Gelegar Pesona Khazanah Ramadan menjadi salah satu event yang ditunggu-tunggu setiap Ramadan. Bagaimana tidak, ada puluhan bahkan ratusan jenis kuliner tersedia di sana. Siap memanjakan mata pengunjung sambil menunggu waktu berbuka puasa.
------------------------
Lokasinya berada di jantung Kota Mataram. Tepatnya di halaman gedung NTB Mall, satu areal dengan Islamic Center, ikon wisata syariahnya NTB. Hal ini membuat orang-orang tidak kesulitan menemukan lokasinya.
Ada beberapa akses masuk tersedia menuju lokasi event ini. Bisa masuk melalui pintu depan atau samping kiri dan kanan bangunan Islamic Center.
Menginjak pukul 16.00 Wita, lokasi Gelegar Pesona Khazanah Ramadan sudah mulai didatangi pengunjung. Para pelaku UMKM, pedagang kaki lima (PKL) hingga pedagang asongan pun sudah mulai menata jualan mereka.
Pelaku UMKM ditempatkan di stan yang berada di areal dalam venue. Stan mereka berjejer rapi mengelilingi panggung utama. Sementara di areal luar, terdapat beberapa tenda untuk para PKL dan pedagang asongan. Ada juga yang tidak menggunakan tenda, namun tertata rapi di pinggir jalan masuk menuju areal dalam.
Hilir mudik kendaraan, baik roda dua maupun roda empat mulai berdatangan. Kendaraan roda empat terparkir di bagian depan, samping kiri dan kanan, serta belakang bangunan Islamic Center. Sementara kendaraan roda dua tertata rapi di parkiran basemen yang tersedia.
Pukul 17.00 Wita, pengunjung semakin banyak berdatangan. Suasana semakin ramai diiringi suara para pedagang yang mencoba menawarkan jualannya. Kemudian suara para pengunjung yang terdengar sibuk memilah kuliner apa saja yang diinginkan. Ini membuat suasana berburu kuliner semakin seru saja.
Di areal luar dapat ditemui berbagai kuliner yang cukup menggoda. Mulai dari aneka minuman segar murah meriah, jajanan tradisional seperti Kelepon Rembiga, urap, pelecing kankung plus lontong, cilok, telur gulung, kentang spiral hingga buah potong.
Ada juga penjual sate daging sapi, ayam dan jeroan berupa usus dan babat sapi khas Lombok. Kibasan kipas sang penjual menghantarkan aroma yang menggoda indra penciuman. Wah, benar-benar surganya makanan.
Berjalan menuju ke bagian dalam venue Gelegar Pesona Khazanah Ramadan. Kiri dan kanan sudah disambut aneka kuliner hingga takjil buatan para pelaku UMKM. Mulai dari makanan ringan hingga makanan berat, semua ada.
Menariknya, jika di luar berbelanja menggunakan uang tunai, di areal dalam pengunjung bisa berbelanja menggunakan QRIS. Sehingga mempermudah pengunjung yang tidak sempat membawa uang tunai untuk berbelanja.
Meski penuh dengan aneka kuliner, namun pengunjung tidak perlu khawatir. Makanan dan minuman di event ini sudah terjamin higienitasnya. Pasalnya, tim BBPOM Mataram telah melakukan uji cepat dan sampling. Hasilnya, tidak ditemukan bahan berbahaya pada pangan-pangan tersebut.
“Seluruh sampel dinyatakan aman, bebas dari bahan berbahaya seperti Formalin, Boraks, Rhodamin B dan Methanyl Yellow,” ujar Kepala BBPOM Mataram Yosef Dwi Irwan.
Usai berburu kuliner, sambil menunggu waktu berbuka, pengunjung dapat menikmati banyak hal lainnya. Di bagian tengah areal dalam, pengunjung disediakan ruang untuk duduk sambil menikmati beragam pertunjukan menarik di panggung hiburan.
