LombokPost - Olahraga gym atau fitnes sedang booming di Kota Mataram dan daerah sekitarnya. Di balik tren hidup sehat itu, ada peran besar para instruktur atau pelatih gym. Mereka menjadi role model dalam membentuk body goal yang ideal.
------------------------------
MATARAM Mall Fitness & Gym terlihat ramai, Jumat pagi (25/4). Puluhan pengunjung sibuk memainkan berbagai alat gym yang berjejer rapi. Mereka tidak menghiraukan keringat yang bercucuran di sekujur tubuh.
Bosan memainkan satu alat, mereka mengganti dengan yang lain. Seperti treadmill, sepeda statis, elliptical machines, leg extension, battle ropes dan masih banyak lagi alat gym lainnya. Mereka coba satu per satu hingga hampir semua alat fitnes berhasil dimainkan. "Masing-masing ada sensasi dan manfaat yang berbeda," kata Jauhari, salah seorang member.
Pria 38 tahun asal Monjok itu salah satu member di tempat fitnes yang terletak di kompleks Mataram Mall lantai 3. Dia mulai nge-gym sekitar tujuh bulan lalu. Awalnya dia termasuk obesitas dengan berat badan nyaris 100 kilogram. Akibatnya dia selalu menjadi bahan olokan rekan kerja hingga tetangganya. "Saya dikatain gendut lah. Makanya saya ikut gym," tuturnya.
Kini berat badannya sudah mulai susut hingga mencapai 75 kilogram. Selain nge-gym rutin, Jauhari merasa berasa beruntung karena selalu mendapat arahan dari instrukturnya. "Selain aktif olahraga gym, seorang obesitas juga harus disiplin mengatur pola makan. Ini yang saya latih ke para member," kata Taufan, seorang instruktur di Mataram Mall Fitness & Gym.
Perjalanan Taufan hingga menjadi instruktur gym profesional juga tidak mudah. Banyak suka duka yang dilalui. Awalnya dia mulai nge-gym pada 2016. Saat itu banyak yang pesimistis kalau dia akan mendapatkan body goal yang ideal. "Dulu saya cengkring. Sampai saya disebut si kurus teman-teman maupun rekan kerja," tuturnya.
Sehingga tidak heran banyak temannya yang ragu kalau tubuh Taufan bisa berubah. Tapi karena tekad dan kedisplinan dalam membentuk tubuh ideal lewat olahraga gym, kini teman-temannya balik memberi sanjungan. "Melihat tubuh saya saat ini banyak yang memuji sekarang. Banyak yang minta diajar. Di sini ada rasa bangga," tutur ayah dua anak itu.
Kini, Taufan sudah sukses malang melintang sebagai instruktur atau pelatih olahraga gym. Selain di Mataram, pria 34 tahun itu juga melatih di sejumlah tempat fitnes di Lombok Barat.
Kisah inspiratif lainnya sebagai instruktur gym dialami Sabni. Dia adalah instruktur utama di Aly Gym yang terletak di Jalan Dr Soetomo, Desa Belaka, Kecamatan Gerung, Lombok Barat. Sebelum memiliki tubuh ideal seperti saat ini, dulu Sabni sering sakit-sakitan. Dia keluar masuk rumah sakit selama setahun. "Saya sakit asam lambung dan sesak nafas," tuturnya.
Karena sulit sembuh, dia berinsiatif untuk mulai berolahraga tahun 2016. Tanpa disengaja saat itu dia diajak temannya ke sebuah gym di Mataram. Sabni mencoba berbagai alat fitnes itu. Lambat laun pria 40 tahun itu mulai merasakan dampak bagus bagi tubuhnya. "Tubuh saya jadi merasa lebih sehat. Lama-lama saya sudah tidak merasakan sesak nafas lagi," ujarnya.
Dari sanalah kebiasaan nge-gym terus dilakukan Sabni hingga kini. Selain merasakan sehat dari aktivitas gym, body-nya juga terbentuk dengan ideal. Dia memiliki otot dada, punggung, lengan hingga otot kaki yang kuat dan berisi. Hingga kini, pria asal Labuapi itu sudah memenangkan body contrast di sejumlah event di Pulau Lombok. "Saya sendiri tidak menyangka bisa sesehat ini karena dulu sering sakit-sakitan dengan ketahanan tubuh yang buruk," ucapnya.
Saat ditemui, Sabni sedang melatih di Aly Gym, Lombok Barat, kemarin. Dia mengajarkan cara memainkan hingga fungsi alat gym ke para membernya. Salah satu alat yang banyak dimainkan adalah cables crossover. Alat ini dimainkan dengan cara kedua tangan memegang tali rantai. Rantai itu tersambung dengan beban berupa tumpukan besi.
Nah, setelah berada di posisi terbaik, kedua tangan menarik pegangan dalam waktu bersamaan hingga telapak tangan saling berhadapan di depan dada. "Ini akan membentuk otot dada, otot punggung dan otot lengan," jelasnya
Biasanya, sambung dia, peserta pemula akan mencoba dengan beban terendah. Yaitu masing-masing 10 kilogram (kg) di sisi kiri dan kanan. Jika kuat, beban akan ditambah lagi jadi 40 kg, 80 kg hingga 160 kilogram.
"Beban akan ditambah bertahap tidak langsung semuanya," ungkap ayah dua anak itu.
Alat gym lain yang banyak dimainkan pengunjung adalah smith machine. Alat gym ini berbentuk seperti rak rangka baja. Di dalamnya terdapat barbel yang terpasang dalam sistem rel. Alat ini digunakan untuk melatih otot bahu, dada, dan kekuatan tubuh lainnya. "Alat ini cukup ramah untuk pemula," jelasnya.
Roni Afdani, 32, adalah salah seorang member yang merasakan tangan dingin Sabni dalam melatih gym. Dulu, Roni dikenal sebagai obesitas dengan berat badan 95 kilogram. Saat itu dia sampai menjadi bahan olok-olokan oleh teman maupun kerabatnya. "Alhamdulillah sekarang berat saya sudah susut jadi 65 kilogram. Saat ini ikut juga bantu bantu di sini sebagai instruktur," ujar Roni. (UMAR WIRAHADI/r3)
Editor : Prihadi Zoldic