Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Atlet Renang Mataram Gebrak Arena Nasional, Sukses Rebut 12 Medali!

Lalu Mohammad Zaenudin • Selasa, 7 Mei 2024 | 12:00 WIB
KEREN: Atlet Renang asal Kota Mataram menunjukkan piala yang diraih di kejuaraan antar Kabupaten/Kota se Indonesia di Kota Surabaya, Jawa Timur.
KEREN: Atlet Renang asal Kota Mataram menunjukkan piala yang diraih di kejuaraan antar Kabupaten/Kota se Indonesia di Kota Surabaya, Jawa Timur.

Datang sebagai tim tak difavoritkan juara, nyatanya sukses meraih sejumlah prestasi. Kota Mataram dengan bangga membawa pulang 12 medali dalam kejuaraan renang tingkat nasional.

-----

PENAMPILAN impresif ditunjukkan atlet renang asal Kota Mataram. Mereka sukses menorehkan sejumlah prestasi di kejuaraan renang tingkat Kabupaten/kota se Indonesia.

“Sebanyak tujuh atlet renang asal Kota Mataram, mereka mampu bicara banyak,” kata manajer tim renang Kota Mataram, Devy Jayantri, Senin (6/5).

Dalam kejuaraan itu, Kota Mataram membawa pulang total 12 medali. Rinciannya lima emas, dua perak, dan dua perunggu di kelompok umur IV. “Kita juga berhasil membawa pulang satu perak dan dua perunggu di kelompok umur III putri,” terangnya.

Sebagai gambaran kejuaraan antar kabupaten/kota se Indonesia ini merupakan ajang bergengsi. Levelnya setara dengan Kejuaraan Nasional (Kejurnas).

“Kejurnas ditiadakan karena ada PON Aceh,” ucapnya.

Prestasi membanggakan ini menunjukkan betapapun Kota Mataram kerap tidak masuk dalam daerah yang diunggulkan juara, namun sukses menghentak panggung nasional. Bibit-bibit atlet di kelompok umur mengalahkan daerah-daerah yang divaforitkan dan langganan juara.

“Di final mereka menghadapi atlet dari Jawa Timur, Bali, Semarang, Jawa Tengah, dan Balikpapan,” ucapnya.

Prestasi yang diraih atlet-atlet Kota Mataram ini bukan tanpa usaha keras. Devy menuturkan heroiknya anak-anak adu cepat di lintasan.

Awalnya, mereka sempat silau oleh nama besar daerah asal lawan di final. “Anak-anak kita walaupun ada yang demam panggung, tapi setelah tampil di lintasan semua tampil ngotot,” ucapnya bangga.

Kengototan anak-anak Kota Mataram di arena dibuktikan salah satunya dengan merebut predikat perenang terbaik. “Mengalahkan pesaing terberat dari kabupaten Gresik dan Probolinggo,” ucapnya.

Selama ini, atlet asal Jawa Timur mendominasi dalam menghuni program Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas). Mereka menjadi cikal bakal atlet yang diterjunkan negara di ajang-ajang kejuaraan antar negara semisal Sea Games.

Namun hal itu tidak menbuat atlet Kota Mataram keder. “Anak-anak Kota Mataram sekarang mulai berbicara di tingkat nasional,” ucapnya bangga.

Semangat menggebu di lintasan bahkan membuat klub beken Petro Kimia Gresik membangun komunikasi dengan manajemen. “Sampai ada yang mau direkrut,” kisahnya.

Terkait bagaimana manajemen mencari atlet berbakat di kota, Devy mengatakan pihaknya sangat selektif dan mengedepankan potensi dan kemampuan. Latar belakang ekonomi keluarga atlet tak jadi patokan.

“Ada yang security di Bandara hingga anak pengusaha kerupuk,” ucapnya bangga.

Anak-anak asal Kota Mataram memiliki motivasi tinggi untuk tampil memukau di lintasan renang. Datang dari daerah yang tak divaforitkan juara justru membuat mereka tampil lepas namun ngoyo.

“Anak-anak ini kelebihan energi, jadi anak-anak ini tidak bisa diam (di arena),” ucapnya sembari tersenyum.

Tampil impresif membuat anak-anak menatap masa depan dengan optimis. Mereka yakin bisa tembus pelatnas.

“Mereka bilang ingin jadi atlet pelatnas, karena anak-anak Kota Mataram bahkan NTB belum ada yang masuk pelatnas sea games ataupun pelatnas senior,” paparnya.

Sebelum tampil mengukir prestasi di panggung nasional, atlet renang ini telah menjalani latihan rutin. Sejumlah menu latihan yang disiapkan tim pelatih disantap dengan baik.

“Mereka secara rutin latihan di klub masing-masing. Misalnya, Rafa Ghaisan di TOP Swimming Club, Rayya Nesya Aura di Moyoshaki Swimming Club,” terangnya.

Dua nama yang disebutkan itu adalah penyumbang medali yang dibawa Kota Mataram. Rafa membawa pulang juara perenang terbaik saat ini bersekolah di SD Al Iqra Mataram. Sedangkan Rayya menyabet 1 perak dua perunggu yang juga bersekolah di tempat sama.

“Kejuaraan ini diadakan di Kolam Renang KONI Surabaya,” ucapnya.

Selain itu ada nama Devan Khadafi yang meraih perunggu. Devy menuturkan bagaimana mendebarkan jalannya lomba hingga membuat seluruh jajaran tim dan manajemen berdebar selama pertandingan.

“Kita semua deg-degan, waktu anak-anak turun lomba, kita cuma bisa berdoa dalam hati. Bahkan ada yang mau teriak memberi dukungan suaranya tidak bisa luar. Baru ketika hampir finish suara keluar teriak kencang,” tuturnya.

Devy mengatakan, peluang anak-anak menang sebenarnya telah diprediksi dari catatan waktu terbaik mereka saat latihan. “Sudah bisa mengira karena kalau di olah raga terukur, kita bisa pantau kekuatan lawan di data base atlet,” ucapnya.

Tapi situasi psikologis saat latihan dan lomba jauh berbeda. Hal inilah yang memicu rasa cemas selama jalannya pertandingan.

“Jadi kalau pas latihan waktunya lebih cepat dari data base yang kita lihat berarti memang peluang dapat juara besar,” paparnya.

Sekarang anak-anak itu telah kembali ke kota. Kepala mereka sama tegaknya ketika berangkat.

Devy berharap, capaian hebat atlet muda Kota Mataram ini bisa terus dijaga. Orang tua memiliki peran menjaga kebugaran anaknya untuk mengukir prestasi di ajang-ajang berikutnya.

“Yang paling penting jaga makanan, sama jam istrahat. Orang tua juga harus paham sama kondisi anak. Jangan selalu di suruh latihan tapi gak pernah dikasih libur latihan atau jalan-jalan,” ucapnya.

Selain itu agar bibit atlet berprestasi ibu kota terpelihara dengan baik, diperlukan tempat latihan memadai. “Yang yang biasa dipakai adalah Mataram Water Park. Tapi airnya sering rusak. Makanya harus cari kolam lain yang mana kolam tersebut sudah dipakai oleh klub yang punya kolam. Jadi, latihan waktunya terbatas dan tidak bisa maksimal,” ujarnya. (*/r3)

Editor : Hidayatul Wathoni
#Kota Mataram #koni #kejuaraan #renang #nasional #atlet #kabupaten/kota #surabaya #anak-anak #medali