Pertunjukan yang disajikan di panggung hiburan itu berbeda setiap harinya. Mulai dari hiburan musik religi, pentas kesenian religi, pentas seni dan budaya, sahur on the road, e-sport muslim friendly, fun game, talkshow, coaching clinic, fesyen muslim, hafalan Alquran, lomba mewarnai kaligrafi, pameran Alquran dan banyak lagi.
Bagi pengunjung yang memiliki anak kecil, tidak perlu khawatir. Ada tersedia aneka wahana permainan menarik. Lokasinya berada di sebelah kiri venue Gelegar Pesona Khazanah Ramadan. Tepatnya mulai dari samping hingga belakang stan UMKM di bagian kiri panggung utama.
Di sana tersedia permainan menangkap ikan, dan melukis aneka karakter kartun yang lucu. Ada juga odong-odong, wahana bianglala, komedi putar, dan kora-kora yang bisa menjadi pilihan lainnya.
Banyak hal yang disuguhkan sungguh memanjakan mata para pengunjung. Itu membuat mereka tidak merasa bosan sambil menunggu waktu berbuka puasa.
“Ini seperti wisata kuliner Ramadan. Saya bisa mencoba berbagai makanan khas NTB di satu areal. Harganya juga cukup terjangkau, apalagi ada voucher belanja dari Bank NTB Syariah,” ujar Rahmayani, salah seorang pengunjung asal Pagutan.
Pengunjung memiliki pilihan lain jika tidak ingin berbuka di areal Gelegar Pesona Khazanah Ramadan. Tidak sedikit pengunjung yang memilih duduk di areal Islamic Center setelah berburu kuliner. Bersama keluarga maupun rekan berkumpul bercengkerama sambil menunggu waktu berbuka puasa.
Suasana areal luar Islamic Center, seperti teras dan tangga terasa sejuk dan teduh. Ditemani alunan suara ceramah dan lantunan ayat suci Alquran yang disiarkan melalui speaker, membuat suasana Ramadan terasa semakin kental.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pariwisata NTB Jamaluddin Malady mengatakan, kuliner menjadi salah satu daya tarik utama acara ini. Tercatat ada 100 UMKM, PKL hingga pedagang asongan yang dilibatkan. Pihaknya berharap, event ini dapat menggerakkan roda perekonomian masyarakat.
Acara ini berlangsung selama 20 hari. Mulai dari 7 Maret hingga empat hari sebelum Idul Fitri, yakni pada 26 Maret mendatang. Transaksinya ditargetkan sebesar Rp 4 miliar, naik dari tahun lalu sebesar Rp 3,1 miliar.
“Kemudahan transaksi digital diharapkan dapat meningkatkan daya beli masyarakat dan kesejahteraan UMKM di NTB,” katanya.
Tidak hanya pengunjung yang merasakan euforia dari Gelegar Pesona Khazanah Ramadan ini. Para pelaku usaha pun begitu. Pendapatan mereka mengalami kenaikan yang signifikan. Ada yang meningkat dua kali lipat, ada juga yang tiga hingga empat kali lipat.
“Alhamdulillah, kita bisa jualan di sini, tidak perlu keliling mencari pembeli karena semua berkumpul di sini,” ujar Muksin, pedagang Cilor dan Maklor asal Ampenan.
Adanya event tersebut membuat omzet penjualannya meningkat signifikan. Dari modal awal sebesar Rp 100 ribu, dirinya bisa menghasilkan penjualan hingga Rp 300 ribu per hari. “Untung bersihnya sampai Rp 200 ribu,” bebernya.
Sebelumnya, Muksin mengaku berjualan dengan cara berkeliling. Hasil penjualan keliling tersebut diakuinya berfluktuatif. Terkadang jualannya habis, kadang juga masih tersisa seperempatnya.
“Makanya terbantu dengan adanya kegiatan ini,” katanya.
Muksin mengatakan, dirinya menjual cilor dan maklor tanpa bahan pengawet. Hal tersebut dilakukannya agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan nantinya. “Karena takut juga kita sama BBPOM, nanti kita kena (razia, Red), tidak bisa jualan lagi,” pungkasnya. (FERIAL AYU/r3)
Editor : Pujo Nugroho