikan infrastruktur jalan kabupaten menuju mantap 100 persen.
Program insentif untuk kepala dusun berupa sepeda motor juga telah diberikan. Pemda Loteng berkomitmen untuk memberikan akses internet untuk semua masyarakatnya, sekaligus memberikan insentif bagi pemuda berprestasi.
”Sementara itu untuk peningkatan kualitas pelayanan publik, kita telah membangun mal pelayanan publik dengan 160 jenis pelayanan. Hal ini juga ditopang oleh kebijakan untuk memberikan insentif investasi yang mudah dan cepat bagi investor yang ingin berinvestasi di Lombok Tengah,” terangnya.
Sedangkan dari segi pariwisata, kata bupati, Loteng telah ditetapkan sebagai salah satu dari lima destinasi pariwisata super prioritas oleh pemerintah pusat, tidak hanya berfokus pada pengembangan KEK Mandalika saja. Akan tetapi juga berkomitmen mengembangkan setiap potensi pariwisata yang ada di tingkat desa agar dapat menjadi desa wisata berkelas.
Semua program-program ini adalah bagian dari upaya Pemda Loteng untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia berharap dengan adanya program-program ini, masyarakat Loteng akan semakin maju dan sejahtera.
”Namun perlu diingat bahwa kunci sukses setiap program yang dicanangkan adalah komitmen kebersamaan di antara kita. Kita harus terus memperkuat persatuan dan kesatuan, dan tidak boleh terpecah-belah oleh perbedaan pandangan atau kepentingan pribadi,” tutup bupati yang digadang-gadang menuju kursi NTB satu itu. (lestari dewi)
Editor : Akbar Sirinawa