Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Cerita Yusvendy Hardinata, Pengusaha Muda yang Pelopori Bisnis Cuci Motor, Barbershop, dan Coffee Shop dalam Satu Lokasi

Umar Wirahadi • Sabtu, 6 Desember 2025 | 14:28 WIB
Petugas membersihkan motor pelanggan di lokasi cuci motor di Jalan Arif Rahman Hakim, Kota Mataram, Jumat (5/12). Lokasi ini jadi satu dengan barbershop Sweet Java.
Petugas membersihkan motor pelanggan di lokasi cuci motor di Jalan Arif Rahman Hakim, Kota Mataram, Jumat (5/12). Lokasi ini jadi satu dengan barbershop Sweet Java.

 

LombokPost – Di tangan Yusvendy Hardinata bisnis cuci motor menjadi ladang cuan yang menjanjikan. Untuk menciptakan kenyamanan konsumen, ia membuat konsep one stop shoping. Jadi sekali nongkrong, berbagai kebutuhan pria terlayani. Termasuk membuat kendaraan menjadi kinclong. 

Lalu Anggrat Maulana melaju dengan Honda CBR 150R miliknya. Bodi kendaraan warna merah itu terlihat agak berdebu. Setelah parkir sejenak, seorang petugas menuntun kendaraan itu ke tempat cuci motor.

"Memang niat saya sekalian mau cuci motor," kata Anggrat, Jumat (5/12).

Setelah itu ia langsung masuk ke ruang tunggu barbershop. Namanya barbershop Sweet Java. Antara tempat cuci motor dan cukur rambut itu memang satu area. Yaitu terletak di Jalan Arif Rahman Hakim, Kota Mataram.

 Setelah sekitar 40 menit di dalam ruang barbershop, pria 28 tahun itu keluar dengan penampilan rambut baru. Yaitu gaya model cukuran ala curtain atau rambut belah tengah.

Ia pun kembali menunggangi Honda CBR 150R miliknya yang sudah kembali kinclong. "Lega rasanya. Dua urusan selesai dalam satu waktu," ujar Anggrat. Yang ia maksud adalah mencukur rampung dan mencuci motor.

Sejumlah sepeda motor berjejer di tempat cucian itu. Ada lima unit yang menunggu antrean untuk dicuci. Kendaraan tersebut adalah milik para pelanggan lain yang sedang cukur rambut di barbershop Sweet Java.

"Sementara motornya dicuci, pelanggan biasanya cukup rambut di dalam," tutur Hidayat, petugas cuci motor.

 Usaha bisnis cuci motor dan barbershop dalam satu lokasi itu adalah milik pengusaha muda bernama Yusvendy Hardinata.

Pria itulah yang memelopori pertama kali beragam bisnis dalam satu lokasi di Kota Mataram. Mulai dari barbershop, cuci kendaraan, hingga tempat ngopi atau coffee shop. "Saya merintis usaha ini sejak 2014," tutur Yusvendy. 

Pria 35 tahun itu mulai merintis usaha di Jalan Sriwijaya, Kota Mataram, dengan nama bendera Sweet Java.

Saat itu, usaha pertama adalah coffee shop. Banyak anak muda dan pegawai perusahaan yang datang nongkrong untuk ngopi. Karena rata-rata membawa sepeda motor, ia berfikir untuk membuat usaha cuci motor sekaligus.

Petugas mencuci sepeda motor di Jalan Arif Rahman Hakim, Kota Mataram. Area ini jadi satu dengan lokasi barbershop Sweet Java.
Petugas mencuci sepeda motor di Jalan Arif Rahman Hakim, Kota Mataram. Area ini jadi satu dengan lokasi barbershop Sweet Java.

Sehingga bangunan dua lantai itu diubah konsepnya. Lantai dua khusus untuk coffee shop. Dan lantai satu untuk cuci motor. Usahanya berjalan dengan lancar hingga terjadi gempa Lombok tahun 2018.

Kondisi itu membuat Yusvendy merasa sedikit trauma. Karena gempa sedikit merusak tembok bangunan.

Tahun 2020, tempat usaha seluas 6x20 meter itu dijual. Ia lalu membeli lahan baru seluas 7 are di Jalan Arif Rahman Hakim. Itulah yang menjadi tempat usahanya hingga saat ini.

Awalnya, ia membuka tiga usaha sekaligus. Yaitu barbershop, cuci motor dan coffee shop. Tiga lokasi itu berdampingan dalam satu area.

"Saya sebut ini sebagai one stop shoping. Jadi orang datang bisa melakukan tiga aktivitas sekaligus. Yaitu cuci motor, potong rambut, dan ngopi," jelas Yusvendy lalu tertawa.

Menurutnya, konsep tersebut berangkat dari kebiasaan dan karakter kaum Adam yang biasanya tidak suka ribet.

Sehingga sekali duduk, berbagai kebutuhan terlayani dalam satu waktu. Yaitu mencukur rambut, mencuci kendaraan sekaligus nongkrong di coffee shop.

"Jadi sekali duduk semua urusan kelar. Karena cowok ini paling males kalau pindah-pindah lokasi untuk banyak keperluan," papar pria kelahiran 13 Januari 1990 itu.

 Awalnya, usahanya laku keras. Tapi pandemi Covid-19 ikut menghantam salah satu lini usahanya. Yaitu coffee shop.

Baca Juga: BRI dan UI Kembangkan Community Branch, UI-BRIWORK Startup Center Siap Lahirkan Pengusaha Muda Sukses

Saat itu pemerintah melarang keras orang datang berkumpul untuk mencegah penularan virus korona. Sehingga Yusvendy terpaksa menutup coffee shop miliknya.

"Tapi suatu saat saya ingin membuka lagi. Tentu di dalam area ini," pungkas alumnus Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur, itu. (*)

Editor : Marthadi
#Kota Mataram #barbershop #coffee shop #pengusaha muda #cuci motor