LombokPost - Bekerja sama dengan gerakan Bumiku Lestari, Komunitas Bawah Skor Mandala mengumpulkan beragam sampah dari suporter PSIM Jogjakarta yang kemudian dikonversi menjadi telur rebus dan susu untuk tambahan nutrisi para pemain akademi serta kelompok umur.
Tiap laga kandang rata-rata terkumpul 25 kilogram bahan daur ulang, bahkan saat big match bisa mencapai 40 kilogram.
SEKELOMPOK suporter PSIM beratribut lengkap berhenti di depan pintu masuk Stadion Sultan Agung, Bantul.
Masing-masing dari mereka membawa kantong besar. Isinya beragam jenis sampah daur ulang, seperti botol bekas hingga kardus tidak terpakai.
Jelang laga menjamu Semen Padang dalam lanjutan Super League pada Minggu (4/1) pekan lalu itu, mereka antre untuk menukarkan sampah-sampah tersebut di tenant kecil milik Bawah Skor Mandala.
Komunitas tersebut musim ini punya gerakan mendaur ulang sampah untuk dikonversikan menjadi telur rebus dan susu bagi para pesepakbola muda di tim junior PSIM.
Di tenant itu, berjejer beberapa kantong besar berwarna putih. Bagi yang sudah menyumbangkan sampah, berhak atas zine terbitan Bawah Skor Mandala bernama Matchgazine dan bisa minum susu gratis.
Inisiator Bawah Skor Mandala Dimaz Maulana, menerangkan, ide awalnya bermula saat dia merasa Matchgazine yang sudah punya pembaca rutin harus bisa menggerakkan fans untuk kegiatan positif.
"Kami pernah melakukan ini (kegiatan menukarkan sampah) diterbitan keenam kami saat itu," jelasnya ketika dihubungi Jawa Pos dari Surabaya.
Saat itu, Bawah Skor Mandala bekerja sama dengan bank sampah dari Pimpinan Cabang Muhammadiyah Banguntapan Selatan, Bantul. "Kebetulan mereka punya program Babe Jamal (Barang Bekas Jadi Amal)," tambahnya.
Musim ini Bawah Skor Mandala bekerja sama dengan Bumiku Lestari, sebuah gerakan yang mendaur ulang sampah menjadi pangan sehat.
"Pola penularannya serupa, tapi bedanya kali ini sampah yang terkumpul dikonversi, lalu kami tabung untuk dibelikan telur dan susu," ujarnya.
Susu dan telur rebus yang didapat lewat kegiatan tersebut ditujukan untuk para pemain PSIM Academy, U-16, U-18, hingga U-20.
Sampai saat ini, tambah Dimaz, pihaknya setidaknya sudah membagikan 150 butir telur rebus kepada para pemain masa depan PSIM tersebut. Juga, ratusan botol susu.
"Yang juga akan menjadi sasaran pembagian berikutnya adalah SSB dan PAUD di sekitar stadion," tuturnya.
Salah seorang pengelola Bumiku Lestari, Ridwan Purnama, mengaku bungah dengan tingginya antusiasme para suporter PSIM.
Dia sudah delapan kali hadir dalam delapan laga kandang klub berjuluk Laskar Mataram tersebut dan rata-rata sampah yang terkumpul dari suporter kurang lebih 25 kilogram.
Bahkan, ketika big match, bisa tembus sampai 40 kilogram. Mereka yang tak masuk ke stadion pun ada yang menyumbang.
Untuk para penyumbang tersebut, pihaknya membagikan susu gratis.
"Jadi kami ikut menjembatani susu untuk berbagai kalangan, termasuk suporter," terangnya.
Dimaz membayangkan, jika kegiatan seperti itu bisa dilakukan di seluruh stadion di Indonesia, berapa banyak sampah bisa didaur ulang.
"Juga, berapa banyak anak dan pemain muda bisa mendapatkan pangan yang bermutu," katanya. (Farid S. Maulana, Surabaya/*/ttg/JPG/r3)
Editor : Kimda Farida