LombokPost--Para siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) yang tergabung menjadi anggota pasukan pengibar bendera (paskibra) mendapat pelatihan intensif dari Kodim 1620/Loteng.
Bentuk komitmen TNI agar dukung kegiatan kenegaraan dan menanamkan jiwa patriotisme generasi bangsa.
-----------------
GELANGGANG olahraga (GOR) kampus Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Lombok dipenuhi puluhan siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) yang tergabung menjadi pasukan pengibar bendera (paskibra) pada HUT Kemerdekaan RI ke-79, 17 Agustus mendatang.
Mengenakan pakaian kemeja putih dan bawahan hitam, mereka datang untuk mendapat pelatihan khusus dari Kodim 1620/Loteng.
Menempati bangku-bangku yang telah disediakan, mereka duduk dengan sikap sempurna dan fokus menerima sesi pelatihan bina mental dan fisik anggota paskibra.
Pelatihan diberikan langsung oleh Bintara Tinggi Operasional (Batiops) Kodim 1620/Loteng Pelda Lalu Abdurrahman.
Pelatihan yang digelar 10-16 Agustus ini, menekankan agar para pasukan secara cepat dan tepat untuk tidak melakukan kesalahan sekecil apapun selama bertugas mengibarkan bendera di HUT RI ke-79 nanti.
Komandan Kodim 1620/Loteng Letkol Kav Andi Yusuf menuturkan, pelatihan ini adalah bagian dari komitmen TNI AD dalam mendukung kegiatan kenegaraan dan menanamkan nilai-nilai patriotisme pada generasi muda bangsa.
“Dengan harapan anggota paskibra Loteng dapat menjalankan tugas mereka dengan penuh tanggung jawab dan memberikan yang terbaik pada peringatan Hari Kemerdekaan RI tahun ini,” katanya pada wartawan, Jumat (9/8).
Pembinaan dan pelatihan yang diberikan kepada anggota paskibra meliputi berbagai aspek penting yang diperlukan.
Antara lain keterampilan, fisik, mental, Peraturan Baris-Berbaris (PBB), serta Peraturan Militer Dasar (permildas) dan kedisiplinan militer.
Baca Juga: Transgender “Mangkal” di Sangkareang, Warga Mataram Beri Respons Beragam
Para pelatih maupun pembina terdiri dari Bintara TNI yang berpengalaman, fokus pada peningkatan kemampuan fisik dan mental anggota paskibra agar mereka siap menghadapi tugas besar pada tanggal 17 Agustus nanti.
Dalam materi keterampilan, anggota paskibra dilatih dengan berbagai teknik yang memerlukan konsentrasi tinggi dan ketepatan, termasuk dalam mengibarkan bendera dengan sempurna.
Selain itu, pelatihan fisik difokuskan pada peningkatan daya tahan, kekuatan, dan ketangkasan, yang sangat diperlukan dalam menjalankan tugas upacara yang membutuhkan ketahanan fisik optimal.
Pelatihan mental juga menjadi bagian penting dari program ini.
Anggota paskibra dibimbing memiliki mental yang kuat, disiplin, serta ketahanan emosional yang tinggi.
“Hal ini sangat penting untuk memastikan mereka benar benar mampu menjalankan tugas dengan tenang dan fokus di bawah tekanan,” jelas Andi.
Sementara itu, latihan PBB dan Permildas diberikan secara intensif untuk memastikan setiap anggota paskibra memiliki sikap dan perilaku sesuai standar militer.
Sehingga gaya, langkah maupun gerakan sepadan dan kompak saat di lapangan.
“Dengan harapan dan tujuan kami adalah menciptakan keserasian gerakan dan kedisiplinan yang tinggi saat pelaksanaan upacara berlangsung, tanpa ada kendala yang dapat merusak konsentrasi anggota paskibra,” tutupnya. (Lestari Dewi/r11)
Editor : Kimda Farida