Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Aryna Sabalenka: Dari Gagal Kualifikasi Hingga Juara Bertahan US Open

Rury Anjas Andita • Senin, 25 Agustus 2025 | 14:56 WIB
Aryna Sabalenka kembali ke US Open 2025 sebagai juara bertahan. Dari gagal kualifikasi jadi juara, inilah kisah lengkapnya.
Aryna Sabalenka kembali ke US Open 2025 sebagai juara bertahan. Dari gagal kualifikasi jadi juara, inilah kisah lengkapnya.

SEMBILAN tahun lalu, Aryna Sabalenka hanya bisa menatap Arthur Ashe Stadium dari kejauhan. Gadis 18 tahun asal Belarus itu datang ke US Open 2016 dengan peringkat 178 dunia. Harapan untuk lolos terasa besar, tetapi justru kandas di babak kedua kualifikasi.

-----------------

“Saya merasa, peluang itu terlalu besar,” kenang Sabalenka. “Saya merasa tujuannya masih terlalu jauh, dan masih banyak yang harus dilakukan sebelum saya dapat mencapai impian saya. Saya rasa, masa-masa awal itu benar-benar membingungkan. Saya hanya mencoba menemukan jalan saya,” sambungnya dilansir dari wtatennis.com.

Kini, kisah itu menjadi bagian dari perjalanan panjangnya. Dari seorang petenis muda yang kebingungan, Sabalenka menjelma menjadi juara bertahan US Open sekaligus unggulan teratas turnamen tahun ini.

Perjalanan Panjang Menuju Puncak

Sabalenka mulai menunjukkan taringnya pada 2018. Masuk babak utama dengan status peringkat 20 dunia, ia mengalahkan Danielle Collins, Vera Zvonareva, hingga Petra Kvitova sebelum akhirnya dihentikan Naomi Osaka yang kemudian menjadi juara.

Tahun-tahun berikutnya menjadi proses pembelajaran. Sabalenka menjuarai ganda bersama Elise Mertens di 2019, lalu menembus semifinal tunggal pada 2021 dan 2022.

Tahun lalu, akhirnya ia berhasil—mengangkat trofi juara setelah mengalahkan Jessica Pegula di final.

Awal Manis di New York

Upaya mempertahankan gelar US Open 2025 dimulai dengan kemenangan meyakinkan atas Rebeka Masarova 7-5, 6-1 di Stadion Arthur Ashe, Minggu (24/8).

“Senang berada di babak kedua,” ucap Sabalenka. “Saya merasa tidak memulai dengan baik di game-game pertama, tetapi kemudian saya menemukan ritme saya. Senang dengan level permainan saya hari ini,” tambahnya.

Statistiknya solid. Ia mengonversi lima dari enam peluang break point, mencatat 19 winner dengan hanya 15 unforced error.

Sebaliknya, Masarova yang tampil di babak utama Grand Slam pertamanya tahun ini, hanya mampu menahan hingga set pertama sebelum akhirnya kalah cepat.

Misi Berat Pertahankan Gelar

Sabalenka sadar betul, mempertahankan gelar US Open bukan perkara mudah.

Sejak Serena Williams (2012–2014), belum ada lagi petenis yang bisa juara beruntun di New York. Bahkan, dalam 11 edisi terakhir, ada 10 juara berbeda.

“Pikiran saya adalah untuk mengubah itu,” kata Sabalenka sambil tersenyum. “Harapan saya, begitulah. Tapi, wow, itu gila, Anda tahu, betapa tidak terduganya tenis wanita, bukan?,” ujarnya.

Namun, modalnya kuat. Tahun ini, ia sudah mencapai final Australia Terbuka dan Roland Garros, serta semifinal Wimbledon.

US Open menjadi kesempatan terakhir Sabalenka untuk menambah koleksi gelar Grand Slam di musim 2025.

“Ada sesuatu yang istimewa tentang US Open,” ucapnya. “Suasananya, stadionnya, dukungan penonton, sungguh luar biasa. Saya punya kenangan indah dari tahun lalu. Jadi saya senang berada di sini,” pungkasnya.

Editor : Rury Anjas Andita
#juara bertahan US open #Aryna Sabalenka #us open #AS Terbuka 2025 #US Open 2025 #as terbuka