Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pilkaling Rasa Pilkada di Lingkungan Penan Pejarakan Karya Ampenan : Petahana Terpilih Lagi, Warga Banjir Hadiah

Redaksi Lombok Post • Senin, 8 Juli 2024 | 09:02 WIB

PEMUNGUTAN SUARA : Suasana pemilihan Kepala Lingkungan di Lingkungan  Penan Kelurahan Pejarakan Karya Ampenan, Minggu (7/7) kemarin.
PEMUNGUTAN SUARA : Suasana pemilihan Kepala Lingkungan di Lingkungan Penan Kelurahan Pejarakan Karya Ampenan, Minggu (7/7) kemarin.
Pilwali Mataram memang masih lama. Tapi “babak pemanasan” sudah mulai digelar di sejumlah lingkungan. Semangat “melanjutkan atau perubahan” menjadi jargon pemanas persaingan. Salah satunya di Pemilihan Kepala Lingkungan (Pilkaling) Penan, Pejarakan Karya, Ampenan.

------------------------------------

 

Riuh suara gendang beleq bertalu. Dentum gong terdengar bersemangat ditingkahi ketukan kenong, mengiringi alunan suling mendayu-dayu.  Suaranya bersahutan memantul dari dinding-dinding lorong kampung, memanggil warga  keluar rumah.

Di depan barisan seorang telek (penari) melenggak-lenggok membawa poster contoh surat suara. Geraknnya yang lincah sesekali menggoda warga disambut gelak tawa. Lorong-lorong kampung seketika ceria, dipenuhi warga, anak-anak, tua muda.

Minggu (7/7) pagi kemarin iring-iringan Gendang Beleq  Sanggar Tabuh Pusake Penan memang sengaja berkeliling kampung. Dengan aneka tetabuhan mereka datang mengingatkan warga untuk hadir ke Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Bagi warga ini memang hari istimewa,  Pemungutan suara Pemilihan Kepala Lingkungan (Pilkaling) Penan, Kelurahan Pejarakan Karya, Kecamatan Ampenan segera dimulai.

Dari speaker, terdengar  suara Mustofa, Ketua Panitia Pilkaling sudah memanggil-manggil warga  segera menggunakan hak suara.

Sejak beberapa bulan lalu, warga telah bersepakat mengadakan Pilkaling. Hal ini mengingat jabatan Bahrun sebagai Kaling segera berakhir. Harus ada pemilihan agar tak terjadi kekosongan kepala lingkungan.

Sebenarnya, posisi petahana terbilang cukup kuat. Masih banyak warga yang menginginkannya kembali menjabat. Karena itulah sepanjang masa pendaftaran nyaris tak ada penantang yang mau mendaftar.

Namun di ujung masa pendaftaran konstalasi berubah. Sebagian warga meminta Supardi, Ketua Panitia Pilkaling Supardi untuk mengundurkan diri sebagai Ketua Panitia  Pilkaling. Ia  didorong warga  mendaftar sebagai penantang petahana.

 Supardi sendiri bukan figur sembarangan. Pensiunan PNS Pemprov NTB ini merupakan tokoh masyarakat yang punya basis masa kuat. Punya pengalaman panjang di pemerintahan.

Dukungan terhadap dua kandidat ini  terlihat dari euforia warga mendatangi TPS sejak  pukul 07.00 pagi hingga 12.00 siang.

Hasilnya dari 1.120 warga yang terdata dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 768 atau lebih dari 70 persen DPT menggunakan hak pilih.  Hasil akhirnya, petahana unggul tipis dengan selisih hanya 56 suara.

Bahrun mendapat 408 sementara Supardi 352 suara. Sisanya batal. Bahrun terpilih untuk periode kedua disambut sorak-sorai pendukungnya.

“Tentu kami mengucapkan terimakasih atas partisipasi warga yang telah mensukseskan acara pemilihan ini,” ujar Ketua Pilkaling Mustofa di akhir acara.

Camat Ampenan Muzakir Walad berama Babinsa dan Babinmaspol nampak turun memantau langsung kegiatan.

Sementara itu seluruh petugas pemungutan suara menggunakan busana adat selama bertugas membuat pilkaling kali ini terasa berbeda.

HADIAH PILKALING : Suyatni, mengangkat sebotol Minyak Goreng sebagai salah satu hadiah undian bahan pokok dalam pemilihan Kepala Lingkungan Penan Pejarakan Karya Ampenan, Minggu (7/7)
HADIAH PILKALING : Suyatni, mengangkat sebotol Minyak Goreng sebagai salah satu hadiah undian bahan pokok dalam pemilihan Kepala Lingkungan Penan Pejarakan Karya Ampenan, Minggu (7/7)

Dari rangkaian proses ini, yang menarik adalah cara panitia pemilihan membangun semangat partisipasi warga untuk mensukseskan Pilkaling.

Selain “menjemput” para pemilh dengan Gendang Beleq panitia mengemas lebih dari 100 bingkisan bahan pangan kebutuhan pokok sebagai hadiah bagi warga yang beruntung.

Bingkisan ini sendiri datang dari warga sekitar yang ingin Pilkaling ini berjalan riang gembira.  Pun, demikian dengan dana pemilihan. Semua datang dari warga, oleh warga dan untuk warga.

Lurah Pejarakan Karya Mulhakim mengapresiasi antusiasme warganya yang telah secara transparan dan mandiri menggelar pemilihan. Menurutnya ini merupakan cerminan dari semangat demokrasi yang telah terbangun sejak lama di Pejarakan Karya.

“Alhamdulillah pemungutan suara berjalan lancar dan damai, seluruh proses telah dilalui. Tinggal nanti kami siapkan penetapan dan pelantikan kaling terpilih,” ujarnya.

Lingkungan Penan sendiri berada persis di selatan Eks Bandara Selaparang. Berbatasan dengan Kebun Sari di selatan dan Jalan Udayana di timur.  Kampung tua ini merupakan satu dari empat lingkungan yang membentuk Kelurahan Pejarakan Karya.

Soal pemilihan langsung kelurahan ini memang “juaranya”. Di setiap pemilu sejak  era orde baru wilayah ini hampir selalu berhasil mengirim warganya ke parlemen.

Puncaknya di pemilu 2024 lalu. kelurahan Pejarakan Karya sedikitnya mengirim  18 calon ke Pemilu Legislatif dari berbagai partai.

Hasilnya, kawasan ini menjadi kelurahan dengan jumlah caleg terpilih terbanyak di Mataram. Sedikitnya lima warga Pejarakan Karya  lolos ke parlemen dari DPRD Kota hingga DPR RI.

Yakni Hj Zaitun, Hj Dian Rachmawati dan H Muktar di DPRD Kota Mataram kemudian  H Muzihir di DPRD Provinsi NTB dan H Muazzim Akbar ke DPR RI.

Sebagian besar mereka merupakan petahana yang telah lama berkompetisi dari partai-partai berbeda. Muzihir dari PPP, Muazzim dari PAN, Mukhtar dari Partai Gerindra, Dian Rachmawati dari Partai Demokrat dan Zaitun dari Partai Golkar. Meski pilihan berbeda-beda tetap rukun bertetangga.(r2)

 

Editor : Redaksi Lombok Post
#Mulhakim #Pilwali Mataram #Mulhakim Lurah Pejarakan Karya #Kepala Lingkungan #Lingkungan Penan