Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Aktif Bantu Telurkan Bibit Atlet, Marcus Gideon Kembali Turun pada Kejuaraan Resmi setelah Menyatakan Pensiun

nur cahaya • Rabu, 25 Desember 2024 | 10:15 WIB

 

TERHENTI DI SEMIFINAL: Marcus Fernaldi Gideon (kiri) berpasangan dengan M. Reza Pahlevi membela Jaya Raya Jakarta di Kejurnas PBSI Beregu Campuran Dewasa 2024 di GOR UNJ Rawamangun, Jakarta.
TERHENTI DI SEMIFINAL: Marcus Fernaldi Gideon (kiri) berpasangan dengan M. Reza Pahlevi membela Jaya Raya Jakarta di Kejurnas PBSI Beregu Campuran Dewasa 2024 di GOR UNJ Rawamangun, Jakarta.

Marcus Fernaldi Gideon memutuskan pensiun dari bulu tangkis pada Maret 2024. Namun, pemain ganda itu tidak bisa sepenuhnya gantung raket. Dia bagian dari tim Jaya Raya Jakarta dalam Kejurnas PBSI Beregu Campuran 2024 yang berlangsung di GOR UNJ Rawamangun pekan lalu. Tampil tanpa Tekanan, Sulit Kembalikan Berat Ideal.

RIZKY AHMAD FAUZI, Jakarta

GOR UNJ Rawamangun, Jakarta, begitu bergemuruh ketika nama Marcus Fernaldi Gideon dipanggil untuk tampil di lapangan. Marcus berduet dengan M. Reza Pahlevi dengan membela Jaya Raya Jakarta di Kejurnas PBSI Beregu Campuran Dewasa 2024.

Setelah memutuskan pensiun pada 9 Maret 2024, tampil di kejurnas merupakan kali pertama bagi Marcus turun ke turnamen resmi. Pria berusia 33 tahun itu mengaku tidak menyangka masih diajak main. Apalagi, sudah lama dia tidak merasakan atmosfer pertandingan.

Penyebabnya adalah Rian Ardianto, pemain Jaya Raya lainnya, tidak bisa main karena persiapan World Tour Finals (WTF). ”Jadi, ada yang kosong. Saya disuruh bantu. Saya siap aja sih, ada anak muda juga (Reza) yang bisa cover saya,’’ tuturnya saat diwawancarai.

Total, Marcus tampil dua kali bersama Reza di Jaya Raya. Pada babak penyisihan, mereka berhasil menang melawan duo Mansion Sports Box Asghar Herfanda/Dwiki Rafian Restu (21-16, 21-15) pada Jumat (6/12). Sehari kemudian, pada babak semifinal, Marcus/Reza takluk oleh pasangan dari PB Djarum Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin (17-21, 13-21).

Untuk tampil pada kejurnas itu, Marcus bukan tanpa persiapan. Salah satunya menurunkan berat badan. Saat sebelum turnamen, bobotnya mencapai 60 kg lebih. Kala tampil di kejurnas sekitar 58 kg.

”Ini saja sudah diet dan banyak turunnya. Kalau kemarin habis berhenti main (pensiun), bobot naik banget tuh. Ini sudah usaha diet, tetap sulit mencapai berat ideal. Persiapannya belum maksimal,” ucapnya sambil tersenyum.

Secara mentalitas, Koh Sinyo –sapaan akrabnya– masih menunjukkan rasa ingin menang dalam setiap pertandingan. Tatapannya yang tajam, ekspresif, hingga gaya tengilnya masih bisa terlihat.

’’Sebenarnya tidak ambisius. Cuma kalau diturunin masa kalah, kan malu. Kalau enggak kasih yang terbaik enggak enak juga. Mainnya sudah tanpa beban, dulu pressure-nya tidak seperti sekarang. Kalah juga karena kurang latihan,” ucapnya, lantas tertawa.

Tanggung Jawab ke Klub

Bagi suami Agnes Amelinda Mulyadi itu, tampil di kejurnas juga merupakan bentuk tanggung jawab membantu tim. ”Klub sudah bantu juga. Sampai sejauh ini kalau enggak ada Jaya Raya, belum tentu juga bisa sampai kayak gini,” sebutnya.

Selain itu, dia senang karena saat tampil bisa mendapat dukungan langsung dari istri dan anak. ”Anak-anak senang lihat bapaknya main. Sudah lama tidak lihat pertandingan. Biasanya, mereka selalu nonton kalau saya tanding,” ucapnya.

Marcus dikaruniai tiga buah hati. Yaitu, Junior, Jemima, dan Jesslyn. Disinggung soal penerus bulu tangkis, dia menyebut baru anak pertamanya yang masih usia 5 tahun, Junior, dikenalkan pada olahraga teplok bulu. ”Cuma tidak dipaksain juga, hanya saya kenalin,” katanya.

Karena kembali ke lapangan, banyak yang berharap Marcus bisa bermain lagi bersama duetnya dengan julukan The Minions, Kevin Sanjaya Sukamuljo, di partai ekshibisi. ”Ya, tapi nggak tahu. Kalau Kevin mau main-main (ekshibisi atau latihan) aja aman kayaknya,” imbuhnya, lantas tertawa.

Ketika sama-sama pensiun, Marcus/Kevin tak bisa lepas dari bulu tangkis. Kevin misalnya. Dia masuk kepengurusan PP PBSI periode 2024–2028 pimpinan Fadil Imran. Dia merupakan anggota deputi urusan strategis di bawah Nusron Wahid.

Sedangkan, Marcus terus aktif membantu menelurkan bibit atlet di Gideon Badminton Academy (GBA) di kawasan Gunung Putri, Bogor. Di kejurnas ini, wakil GBA ambil bagian pada nomor perorangan.

Salah satu hasilnya, wakil GBA M. Nawaf Khoiriyansyah/Luna Rianty Saffana menyabet juara sektor ganda campuran dengan mengalahkan duet GBA lainnya.

 Baca Juga: Dukung Program Kemenimipas, Lapas Selong Salurkan Bansos Kepada Keluarga WBP

Belum Cocok Jadi Pelatih

Di akademi bulu tangkis, Marcus sering membantu pemain taruna ataupun pemain yang berada di luar pelatnas seperti Sabar/Reza untuk sparing. ”Mereka juga terbantu kan bisa sparing,’’ ujarnya.

Meski demikian, eks pemain ranking satu dunia BWF sektor ganda putra itu merasa belum cocok untuk menjadi pelatih. Saat ini PP PBSI sedang membuka lowongan untuk para juru taktik mengisi pos pelatih di utama dan pratama.

”Saya lebih senang untuk sparing dan bantu-bantu di tempat saya. Kalau bantuin di pelatnas kayaknya belum pengalaman, banyak senior saya yang lebih pengalaman,” bebernya.

Belum lama ini, Hendra Setiawan juga sudah memutuskan pensiun. Artinya, era baru bagi ganda putra Indonesia. Sebelumnya, The Minions dan The Daddies –julukan Hendra/M. Ahsan– menjadi andalan Merah Putih di berbagai ajang internasional.

Marcus berpesan kepada para juniornya di ganda putra untuk bisa terus melaju. ”Pemainnya (ganda putra) dari dulu selalu imbang. Siapa yang lebih menikmati pertandingan dan fokus biasanya bisa menang. Jangan gampang puas, harus konsisten latihannya,” pesannya. (*/c6/dio/JPG/r5)

Editor : Rury Anjas Andita
#campuran #pertandingan #Jakarta #Kejurnas #beregu #gor #PBSI #Bulu tangkis