LombokPost---Intro Lagu BTS Dimainkan Gendang Beleq, Gabungkan Budaya Sasak dan Budaya Korea. Pekan lalu lebih dari 300 Army memadati Eterna Music Hall. Fans Kpop BTS itu sedang asyik menyaksikan performance musik tradisional Gedang Beleq. Apakah para Gen Z itu sudah pindah aliran musik?
LALU LOHAMMAD ZAENUDIN, Mataram
ANNUAL Event vol 1 yang digagas Shunsine Project kali ini benar-benar out of the box. Salah satu komunitas Army -- sebutan untuk fans Kpop BTS -- itu menggarap sebuah project mengagumkan.
Bagaimana tidak, lebih dari 300 army menjerit histeris manakala musik tradisional Gendang Beleq dari sanggar Tabuh Sinar Jaya Lombok Timur beraksi di atas panggung.
“Keren!” pekik mereka. Sporadik.
Remaja yang rata-rata Gen Z itu bukan baru pertama kali menonton Gendang Beleq. Tapi malam itu, mereka dibuat excited sekaligus surprise oleh alunan musik yang dimainkan.
“Intro BTS!” pekik mereka mengenali alunan musik yang sangat lovely di telinganya.
“Gila, ini istimewa,” sahut yang lain.
Sekalipun ini event vol 1 yang artinya baru pertama kali digelar, tapi fresh impression langsung didapat. Para remaja itu menyebut itu sebagai perform yang terlalu sempurna.
Wajar jika akhirnya, para army ‘angkat topi’ untuk sajian event sunshine project. “Kami memang sudah sering adakan project (sehingga pengalaman tidak diragukan),” kata Leader Shunsine Project Zara Fatima.
Kesan yang begitu impresif dari para Army membuat Zara yakin akan ada vol 2, 3, dan seterusnya untuk tahun-tahun yang akan datang. Tentu dengan ide dan tema yang lebih segar dan membuat para Army mendapat manfaat positif di dalamnya.
“Kami mengangkat tema Love Yourself,” terangnya.
Tema ini bukan tanpa alasan fundamental. Ada motivasi yang begitu kuat melatarbelakanginya.
Pesan tersirat dari tema ini sebenarnya sudah terciterakan dar penampilan musik tradisional Gendang Beleq itu. Juga pesan positif dari sekadar kumpulan para fans Kpop.
“Kami ingin mengajak teman-teman lebih mencintai diri sendiri,” imbuhnya.
Zara mengungkapkan, makna mendalam tentang mencintai diri sendiri. Menurutnya ini bukan hanya sebatas cinta keakuan belaka.
“Cinta diri sendiri, maksudnya untuk tidak lupa mencintai budaya sendiri, daerah sendiri, kuliner sendiri, dan semua tentang dari mana kita lahir, tumbuh, dan berasal,” paparnya.
Zara menambahkan, project ini membawa misi yang sangat mendalam tentang bagaimana seharusnya, gen Z menyukai bahkan mungkin mengagumi karya budaya yang datang dari luar. Bukan sesuatu yang patut disalahkan, tetapi mestinya dimaknai sebagai keterbukaan pada khazanah budaya dari berbagai negara.
“Ketika kami mencoba menggabungkan antara musik tradisional Gendang Beleq kemudian menyisipkan intro BTS di dalamnya, penerimaan para army ternyata luar biasa,” ucapnya gembira.
Zara meyakini kolaborasi atau mix musik ini salah satu cara menyegarkan kecintaan army tentang budayanya sendiri. Tanpa harus kehilangan sosok idola dari personil BTS.
“Ini adalah konsep menggambungkan dua budaya sekaligus, budaya Sasak dan budaya Korea,” jelasnya. (bersambung/r3)
Editor : Redaksi Lombok Post