Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Ikhtiar Bersama Menjaga Pacet, Mojokerto, setelah Ditemukannya Korban Mutilasi Dikarenakan Pacet Destinasi Wisata Andalan Kabupaten Mojokerto

Lombok Post Online • Jumat, 26 September 2025 | 16:40 WIB

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post
 

LombokPost - Sejak potongan tubuh Tiara Angelina Saraswati ditemukan, warga di semua desa di Pacet, Kabupaten Mojokerto, bergiliran tiap malam ronda dan kepolisian setempat juga meningkatkan patroli dengan mobil dan motor.

Semua itu dilakukan agar citra Pacet sebagai destinasi wisata alam dan kuliner khas tak sampai rusak.

BEGITU malam jatuh di Jalur Pacet–Cangar, Jawa Timur, pos-pos ronda di lingkungan sepanjang Dusun Pacet Selatan mulai dijaga. Setidaknya empat orang akan berjaga.

Seperti disaksikan Jawa Pos Radar Mojokerto pada Sabtu (20/9) malam, bapak-bapak berjaga ditemani kopi dan camilan sembari mata mereka tetap awas mengawasi lingkungan sekitar.

“Memantau situasi sekaligus mengawasi keluar-masuknya orang asing atau yang bukan warga setempat,” kata Kepala Dusun Pacet Selatan Sumadi.

Pacet Selatan masuk wilayah Desa/Kecamatan Pacet. Berada di lereng Gunung Welirang, Pacet merupakan destinasi wisata andalan Kabupaten Mojokerto. Sedangkan Cangar adalah jalur penghubung Pacet dengan destinasi terkenal lainnya di Jawa Timur: Kota Batu.

Sayangnya, kawasan Pacet beberapa kali menjadi tempat pembuangan jenazah korban pembunuhan. Terbaru, pada 6 September lalu, ditemukan potongan tubuh Tiara Angelina Saraswati yang dimutilasi kekasihnya, Alvi Maulana.

Warga setempat pun resah karena khawatir citra Pacet tercoreng. Padahal, selain bertani, banyak di antara mereka menggantungkan pendapatan dari usaha yang terkait pariwisata.

“Warga susah payah bersama-sama membangun citra Pacet sebagai kawasan wisata alam dan kuliner khas. Tapi, justru dirusak oleh pelaku maupun aksi pembunuhan yang dilakukan di luar wilayah Pacet,” kata Sumadi.

Satkamling (satuan keamanan lingkungan) adalah wujud reaksi terhadap keresahan itu. Dan. tak cuma di Dusun Pacet Selatan, tapi juga di 20 desa lainnya di kecamatan tersebut.

“Jadi, dengan satkamling ini kami aktifkan lagi ronda malam. Kami juga meningkatkan patroli wilayah,” kata Kapolsek Pacet Iptu Muhammad Khoirul Umam.

Khawatir Dampak ke Pengunjung

Sejak 2020 atau lima tahun terakhir, setidaknya lima mayat dibuang di kawasan Pacet.

Pertama, jenazah Vina Aisyah Pratiwi, 21, perempuan asal Kediri yang tinggal di Sidoarjo, yang ditemukan di Blok Gajah Mungkur, Kawasan Tahura R. Soerjo, pada 24 Juni 2020. Kemudian, mayat Ahmad Hasan Muntolip, 26, pria asal Mojosari, Kabupaten Mojokerto, yang ditemukan terbungkus karpet di jurang tepi jalur tanjakan AMD pada 22 November 2022.

Berikutnya, pada 7 Juni 2023, warga menemukan karung berisi mayat Angeline Nathania, 22, mahasiswi asal Surabaya, di tepi jalur Pacet–Cangar. Selanjutnya, mayat Anyk Mariyanni, 36, perempuan asal Kediri, ditemukan di Blok Lemah Bang, Tahura R. Soerjo, pada 13 September 2024. Dan terakhir, potongan tubuh Tiara.

BAHU MEMBAHU: Petugas Polsek Pacet mendatangi warga yang sedang ronda malam di Desa Claket, Pacet, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (20/9).
BAHU MEMBAHU: Petugas Polsek Pacet mendatangi warga yang sedang ronda malam di Desa Claket, Pacet, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (20/9).

Kalau rantai itu tidak diputus, warga khawatir jumlah pengunjung ke Pacet akan menurun. Juga berdampak pada citra kuliner setempat. Padahal, Desa Sendi yang berada di tengah-tengah jalur Cangar, misalnya, terkenal dengan nasi jagungnya.

“Khawatirnya, omongan ‘nasi jagungnya jadi bau mayat’ itu terjadi. Meskipun itu sudah pasti tidak benar, bisa jadi dampaknya akan tetap dirasakan warga yang jualan nasi jagung,” kata Sumadi.

Setiap hari, petugas Polsek Pacet juga berpatroli dua kali — siang dan malam — hingga ke ujung perbatasan Mojokerto–Batu, yakni Jembatan Cangar. “Patrolinya dengan motor dan mobil. Dalam sekali patroli, minimal kami libatkan empat personel,” beber Khoirul.

Untuk memaksimalkan pengawasan di jalur Pacet–Cangar, Polsek Pacet bersama warga juga secara swadaya juga memasang kamera CCTV di tiga titik: area Jembatan Kali Kromong, Tikungan Gotekan, dan Rest Area Sendi. “Selain memaksimalkan satkamling di tingkat RT dan RW se-Kecamatan Pacet, kami juga dirikan posko satkamling di Balai Desa Claket (wilayah penghubung dengan Trawas, destinasi wisata andalan Kabupaten Mojokerto lainnya, Red),” katanya. (MARTDA VADETYA, Kabupaten Mojokerto /fen/ttg/JPG/r3)

Editor : Pujo Nugroho
#Keresahan #keamanan #pacet #Mutilasi #mojokerto