Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Cerita LIDI Foundation, Pembuat Kursi Roda Difabel Pertama di Indonesia Timur (2)

Lalu Mohammad Zaenudin • Sabtu, 8 Februari 2025 | 07:10 WIB

 

BANGGA: Lalu Wisnu Pradipta duduk di samping bahan kursi roda untuk difabel, Kamis (6/2). Bengkelnya terletak di jalan Unizar, Sandubaya, Kota Mataram.
BANGGA: Lalu Wisnu Pradipta duduk di samping bahan kursi roda untuk difabel, Kamis (6/2). Bengkelnya terletak di jalan Unizar, Sandubaya, Kota Mataram.
 

 

Wisnu sangat fasih dan detail menjelaskan gagasannya. Di atas kursi khususnya, ia menjelaskan gagasannya tentang cara menolong sebanyak-banyaknya kaum difabel.

Mataram

KURSI roda khusus yang digunakan Lalu Wisnu Pradipta, sama sekali tak membatasi gagasannya yang luar biasa. Di atas kursi roda itu, ia mulai mengajak sejumlah kawan mendirikan Lombok Independen Disabilitas Indonesia (LIDI) Foundation sekitar tahun 2019.

Di atas kursi itu juga, Wisnu kemudian menjalin komunikasi dengan banyak donatur sosial dalam dan luar negeri. Dan, menggunakan alat bantu itu, ia melalang buana ke berbagai negara membangun relasi di banyak negeri.

“Saya sering ke Thailand,” tuturnya sambil menyebut beberapa negara lain yang menjadi tujuannya bepergian, Kamis (6/2).

Kecakapan Wisnu dalam berkomunikasi, telah menariknya dalam dunia aktivitas bagi kaumnya. Wahyu, sejak kembali ke kampung halaman -- setelah sebelumnya merantau ke Batam -- konsisten menyalurkan kursi roda bagi kaum difabel.

Sebelum akhirnya, mendirikan bengkel sendiri pada penghujung tahun 2024. “Saya bekerja sama dengan Fiona Foundation, untuk menyalurkan kursi roda,” kisahnya.

Kini, setelah membangun bengkel sendiri, Wisnu lebih leluasa lagi menuangkan ide dalam menciptakan kursi roda yang lebih nyaman dan aman bagi kaum difabel. Sebagai seorang penyandang difabel, ia paham alat bantu seperti apa yang dapat memudahkan beraktivitas.

“Makanya kursi roda ini bisa dibilang made in LIDI,” ucapnya puas.

Sebagian besar komponen kursi roda, dibuat sendiri. Mulai dari rangka utama, pelg, pengait, dudukan, dan lain-lain.

“Yang kami beli hanya ban dan as saja,” terangnya.

Kalau dipersentasekan 90 persen made in bengkel CV LIDI Pratama Mandiri atau karya sendiri. Wisnu mengatakan, roda dan as yang dibeli itu punya spesifikasi khusus.

“Pesannya harus ke China karena tidak ada di Indonesia,” terangnya.

Karena sebagian besar komponen kursi roda itu buatan sendiri, ia pun percaya diri menyebutnya sebagai hasil karya sendiri. “Ya kami bisa dengan bangga menyebut ini sebagai hasil produksi kami,” tekannya.

Wisnu mengatakan, awalnya sempat kesulitan mendapatkan ban dan as khusus tersebut. “Saya harus ke China dan mengecek langsung,” ucapnya.

Tetapi untung, seorang kawan di Thailand mengabarkan, barang yang dicari ada di negeri gajah putih itu. “Jadi saya tidak perlu lagi terbang lebih jauh,” terangnya.

Yang membuat kursi roda karya Wisnu istimewa karena dibuatnya tidak menggunakan mesin pabrikan. Tetapi, ini seperti handmade, di mana setiap pemesan diukur terlebih dahulu badannya, agar kursi roda yang digunakan benar-benar pas.

“Kami akan ukur lebar badan, tungkai atas, tungkai bawah, dan lain sebagainya,” paparnya.

Setelahnya, baru kursi roda mulai diproduksi. Dengan cara ini, pengguna kursi roda akan lebih nyaman dan leluasa dalam mengendalikan alat bantunya.

“Kami juga pastikan biayanya lebih murah karena menggunakan bahan sendiri,” ucapnya.

Satu kursi roda ia hargai Rp 5 juta. “Ya harga bisa dinego dikit,” celetuknya, sambil tersenyum. (bersambung/LALU MOHAMMMAD ZAENUDIN/r7)

Editor : Redaksi Lombok Post
#donatur #dunia #relasi #karya #bangga #alat bantu #kampung halaman #Kursi Roda #difabel #murah