LombokPost - Bagi istri Botok, tokoh Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) yang saat ini ditahan, penangkapan Sudewo menjadi bukti bahwa aspirasi yang diperjuangkan sang suami benar. Aliansi menargetkan syukuran kelak minimal bisa dihadiri 2.000 warga.
DI depan Kantor Setda Pati, Jawa Tengah (Jateng), tangis Anik Sriningsih tak terbendung. Dia teringat sang suami, Supriyono alias Botok, tokoh Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) yang kini ditahan.
Botok dan tokoh AMPB lainnya Teguh Istiyanto saat ini ditahan di Lapas Pati setelah Polda Jateng menetapkan mereka sebagai tersangka dalam kasus penghasutan massa yang berujung pemblokiran jalur pantai utara pada 31 Oktober tahun lalu. Atau setelah DPRD Pati sepakat tak memakzulkan Sudewo. Satu tersangka lainnya adalah S, sopir truk saat pemblokiran jalan.
AMPB merupakan kelompok yang menggerakkan demonstrasi masal di Alun-Alun Simpang Lima Pati pada 13 Agustus tahun lalu. Mereka menuntut pemakzulan Bupati Sudewo buntut kebijakan pajak bumi dan bangunan yang dinilai kontroversial serta pernyataan yang dianggap arogan.
“Selama ini mereka hanya menyampaikan aspirasi rakyat. Sekarang Bupati Sudewo terbukti bermasalah dan ditangkap KPK. Jadi, kami sekeluarga berharap Botok dan Teguh dibebaskan,” kata Anik dengan air mata berderai, seperti dikutip dari Radar Pati Grup Jawa Pos Selasa (20/1).
Penangkapan Sudewo melalui operasi tangkap tangan, lanjut Anik, membuktikan bahwa apa yang diperjuangkan sang suami bersama AMPB benar. Bukan fitnah ataupun ujaran kebencian, melainkan murni aspirasi masyarakat.
Sudewo diperiksa oleh KPK di Polres Kudus terkait pengisian perangkat desa. Lembaga antirasuah itu juga memeriksa Camat Jaken, Jakenan, dan Batangan, beserta sejumlah kepala desa dan calon perangkat desa di Polsek Sumber, Rembang.
Sementara itu, menyusul penangkapan Sudewo, massa AMPB berkumpul di Alun-Alun Simpang Lima Pati kemarin. Mereka kemudian bergerak menuju depan Kantor Bupati Pati.
Terlihat seorang pria berdiri di trotoar depan sambil membentangkan spanduk putih bertuliskan pesan protes, “Mulai saiki diurus cah-cah (mulai sekarang diurus anak-anak).” Sangat mungkin kata diurus mengarah pada Kabupaten Pati.
Juru Bicara AMPB Syaiful Huda menyatakan, pihaknya tengah menyiapkan syukuran rakyat. “Begitu ada penetapan tersangka, kami segera mempersiapkan diri untuk syukuran rakyat kabupaten yang akan dilaksanakan di Alun-Alun Pati,” ujarnya.
Selain tumpengan, dalam syukuran tersebut juga bakal disuguhkan berbagai hiburan rakyat sederhana. “Baik itu nanti lagu-lagu, ada pula orasi seperti pada umumnya ketika aksi. Namun, yang pasti akan ditutup dengan sebuah doa,” katanya.
Doa tersebut berisi harapan agar Bumi Mina Tani—julukan Kabupaten Pati—bisa menjadi daerah yang lebih baik dan bermartabat. “Kami berharap syukuran rakyat tersebut bisa dihadiri minimal 2.000 masyarakat Kabupaten Pati. Ini merupakan keberlanjutan spirit perjuangan 13 Agustus 2025 dan buah dari perjuangan kita bersama,” katanya. (ANDRE FAIDHIL FALAH, Pati/ttg/JPG/r3)
Editor : Kimda Farida