Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

”Nana Nada” Membawa Siswa SMAN 1 Mataram ke Layar Bioskop

nur cahaya • Rabu, 12 Maret 2025 | 09:20 WIB

 

SUDAH TAYANG: Poster Film Nana Nada karya siswa kelas XI SMANSA Mataram Nabilla Putri Syafina dan teman teman. 
SUDAH TAYANG: Poster Film Nana Nada karya siswa kelas XI SMANSA Mataram Nabilla Putri Syafina dan teman teman. 
 

 

Siswa kelas XI SMAN 1 Mataram menorehkan prestasi lewat film pendek "Nana Nada". Berawal dari kebingungan mencari ide, mereka akhirnya berhasil membuat karya yang bukan hanya menghibur, tetapi juga menginspirasi.

--------------------------

Di balik layar bioskop Local Cinema pada 28 Februari lalu, terpancar kisah inspiratif dari sekelompok siswa kelas XI SMAN 1 Mataram. Mereka berhasil mewujudkan mimpi membuat film pendek berjudul ”Nana Nada”. Tak hanya meraih juara tiga dalam lomba film antarkelas, film ini juga menjadi favorit dan ditayangkan di bioskop.

Sosok sentral di balik kesuksesan ini adalah Nabilla Putri Syafina, ketua produksi yang dipercaya teman-temannya. Dengan 37 anggota kelas dari beragam latar belakang, Nabilla memikul tanggung jawab besar untuk menyatukan visi dan mewujudkan proyek film ini.

"Awalnya kami bingung. Kelas lain sudah siap dengan konsep mereka, sementara kami masih mencari ide," kenang Nabilla.

Tugas sekolah dalam Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan tema keberagaman sempat membuat Nabilla dan teman-temannya kebingungan. Namun, semangat dan tekad kuat membawa mereka pada titik terang.

Pertemuan dengan seorang videografer bernama Dwi menjadi titik balik. Dwi bersedia menjadi produser dan membimbing mereka dalam proses pembuatan film.

"Mas Dwi sangat membantu kami. Dia memberikan arahan dan dukungan yang tak ternilai," ujar Nabilla.

Proses penulisan skenario pun dimulai. Nabilla dan timnya melakukan revisi berkali-kali untuk memastikan skrip sesuai dengan konsep drama musikal yang mereka pilih.

"Kami ingin membuat sesuatu yang berbeda. Kelas lain banyak yang memilih tema drama biasa, kami ingin tampil beda dengan musikal," katanya.

Ambisi mereka tak berhenti di situ. Mereka bahkan menciptakan lagu orisinal berjudul "Kita Bisa" untuk mengisi film musikal mereka. Pemilihan pemain dilakukan dari teman-teman sekelas, menunjukkan kekompakan dan kolaborasi yang solid.

"Karena memang semua isi kelas harus terlihat di kamera," ucapnya.

Produksi film berlangsung kurang dari sebulan, dengan syuting yang hanya memakan waktu kurang dari seminggu. Kerja keras dan dedikasi tim akhirnya membuahkan hasil. Penayangan perdana pada 23 Februari di Taman Budaya NTB menjadi momen puncak, di mana "Nana Nada" meraih juara tiga dan menjadi film favorit.

Film ini berkisah tentang seorang ketua kelas bernama Nana yang optimis dan kreatif. Ia tertantang untuk membuat pentas seni tahunan sekolah lebih istimewa dengan pertunjukan musikal. Namun, perjalanan itu tidak mudah. Perbedaan latar belakang teman-temannya menjadi tantangan tersendiri.

Meskipun kelas Nana tidak menang, film ini menyampaikan pesan kuat tentang keberagaman dan persatuan.

"Kami ingin menunjukkan bahwa perbedaan tidak menghalangi kami untuk bersatu dan berkarya," jelas Nabilla.

Bagi Nabilla, pengalaman ini memberikan pelajaran berharga tentang kepemimpinan dan kerja sama tim. Ia belajar mengelola perbedaan, memotivasi anggota tim, dan menghadapi tantangan dengan kepala dingin.

"Saya banyak belajar dari pengalaman ini," katanya.

Keberhasilan "Nana Nada" tidak hanya menjadi kebanggaan bagi kelas XI SMAN 1 Mataram, tetapi juga inspirasi bagi siswa lain untuk berani berkarya dan mewujudkan mimpi. Film ini membuktikan bahwa dengan semangat, kerja keras, dan kolaborasi, siswa pun mampu menghasilkan karya berkualitas dan menginspirasi. (SANCHIA VANEKA/r7)

Editor : Akbar Sirinawa
#bioskop #favorit #menginspirasi #sman 1 mataram #tanggung jawab #siswa