LombokPost - Penduduk Tapanuli Tengah yang tempat peribadatannya rusak merayakan Natal di tenda pengungsian, rumah warga yang selamat dari terjangan banjir bandang, atau bergabung dengan jemaat lain yang gerejanya masih utuh.
Bupati Masinton Pasaribu bakal berkeliling menyemangati warga sembari memastikan logistik didistribusikan secara door to door untuk memastikan ketercukupan.
NATAL dan Tahun Baru 2026 kali ini disambut warga Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara (Sumut), dalam keprihatinan.
Sebab, warga kabupaten yang beribu kota di Pandan itu masih harus berjuang menghadapi dampak banjir bandang dan longsor yang menerjang sebulan lalu.
Banyak warga kabupaten yang dipimpin Masinton Pasaribu itu telah kehilangan tempat tinggal. Bencana serupa juga memporak-porandakan gereja tempat mereka beribadat.
Umat Kristiani setempat pun harus merayakan Natal di tenda pengungsian atau di rumah-rumah warga lainnya yang masih utuh.
Oferius Laoli, sintua (sebutan untuk pemimpin awam atau penatua yang bertugas membantu pendeta di gereja-gereja Protestan Batak, red) BNKP Sibiobio Kecamatan Sibabangun, Tapteng, mengaku, perayaan Natal tahun ini terasa sangat berbeda.
“Walau dirayakan dengan sederhana, Natal kali ini menjadi momen tepat untuk merefleksikan nilai-nilai kasih dan kepedulian terhadap sesama,” katanya kepada New Tapanuli pada Rabu (24/12).
Oferius juga menjadi korban. Rumah warga Sibiobio tersebut hanyut diterjang banjir bandang.
Meski demikian, dia menegaskan, harapan dan doa harus tetap menghangati perayaan Natal.
Perayaan Natal, tuturnya, tidak harus fokus pada aspek-aspek materi, tetapi juga pada aspek-aspek spiritual dan sosial.
“Dalam situasi seperti ini, kita diingatkan bahwa kasih dan kepedulian adalah hal yang paling penting. Panjatkan doa dan harapan agar kehidupan kembali pulih,” ujar Oferius.
Bergabung Jemaat Gereja Lain
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut, Tapteng merupakan daerah yang paling parah terdampak bencana di Sumut.
Data per 23 Desember pukul 08.00 mencatat korban meninggal dunia sebanyak 133 jiwa, korban luka 11 orang, 37 lainnya masih dalam pencarian, serta pengungsi sebanyak 5.589 jiwa.
Akibat rusaknya gedung BNKP Sibiobio karena banjir, Oferius menuturkan, ibadah malam Natal dan perayaan Hari Natal akan bergabung dengan jemaat gereja lain. “Ya, yang gedungnya masih bisa dipergunakan,” katanya.
Bupati Tapteng Masinton Pasaribu juga mengimbau umat Kristiani di kabupaten yang dipimpinnya untuk merayakan Natal dengan sederhana, namun penuh semangat dan munajat keprihatinan.
“Walau kita merayakan Natal di tenda-tenda pengungsian, tidak akan mengurangi makna Natal yang sesungguhnya,” kata politikus PDI Perjuangan tersebut.
Menurut Masinton, suasana keprihatinan akan menguatkan dan memotivasi bahwa semangat Natal dapat membangun kembali kebersamaan, solidaritas, dan rasa persaudaraan. “Kita mendapatkan pelajaran baru soal Natal. Perayaan tidak harus mewah, tetapi penuh makna dan semangat,” imbuhnya.
Masinton menambahkan, dia akan berkeliling mengunjungi para korban banjir bandang yang merayakan Natal.
“Kita tetap mendorong warga untuk merayakan Natal dengan layak, sembari memastikan kebutuhan logistik terpenuhi. Suplai makanan akan dilakukan secara door to door untuk memastikan ketercukupan,” timpalnya.
Ia memastikan, dalam kondisi darurat saat ini, masyarakat tidak sendirian.
“Pemkab sedang menyiapkan lahan untuk hunian sementara dan hunian tetap bagi masyarakat,” katanya. (Dzulfadli Tambunan, Pandan/ttg/JPG/r3)
Editor : Kimda Farida