Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pengunjung Membeludak saat Weekend, Fenomena Air Laut Surut Jadi Daya Tarik Sunrise Land Lombok

nur cahaya • Senin, 17 Maret 2025 | 11:22 WIB

 

NGABUBURIT: Pengunjung saat menikmati suasana pantai sambil berfoto saat ngabuburit di pantai Sunrise Land Lombok, Rabu (13/3).
NGABUBURIT: Pengunjung saat menikmati suasana pantai sambil berfoto saat ngabuburit di pantai Sunrise Land Lombok, Rabu (13/3).
 

Sunrise Land Lombok (SLL) menjadi salah satu destinasi wisata favorit untuk ngabuburit di Lombok Timur (Lotim). Pantainya yang bersih dan fasilitas yang lengkap, hingga fenomena air laut surut menjadi daya tarik bagi SLL.

-----------------------------

Waktu sudah menunjukkan pukul 17.00 Wita. Namun masyarakat yang berkunjung ke pantai Sunrise Land Lombok (SLL) di Dusun Montong Meong, Desa Labuhan Haji, Kecamatan Haji terus berdatangan.

Terlihat sejumlah pengunjung langsung menuju pemecah ombak yang berada di ujung pantai SLL. Atau yang biasa disebut ujung senja. Beberapa pengunjung memilih duduk di gazebo dan tempat duduk yang ada.

Sementara dua laki-laki lanjut usia bolak balik menelusuri bibir pantai. Beberapa kali mereka terlihat berhenti sejenak dan meminta pengunjung lain mengabadikan momen mereka berdua di pantai. Terakhir mereka berdua naik di pemecah ombak, bergantian untuk berfoto, layaknya anak-anak muda.

Dialah Tanu Sulton, 65 tahun, warga Kecamatan Selong. Sore itu ia sengaja datang ke pantai untuk sekedar menunggu waktu berbuka puasa. Ia bersama rekannya yang lebih tua darinya. Jalan-jalan setiap sore diakui sudah menjadi kebiasaannya setiap hari dan  biasanya dilakukan di taman tugu Selong atau taman Rinjani.

      “Kalau ke pantai baru dua kali selama Ramadan. Karena sudah bosan jalan-jalan di taman kota. Makanya sesali jalan-jalan ke sini, untuk menikmati suasana pantai,” beber Tanu seraya meminta Lombok Post untuk mengabadikan momen mereka berdua sekaligus melaporkan lokasi mereka ke pada seseorang yang ada di kontak handphone miliknya, Rabu (12/3).

Disebutkan di usia yang senja ini, ia lebih senang ke pantai. Selain untuk terapi kesehatan juga senang dengan udara pantai, terlebih di sore dan pagi hari, udara  pantai dinilai lebih segar dibandingkan di tengah kota. Telapak kaki yang terkena pasir pantai memberikan energi baginya.

Pantai SLL menjadi pantai favoritnya di Labuhan Haji. Selain karena pantainya yang bersih dan dilengkapi fasilitas pendukung, menjadikannya sangat nyaman untuk menghabiskan waktu sore, terlebih saat bulan puasa.

“Lumayan bersih pantainya, jadi nyaman jalan-jalan di bibir pantai. Tempat kita istirahat juga banyak, gazebo di mana-mana. Selesai jalan-jalan kami akan langsung pulang, karena sebentar lagi azan magrib, anak-anak juga sudah menunggu,” tutupnya dengan senyum ramah seraya berpamitan dengan Lombok Post.

Hal senada juga diutarakan Melinda dan Eva seorang pengunjung pantai SLL asal Kecamatan Sakra Timur. Ia menuturkan beberapa hari terakhir ini mereka dua kerap ngabuburit ke pantai, meski hanya sekedar untuk berfoto-foto dan menunggu waktu berbuka puasa.

“Foto-foto saja sih, kebetulan kami juga mau cari takjil dan es di sekitar Labuan Haji. Jadi sekalian kami mampir dulu ke pantai. Tapi sudah sering sih ke sini (Sunrise Land, Red). Kalau di bulan puasa ini sudah beberapa kali,” timpalnya serempak.

Selain pantai SLL, mereka berdua juga kerap mampir di pantai Suryawangi, yang tidak jauh dari pantai SLL. Namun diakui mereka lebih nyaman di pantai SLL. Dikarenakan tempatnya yang luas juga memberikan rasa nyaman dan aman. Terlebih tersedia spot-spot foto yang menarik.

Momen yang paling disukai saat berkunjung di pantai SLL ialah saat air laut surut atau madak. Pemandangan semakin bagus saat fenomena itu cukup bagus. Bahkan tujuan mereka datang saat itu ialah berharap bisa bertemu dengan fenomena air laut surut hingga beberapa kilo meter itu.

“Iya saya kira dia surut lagi airnya, ternyata baru mulai surut belum sampai ke tengah. Kalau pagi-pagi kita ke sini pemandangannya sangat bagus, apa lagi saat matahari baru muncul,” terang Melinda.

Lokasi pantai SLL pertama kali diketahui dari media sosial, salah satunya ialah TikTok. Pantai SLL cukup viral di Tiktok. Karena penasaran ia akhirnya memutuskan untuk berkunjung.

Menurutnya pemandangan di media sosial tidak jauh berbeda dengan aslinya. Sehingga saat pertama kali berkunjung, dirinya langsung takjub. Terlebih saat berkunjung ia mendapat kondisi pantai sedang bersih dan dapat menikmati moment Sunrise.

“Penasaran aja sebelumnya, karena  banyak yang nge-share di TikTok akhirnya ke sini. Dan waktu pertama ke sini itu pagi, makanya langsung bisa lihat matahari naik,” katanya.

Sementara itu Direktur Sunrise Land Lombok Qori’ Bayyinaturrosi menyampaikan setiap sore masyarakat yang berkunjung ke SLL untuk ngabuburit cukup banyak. Terlebih setiap hari Sabtu dan Minggu.

“Kalau hari Sabtu dan Minggu kunjungan bisa mencapai ratusan pengunjung. Kalau hari-hari biasa sekitar 50-60 orang,” katanya.

Selain ngabuburit, masyarakat juga banyak yang berbuka bersama (bukber) dengan keluarga. Bahkan sejak memasuki Minggu kedua puasa banyak pengunjung yang boking untuk bukber. Namun sayang di SLL tidak ada pedagang yang berjualan, sehingga rata-rata pengunjung membawa sendiri makan dari rumah masing-masing.

Diperkirakan kunjungan masyarakat terutama anak-anak muda yang ngabuburit akan meningkatkan pada pertengahan bulan puasa. Selain sore hari, kunjungan ke SLL  juga banyak pada  malam hari untuk memancing sambil menunggu waktu sahur.

“Kemudian saat selesai salat Subuh, hampir setiap hari masyarakat jalan-jalan ke pantai untuk melihat sunrise. Apa lagi kalau sudah air laut surut, banyak masyarakat yang datang untuk cari binatang laut dan rumput laut,” pungkasnya. (Supardi/r3)

Editor : Jelo Sangaji
#Gazebo #pengunjung #Buka Puasa #Lotim #ngabuburit #pantai #sunrise