Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Cara Siswa SLB B Dharma Asih Jadi Agen Cegah Korupsi, Beri Pesan Kejujuran lewat Pesan Gerak Tubuh yang Sunyi

Lombok Post Online • Selasa, 21 Oktober 2025 | 12:30 WIB

 

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post
 

LombokPost - Siswa SLB B Dharma Asih Pontianak yang menampilkan pantomin dalam kegiatan bimbingan teknis Keluarga Berintegritas Inspektorat Pontianak mendapat apresiasi tinggi dari peserta.

Anak-anak tuna rungu ini memberi pesan kekuatan keluarga berintegritas yang mampu mencegah terjadinya korupsi.

EMPAT siswa SLB-B Dharma Asih Pontianak, yaitu Habibie, Bintang, Kayla dan Aldiyan tampil percaya diri ketika memainkan adegan pantomim saat pembukaan kegiatan bimbingan teknis Keluarga Berintegritas Inspektorat Kota Pontianak, beberapa waktu lalu.

Di hadapan seratusan peserta berpasangan dari perwakilan kepala sekolah dan kepala puskesmas di Kota Pontianak, mereka berpantomin di atas panggung tentang betapa pentingnya membentuk keluarga berintegritas.

Sesuai tema dari kegiatan itu, yaitu menanamkan budaya antikorupsi melalui keluarga, guna mewujudkan ASN Kota Pontianak berintegritas.

Habibie, siswa kelas 2 SLB B Dharma Asih merupakan peserta pantomim paling muda. Lakon dalam pantomim yang dimainkannya adalah peran sebagai anak dari keluarga yang memegang prinsip tinggi integritas.

Dalam alur cerita tersebut, salah satu pemeran datang bertemu keluarga tersebut. Dia berupaya menyogok untuk menembuskan keinginannya.

Namun karena keluarga ini begitu kuat integritasnya, alhasil, oknum tersebut tak mampu membujuk untuk ikut keinginannya. Akhirnya dia pulang dengan keinginan yang tak bisa diwujudkan.

Gambaran penampilan pantomim keluarga berintegritas oleh anak-anak tuna rungu ini bisa menjadi pembelajaran.

Ketahanan keluarga begitu penting dan mampu menjadi benteng dalam berbagai hal. Salah satunya penangkal terjadinya celah korupsi yang bisa terjadi kapanpun dan dimanapun.

MJ Imran, pendamping sekaligus pelatih pantomim SLB B Dharma Asih Pontianak menjelaskan, alur cerita ini menggambarkan tentang sebuah keluarga yang memang betul-betul hidup dalam menanamkan nilai-nilai kejujuran. Termasuk tentang nilai-nilai antikorupsi.

Untuk itu, dalam cerita pantomim ini, sebuah keluarga mendapatkan celah tergoda suap dan korupsi. Namun karena keluarga ini kuat sehingga celah terjadinya korupsi bisa ditolaknya.

Menurut Imran, dalam persiapan anak-anak tampil pantomim, sudah dipersiapkan selama kurang lebih hampir tiga minggu.

Selama masa latihan kata dia, tahapan pertama menceritakan terlebih dulu gambaran apa itu keluarga integritas.

Kemudian setelah paham tentang itu, barulah pelan-pelan dia masuk ke dalam alur cerita.

PANTOMIM: Siswa SLB B Dharma Asih Pontianak saat menampilkan pantomim dalam kegiatan bimtek keluarga berintegritas di Inspektorat Pontianak.
PANTOMIM: Siswa SLB B Dharma Asih Pontianak saat menampilkan pantomim dalam kegiatan bimtek keluarga berintegritas di Inspektorat Pontianak.

Alhamdulilah anak-anak cepat menangkap cerita yang akan ditampilkan di pantomim. Saat di panggung anak-anak juga tampil baik. Paling penting pesannya bisa sampai kepada peserta,” ujar Imran.

Terlebih para peserta yang hadir di sini perwakilan kepala sekolah dan kepala puskesmas di Kota Pontianak.

Ia berharap, apa yang disampaikan anak disabilitas, mampu menular dan keluarga integritas di tataran kepala sekolah dan kepala puskesmas semakin kuat. (MIRZA AHMAD MUIN, Pontianak/JPG/r3)

Editor : Kimda Farida
#pantomim #Korupsi #budaya #SLB #siswa